Rembang, Jawa Tengah (ANTARA) - Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Jawa Tengah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperbaiki jalan provinsi ruas Rembang-Lasem secara berkelanjutan, menyusul intensitas hujan tinggi, yang mengakibatkan kerusakan jalan berulang.

"Intensitas hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir memang memicu munculnya kembali lubang di sejumlah ruas jalan nasional di wilayah Rembang dan Lasem, meskipun penambalan sebelumnya telah diselesaikan hingga 100 persen," kata Tim Patching Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 BBPJN Jateng Kementerian PU Christianto di Rembang, Jateng, Senin.

Ia mengatakan penanganan lubang di ruas batas Kota Rembang-Bulu (batas Jawa Timur) telah dituntaskan, pada Kamis (12/2/2026).

Namun, akibat curah hujan yang masih tinggi serta beban kendaraan berat, sejumlah titik kembali mengalami kerusakan.

"Hari ini pekerjaan penambalan kembali kami lakukan, khususnya di wilayah Lasem," ujarnya.

Adapun titik yang saat ini ditangani berada di Km 122+350 kanan arah, Km 122+360 kiri arah, dan Km 122+400 kiri arah.

Sebelumnya, tim juga telah melaksanakan penanganan menggunakan metode patching hotmix di Km 127+000 ruas Batas Kota Rembang-Bulu.

"Ruas tersebut merupakan jalur strategis penghubung Jawa Tengah-Jawa Timur dengan volume kendaraan logistik yang cukup tinggi," ujarnya.

Ia menjelaskan pada musim penghujan kerusakan jalan berlapis aspal memang sulit dihindari.

Air yang masuk ke dalam lapisan perkerasan dapat mempercepat kerusakan, terutama ketika dilintasi kendaraan bertonase besar.

"Kerusakan berupa lubang kami sisir terlebih dahulu. Penanganan dilakukan dengan metode patching menggunakan aspal panas (hotmix) atau TCM (tambal cepat mantap) coldmix dengan aditif, secara berkelanjutan hingga seluruh titik tertangani," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah lubang memiliki lebar hingga setengah meter dengan kedalaman mencapai 4-10 sentimeter (cm). Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari maupun saat hujan deras karena genangan air dapat menutupi lubang.

Christianto menambahkan penyisiran dilakukan secara rutin untuk memetakan titik kerusakan serta memantau progres penanganan, termasuk mengidentifikasi lubang baru yang muncul akibat hujan.

"Upaya ini merupakan bagian dari program preservasi jalan untuk menjaga kemantapan ruas strategis di wilayah pesisir utara Jawa, sekaligus memastikan keselamatan dan kelancaran arus kendaraan tetap terjaga di tengah tantangan cuaca ekstrem," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah warga menyampaikan apresiasi atas respons cepat tim di lapangan dalam menangani kerusakan jalan di ruas Rembang-Lasem.

Warga Lasem Ezra Vandika mengatakan penanganan rutin yang dilakukan cukup membantu menjaga keselamatan pengguna jalan, terutama di tengah intensitas hujan yang masih tinggi.

"Setidaknya lubang yang muncul langsung ditangani, sehingga tidak dibiarkan terlalu lama dan membahayakan," ujarnya.

Ia menilai langkah penyisiran dan penambalan berkelanjutan mampu meminimalkan risiko kecelakaan, khususnya pada malam hari.

"Semoga upaya preservasi terus dilakukan agar kondisi ruas jalan nasional tersebut tetap mantap dan mendukung kelancaran arus lalu lintas," ujarnya.


Baca juga: Pemprov Jateng kebut perbaikan jalan menjelang Lebaran