Logo Header Antaranews Jateng

Wagub: Tanggul laut pantura wujud serius lindungi pesisir

Selasa, 5 Mei 2026 02:26 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Pembangunan tanggul laut kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa menjadi wujud keseriusan pemerintah memberikan perlindungan terhadap pesisir dari rob dan memenuhi kebutuhan air bersih warga kawasan itu, kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

"Saya minta nanti bupati dan wali kota segera turun, berkoordinasi dengan masyarakat bahwa ini akan ada segera pembangunan giant sea wall (tanggul laut)," katanya dalam pernyataan di Semarang, Senin.

Ia memastikan bahwa tanggul laut segera dibangun di pantura di wilayah Banten, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur

Kepastian itu, kata dia, diperoleh saat mengikuti acara Kick Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Ballroom Gedung Mina Bahari Kementerian Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Senin.

“Rakor ini kick off untuk memulai pembangunan giant sea wall. Kajiannya sudah selesai di Jateng. Dari Badan Otorita Pantura Jawa itu sudah kulanuwun (permisi) dengan kami sejak tujuh bulan yang lalu,” katanya.

Menurut sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu, rapat tersebut menjadi penanda dimulai tahapan pembangunan tanggul laut di kawasan Pantura Jawa.

Langkah itu, ujar dia, menunjukkan keseriusan pemerintah pusat dalam menindaklanjuti pembangunan perlindungan pesisir dari Banten hingga Jawa Timur.

Ia mengatakan pemerintah daerah segera mengoordinasikan rencana tersebut dengan masyarakat, terutama di wilayah prioritas di Jawa Tengah.

Dalam pembangunan tersebut, kata dia, daerah yang menjadi prioritas di Jateng, yakni Kabupaten Demak, Kota Semarang, dan Kabupaten Kendal.

Ia menjelaskan pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir itu tidak hanya untuk mengatasi rob, namun juga berdampak terhadap pemenuhan air bersih di kawasan Pantura Jateng, melalui keberadaan kolam retensi.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan menyampaikan penanganan Pantura Jawa akan dibagi berdasarkan segmentasi wilayah, misalnya Kendal-Semarang untuk wilayah Jateng.

Ia mengatakan kawasan Teluk Jakarta dan Kendal–Semarang telah menjalani sejumlah kajian teknis, seperti soil investigation, batimetri, dan pendalaman model penanganan lapangan.

"Pelaksanaan kegiatan ini tentunya bersama-sama dengan pemerintah daerah setempat, tidak bisa sendiri-sendiri," katanya.

Jateng memiliki garis pantai 1.127,85 kilometer dengan wilayah pantura 651,47 kilometer yang menjadi pusat aktivitas ekonomi, sekaligus rentan mengalami bencana pesisir.

Sejumlah persoalan dialami di wilayah pesisir Jateng, di antaranya abrasi, rob, penurunan muka tanah, kerusakan ekosistem pesisir, dan pencemaran.

Dalam kegiatan itu, hadir sejumlah kepala daerah di wilayah Pantura Jateng, antara lain Kota Semarang, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Demak, Kendal, Pemalang, Pekalongan, Rembang, dan Jepara.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026