Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memastikan pembangunan Pasar Anyar sebagai pengganti Pasar Bitingan mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat yang bakal menggelontorkan anggaran Rp50 miliar untuk merealisasikan proyek tersebut.

"Usulan kami sampaikan kepada Kementerian Perdagangan dan Kementerian PU. Anggaran yang akan digelontorkan berkisar Rp50 miliar," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris di Kudus, Rabu.

Ia menjelaskan bantuan tersebut berupa persetujuan (ACC) dan direncanakan terealisasi pada 2027. Sumber anggaran sepenuhnya berasal dari pemerintah pusat melalui dua kementerian tersebut.

Pasar Anyar nantinya dibangun bersebelahan dengan Pasar Baru, tepatnya di Kelurahan Wergu Wetan Kecamatan Kota Kabupaten Kudus.

Lokasinya yang berdampingan hanya dipisahkan tembok memungkinkan integrasi kawasan perdagangan sehingga pengunjung dapat dengan mudah mengakses kedua pasar tersebut.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Agus Sumarsono mengakui sebelumnya Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus memang menyiapkan detail engineering design (DED) atau bestek gambar kerja sebagai salah satu persyaratan pengajuan bantuan ke pemerintah pusat.

Adapun lahan yang tersedia untuk pembangunan pasar anyar tersebut mencapai sekitar 20.000 meter persegi. Sedangkan luas bangunan pasar menyesuaikan anggaran yang diterima dari pusat.

"Tentu nantinya juga ada revisi DED dari pusat untuk diselaraskan dengan anggaran yang disetujui," ujarnya.

Wacana pemindahan pasar, Dinas Perdagangan juga telah melakukan sosialisasi kepada paguyuban dan tokoh pedagang Pasar Bitingan. Sebagian besar pedagang menyatakan setuju dan mengikuti kebijakan pemerintah, meskipun ada pula yang menyampaikan keberatan.

Sejumlah pedagang mengakui telah mengetahui rencana tersebut sejak sosialisasi dilakukan. Mereka berharap dengan lokasi baru yang lebih strategis dan konsep pasar satu lantai, aktivitas perdagangan bisa kembali ramai.

Kondisi Pasar Bitingan saat ini dinilai kurang menggembirakan karena transaksi cenderung sepi. Selain itu, desain bangunan dua lantai menjadi tantangan tersendiri karena banyak pembeli enggan naik ke lantai atas. Letaknya yang berdekatan dengan rumah sakit juga dinilai mempengaruhi kenyamanan dan arus pengunjung.

Melalui pembangunan Pasar Anyar dengan konsep satu lantai, pengunjung nantinya dapat membawa kendaraan lebih dekat ke kios untuk bertransaksi, sebagaimana konsep yang diterapkan di Pasar Baru.

Pemerintah Kabupaten Kudus berharap keberadaan pasar baru tersebut mampu menggeliatkan kembali aktivitas perdagangan rakyat sekaligus meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli.


Baca juga: Pemkab optimistis transaksi Pasar Dandangan Kudus tembus Rp17 miliar