Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan tersebut untuk memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Inilah napas-napas kebersamaan yang harus dilaksanakan sehingga tidak ada lagi organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak memiliki sense of crisis dalam pembangunan wilayah kita," katanya di Semarang, Senin.
Luthfi lantas mencontohkan kepekaan seperti dalam beberapa hari terakhir seluruh OPD Pemerintah Provinsi Jateng terjun langsung mengintervensi penanganan banjir dan rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang.
Penanganan jangka pendek, di antaranya pompanisasi, bantuan pangan, layanan kesehatan, pemasangan penghalang air (water barrier), rumah apung, bantuan keuangan, dan sebagainya. Jangka menengahnya adalah normalisasi sungai, sedangkan jangka panjangnya adalah pembangunan tanggul laut (giant sea wall).
"Seluruh OPD diturunkan untuk menangani setidaknya 22 desa yang terdampak rob dan banjir di Demak," kata mantan Kapolda Jateng itu.
Pada kesempatan itu, Luthfi mengatakan bahwa pelaksanaan retret tersebut dalam rangka menyamakan persepsi agar ada kolaborasi dalam membangun Jateng.
Menurut dia, upaya-upaya pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi butuh semangat kebersamaan.
"Karena kami bukan superman, melainkan superteam. Jadi, satu untuk semua, semuanya untuk satu," pungkasnya.
Selama sepekan ini, setidaknya ada sebanyak 438 peserta, terdiri atas wakil bupati/walikota, kepala OPD, direktur BUMD, pejabat administrator, hingga analis kebijakan mengikuti kegiatan retret tersebut.
Mereka mendapatkan pembekalan dari berbagai lembaga seperti Bappenas, Kemen PANRB, Kemendagri, KPK RI, kejaksaan tinggi, tokoh agama, dan widyaiswara BPSDMD Jateng.
Salah satunya, Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin mengapresiasi kegiatan retret sebagai upaya dalam menyatukan langkah dan koordinasi yang baik antardaerah untuk pembangunan di Jateng.
Selain itu, kata dia, retret juga menjadi ruang silaturahmi dan diskusi antardaerah di Jateng, mulai dari mengurai permasalahan hingga mencari solusi terbaik.
Hal tersebut disampaikannya saat menutup kegiatan "Manunggal Leadership Retret Ngopeni Ngelakoni Jateng", di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jateng.
Baca juga: Pekalongan giatkan gerakan ASN perkuat pelaksanaan program Genting
Gubernur Jateng minta ASN peka terhadap persoalan warga
Selasa, 17 Juni 2025 8:33 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menutup kegiatan "Manunggal Leadership Retret Ngopeni Ngelakoni Jateng" di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jateng, Senin (16/6/2025). ANTARA/HO-Pemprov Jateng
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Komisi III Kabupaten Tegal tinjau PT Mitra Sentra Manunggal, diduga langgar aturan
18 October 2025 6:32 WIB
Kronologis dua warga Demak tewas saat berenang di Manunggal Jati Semarang
11 September 2022 22:16 WIB, 2022
Jenderal Dudung Abdurachman canangkan Program TNI AD Manunggal Air di Kabupaten Magelang
24 March 2022 20:53 WIB, 2022
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wali Kota Surakarta sebut pentingnya adaptasi di tengah perkembangan zaman
31 January 2026 22:02 WIB
Pemprov Jateng sediakan layanan pemulihan psikologis bagi penyintas bencana
31 January 2026 19:29 WIB
Pemerintah beri diskon 50 persen untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan sektor transportasi
31 January 2026 16:58 WIB