Temanggung (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Temanggung bersama Baznas RI meluncurkan program ZMart BAZNAS untuk mengembangkan warung/ritel mikro milik mustahik (penerima zakat) agar lebih mandiri, berdaya saing, dan naik kelas menjadi muzakki.
"Program ini bertujuan memperkuat kemandirian mustahik lewat program ZMART," kata Wakil Ketua Baznas Temanggung, Abdulloh Yusron Avesina, di Temanggung, Senin.
Dia mengatakan bantuan tersebut meliputi modal usaha, renovasi fisik, branding, pelatihan, dan pendampingan intensif.
"Program ZMART ini merupakan inovasi zakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterampilan mustahik dalam mengelola usaha warung secara profesional. Mustahik didorong agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan bersaing di tengah maraknya ritel modern, seperti minimarket dan platform e-commerce," katanya.
Ia mengatakan, selain meningkatkan keterampilan usaha, ZMART juga diarahkan untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah urban dan perkotaan melalui pemberdayaan ekonomi produktif.
"Yang jelas melalui program ini diharapkan mampu mengubah mustahik dari penerima zakat menjadi pelaku usaha mandiri, bahkan berpotensi naik kelas menjadi muzakki atau pemberi zakat di masa mendatang," katanya.
Ia menyebutkan, di Temaggung terdapat 40 orang penerima, dari Baznas RI 30 orang, kemudian ditambah Baznas Temanggung 10 orang.
"Setiap penerima itu nantinya mendapat bantuan sebesar Rp8.000.000," katanya.
Ia menjelaskan, melalui ZMART ini Baznas Temanggung tidak hanya menyalurkan bantuan berupa stok barang dan branding warung, tetapi juga memberikan pendampingan intensif dan pelatihan berkelanjutan.
"Salah satunya melalui Latihan Dasar Kewirausahaan (LDK) yang menjadi fondasi penting bagi para penerima," katanya.
Baca juga: Kantor Pertanahan Temanggung targetkan pemetaan bidang tanah 500 hektare PTSL