Boyolali (ANTARA) - Meneruskan budaya leluhur untuk bersih-bersih diri sebelum melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menggelar tradisi Padusan di Umbul Ngabean Kompleks Umbul Tirtomarto Banyudono dan Umbul Tlatar Boyolali, Jawa Tengah, yang dilaksanakan di dua tempat selama dua hari, Senin dan Selasa (16-17/2).

Acara Padusan di Umbul Tirtomarto pada hari pertama diawali dengan Kirab Budaya dimulai dari kantor Kecamatan Banyudono hingga Umbul Ngabean. Di lokasi tersebut, Mbak dan Mas Boyolali melakukan upacara siraman sebagai pertanda dimulainya Padusan.

Selain ritual seremonial, ada pula pertunjukan Reog Kridho Manggolo. Sedangkan di Umbul Tlatar, Padusan hari pertama dimeriahkan dengan pertunjukan musik dangdut OM. Layang Kangen. 

Sedangkan di hari kedua, Padusan di Umbul Tirtomarto akan dimeriahkan hiburan musik oleh Asmaradanang dan Teman Sedjiwa, serta Q-Nung Q-Dut. Sementara di Umbul Tlatar akan dihibur oleh musik dangdut OM. BR Music.

Terkait kegiatan itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Boyolali Budi Prasetyaningsih mengatakan Padusan adalah tradisi yang telah dilakukan bertahun-tahun untuk membersihkan diri. Selain itu, budaya ini memiliki pengaruh positif bagi pariwisata di Boyolali.

“Ini adalah tradisi yang postif dan tentunya ini membuat pariwisata semakin bersinar dan semakin banyak yang hadir ke sini,” ujarnya.

Menurut dia, selama bulan Ramadan nanti di kawasan Wisata Edukasi Religi Qolbu akan dijajakan berbagai UMKM yang menyediakan takjil bagi masyarakat. Selain itu, ada juga promo harga tiket untuk masuk area Wisata Edukasi Religi Qolbu usai jam kerja, yaitu beli 1 gratis 1.

Mewakili Bupati Boyolali, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani mengharap dukungan dan partisipasi aktif dari semua pihak untuk menjaga dan melestarikan budaya ini sebagai warisan budaya, yang pada akhirnya akan mendukung daerah Pengging sebagai warisan budaya nasional yang berkualitas dan daerah wisata unggulan di Jawa Tengah.

“Terutama di Kabupaten Boyolali, yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Sekda Wiwis.

Mengikuti ritual Padusan, Anisa Rizqi Aulya Mbak Boyolali Tahun 2025 dari Kecamatan Simo mengaku senang karena bisa menjadi bagian dalam tradisi budaya Boyolali. Ia berharap budaya ini akan terus berlanjut dan dilestarikan.

“Tradisi ini semoga selalu dilakukan, selalu dilestarikan agar dapat ke anak cucu,”
ungkapnya.