Brebes (ANTARA) - Desa Cikuya yang berada di wilayah Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terpilih sebagai lokasi sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Tahun 2026 Kodim 0713/Brebes karena desa ini menyimpan segudang potensi yang siap diakselerasi melalui kolaborasi lintas sektoral.
Komandan Kodim 0713/Brebes Letkol Infantri Sapto Broto di Brebes, Jumat, mengatakan bahwa TMMD kali ini tidak hanya menyasar pembangunan fisik seperti pengerasan jalan atau renovasi rumah tidak layak huni saha tetapi juga dalam pembangunan non-fisik.
"Kami hadir di Cikuya untuk membangun jiwa dan raga. Selain jalan, kami memberikan penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, hingga pelatihan UMKM agar potensi ekonomi kreatif warga lokal bisa naik kelas," katanya.
Kepala Desa Cikuya Sekod menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dipilihnya desanya sebagai sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa reguler.
Kehadiran TNI, kata dia, merupakan stimulan bagi warga untuk bangkit dan mengoptimalkan potensi desa yang selama ini "tertidur" karena keterbatasan sarana dan prasarana.
Program TMMD adalah wujud bakti TNI dalam membantu Pemerintah Daerah mengakselerasi pembangunan di wilayah tertinggal, terisolasi, maupun perbatasan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkokoh kemanunggalan TNI-Rakyat.
Desa Cikuya yang berada di area perbukitan memiliki posisi strategis di wilayah barat Kabupaten Brebes karena sebagai penghasil komoditas pertanian dan perkebunan yang mumpuni seperti padi, jagung, hingga hasil hutan non-kayu.
Melalui TMMD Reguler ke-127, fokus utama pembangunan adalah aksesibilitas jalan. Pembangunan infrastruktur jalan diharapkan dapat memangkas biaya logistik petani.
Dengan akses yang lebih layak, hasil bumi dari Cikuya dapat langsung didistribusikan ke pasar yang lebih luas tanpa terkendala medan yang sulit.
Selain pertanian, Desa Cikuya memiliki panorama alam yang asri dengan udara pegunungan yang segar dan masih terjaga menawarkan potensi pengembangan
Wisata Berbasis Masyarakat (Local Wisdom), budaya gotong royong warga yang masih kental.
Demikian pula agrowisata untuk pengembangan kebun buah atau wisata petik hasil bumi.