Temanggung (ANTARA) - Menyambut Tahun Baru Imlek 2577 yang akan memasuki tahun Kuda, pengurus Klenteng Kong Ling Bio (Cahaya Sakti) di Kabupaten Temanggung melakukan pembersihan menyeluruh area klenteng dan rupang (patung dewa), sebagai simbol pembaruan lahir dan batin.

Ketua Klenteng Cahaya Sakti, Edwin Nugraha di Temanggung, Sabtu, mengatakan setiap perayaan Imlek identik dengan semangat kebersihan dan pembaruan. Namun karena klenteng dibuka setiap hari untuk umat, proses pembersihan tidak dapat dilakukan sembarangan dan harus melalui tahapan serta ritual khusus.

"Setiap tahun baru semuanya harus bersih dan baru. Klenteng ini setiap hari buka, jadi tidak bisa sembarang waktu melakukan pembersihan. Ada tata caranya, termasuk upacara sebelum mulai membersihkan," katanya.

Ia menjelaskan, pembersihan tidak hanya dilakukan pada bangunan dan rupang para dewa, tetapi juga menjadi momentum membersihkan hati masing-masing umat.

"Pembersihan rupang dan klenteng ini juga melambangkan pembersihan hati kita. Intinya tidak berbuat jahat dan menambah perbuatan baik. Kalau ingin sukses, harus berbuat baik tanpa pamrih," katanya.

Menurut dia, sebelum proses pembersihan dimulai, dilakukan upacara bersama. Mereka yang bertugas membersihkan rupang diwajibkan menjalani pola makan vegetarian sebagai simbol kebersihan lahir dan batin. Proses pembersihan biasanya berlangsung selama tiga hari.

Menghadapi tahun Kuda, ia menuturkan setiap shio memiliki makna tersendiri dalam penanggalan Tionghoa yang mengenal 12 shio.

"Untuk mencapai sukses di tahun Kuda harus bekerja, bahkan bekerja keras lebih bagus. Kalau hanya ingin santai, bisa tertinggal. Harus kerja nyata dan digiatkan supaya mencapai kesuksesan," katanya.

Selain berdoa untuk kemajuan pribadi, pihak klenteng juga memanjatkan doa bagi bangsa dan negara.

"Harapan kami, negara Republik Indonesia jaya, rakyatnya selamat dan sejahtera. Warga sekitar juga damai dan sejahtera," katanya.

Ia menjelaskan, klenteng di Temanggung berprinsip memuliakan Dewa Bumi yang identik dengan dewa pertanian. Hal ini selaras dengan kondisi masyarakat sekitar yang mayoritas bekerja sebagai petani.

"Kami berharap hasil panen maksimal, masyarakat makmur sejahtera, dan negara semakin maju," katanya.