Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana mengembangkan moda transportasi massal BRT Trans Jateng untuk koridor Magelang-Temanggung atau Gelangmanggung pada 2027.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di Semarang, Jumat, menegaskan komitmennya dalam mengembangkan transportasi massal berbasis aglomerasi, salah satunya Trans Jateng Gelangmanggung pada 2027.

Kawasan aglomerasi Gelangmanggung, meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung.

Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, kata dia, moda transportasi massal berbasis aglomerasi tersebut diproyeksikan memangkas pengeluaran transportasi masyarakat.

"Kehadiran koridor baru ini diharapkan tidak hanya mendukung mobilitas harian masyarakat dan sektor pariwisata, tetapi juga menekan biaya transportasi warga," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Jateng Arief Djatmiko mengatakan bahwa koridor Magelang-Temanggung merupakan bagian dari sistem transportasi terintegrasi yang disiapkan seiring pengembangan kawasan aglomerasi Gelangmanggung.

"Persiapan pengembangan aglomerasi ini diawali dengan membangun komitmen bersama untuk integrasi dan kolaborasi sistem transportasi, mulai dari sistem primer hingga kota dan desa," katanya.

Menurut dia, komitmen tersebut telah diformalkan melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Gubernur Ahmad Luthfi dengan para bupati dan wali kota di wilayah pengembangan Gelangmanggung.

Komitmen tersebut mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat, Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan langkah tersebut sebagai awal penting dalam membangun sistem transportasi yang saling terhubung antarwilayah.

"Ini komitmen bersama Magelang-Temanggung untuk merancang mobilitas warga yang lebih terhubung, nyaman, dan berkelanjutan. Lewat kolaborasi aglomerasi, transportasi tidak lagi berdiri sendiri, tetapi saling menguatkan antarwilayah," katanya.

Koridor Gelangmanggung direncanakan melayani rute Terminal Maron (Kabupaten Temanggung)-Terminal Tidar (Kota Magelang)-Terminal Borobudur (Kabupaten Magelang) dengan dukungan 14 armada bus.

Saat ini, Dishub Provinsi Jawa Tengah sedang menyusun Detailed Engineering Design (DED) serta melanjutkan sosialisasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan, terkait rencana pembukaan koridor tersebut.

Selain itu, Pemprov Jateng juga menerapkan tarif khusus bagi pelajar, mahasiswa, buruh, veteran, dan lansia dari Rp 2.000 menjadi Rp 1.000, sesuai Keputusan Gubernur Jateng Nomor 100.3.3.1/124 tertanggal 30 April 2025 tentang Tarif Angkutan Aglomerasi Perkotaan Trans Jateng.

Sepanjang 2025, layanan Trans Jateng telah melayani 10,2 juta penumpang di tujuh koridor dengan total 115 unit bus, meliputi Semarang-Bawen (Kedungsepur), Purwokerto-Purbalingga (Barlingmascakep).

Kemudian, Semarang-Kendal (Kedungsepur), Magelang-Purworejo (Purwomanggung), Solo-Sragen (Subosukawonosraten), Semarang-Grobogan (Kedungsepur), serta Solo-Wonogiri (Subosukawonosraten).



Baca juga: Polda Jateng ungkap komplotan pengoplos elpiji subsidi beromset miliaran rupiah