Temanggung (ANTARA) - Bupati Temanggung Agus Setyawan menyampaikan Temanggung memiliki peran yang cukup strategis soal produksi kopi di Jawa Tengah.
"Lebih dari 80.000 penduduk terlibat langsung dalam kegiatan perkopian, mulai dari budidaya, pascapanen, hingga pengolahan dan pemasaran," katanya di Temanggung, Rabu.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten Kepahiang ke Kabupaten Temanggung, khususnya untuk pengembangan usaha kopi bagi para petani.
Ia menyebutkan, untuk kopi Arabika, Temanggung memiliki luas kebun sekitar 1.725,38 hektare yang tersebar di 13 kecamatan, antara lain Kledung, Ngadirejo, Wonoboyo, Bansari, Tretep, hingga Bejen.
Kopi arabika Temanggung dikenal memiliki cita rasa yang kompleks dan manis, dengan tingkat keasaman tinggi, aroma floral dan fruity, bahkan sebagian memiliki karakter aroma tembakau.
Ia menuturkan, kopi ini tumbuh optimal di ketinggian 600 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut. Saat ini, sekitar 32 persen produksi Arabika di Jawa Tengah berasal dari Kabupaten Temanggung.
Untuk kopi robusta, Temanggung memiliki luas kebun sekitar 12.207,25 hektare yang tersebar di 19 kecamatan. Kopi Robusta Temanggung dikenal memiliki rasa yang kuat dan pahit, dengan aroma aren dan cokelat, kadar kafein yang lebih tinggi, serta daya tahan yang baik terhadap kondisi cuaca dan hama penyakit.
Kopi ini tumbuh optimal pada ketinggian 400 hingga 800 meter di atas permukaan laut, dengan umur simpan yang relatif lebih panjang. Kontribusi Temanggung untuk kopi robusta Jawa Tengah mencapai sekitar 43 persen dari total produksi.
"Kami menyadari bahwa pengembangan kopi tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas, penguatan kelembagaan petani, pengolahan pascapanen, hilirisasi produk, hingga akses pasar dan branding," katanya.