Purwokerto (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengingatkan potensi banjir menyusul masih tingginya intensitas curah hujan pada periode Januari-Februari yang diprakirakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebagai puncak musim hujan.

"Peta potensi banjir ini kami sampaikan sebagai peringatan dini. Masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan, kami imbau meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan banjir," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma di Purwokerto, Banyumas, Kamis.

Ia mengatakan, berdasarkan pemetaan BPBD yang mengacu pada data BMKG, sejumlah kecamatan di Banyumas masuk dalam kategori potensi banjir menengah hingga tinggi.

Menurut dia, pemetaan tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam melakukan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.

Dalam hal ini, wilayah dengan potensi banjir menengah meliputi Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Cilongok, Gumelar, Jatilawang, Kalibagor, Kebasen, Kemranjen, Lumbir, Patikraja, Purwojati, Purwokerto Selatan, Rawalo, Sokaraja, Somagede, Sumpiuh, Tambak, dan Wangon.

Sementara wilayah dengan potensi banjir tinggi mencakup Kecamatan Ajibarang, Baturraden, Cilongok, Gumelar, Kedungbanteng, Kembaran, Patikraja, Purwojati, Purwokerto Barat, Purwokerto Selatan, Purwokerto Timur, Purwokerto Utara, Sokaraja, dan Wangon.

"Potensi banjir dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain curah hujan yang tinggi, kondisi daerah aliran sungai (DAS), kapasitas sistem drainase, serta aktivitas manusia di kawasan rawan genangan," katanya.

Terkait dengan hal itu, dia mengatakan BPBD Banyumas telah menginstruksikan jajaran internal, relawan kebencanaan, serta pemerintah kecamatan dan desa untuk melakukan langkah antisipasi, seperti pengecekan titik rawan banjir, kesiapan logistik, dan penguatan koordinasi lintas sektor.

Selain itu, kata dia, masyarakat diimbau untuk tidak membuang sampah ke sungai, rutin membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing, serta segera melaporkan jika terdapat tanda-tanda potensi bencana.

"Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Banyumas yang siaga 24 jam di nomor 0815-4880-8886," kata Irawan.





Baca juga: Pemkab Banyumas jaga ketersediaan pangan menjelang Ramadhan