Satu rumah di Karanganyar rusak akibat gempa Gunungkidul
Selasa, 27 Agustus 2024 12:38 WIB
Petugas memperlihatkan rumah rusak akibat gempa di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (26/8/2024) malam. (ANTARA/HO-Dokumentasi BPBD Kabupaten Karanganyar).
Karanganyar (ANTARA) - Satu rumah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah rusak akibat gempa yang terjadi di 95 km barat daya Gunungkidul, DIY dengan kedalaman 30 km, pukul 19.57 WIB, Senin (26/8).
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Hendro Prayitno di Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa mengatakan rumah rusak yang terdampak gempa tersebut ada di Dusun Bendorejo, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih.
Rumah tersebut rusak di bagian dinding atas. Lapisan semen rumah ambrol akibat gempa. Meski demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Ia mengatakan BPBD Karanganyar langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga. Menurut dia, petugas BPBD langsung mengecek, mendata, dan melakukan tindakan.
"Jadi saat itu, pemilik rumahnya yang bernama Hartoyono sedang berada di depan televisi, tiba-tiba terjadi guncangan dan bergegas keluar rumah," katanya.
Setelah kembali ke dalam rumah, Hartoyono baru mengetahui ada beberapa bagian di rumahnya yang rusak. Terkait hal itu, dikatakannya, pemilik rumah sudah berkoordinasi dengan warga sekitar untuk melakukan kerja bakti membenahi kerusakan tersebut.
Meski demikian, pihak BPBD tetap melaporkan kejadian tersebut kepada bupati.
"Hari ini kami koordinasi dengan Baznas berupaya membantu warga terdampak," katanya.
Sebelumnya, pada keterangan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dengan kekuatan 5.8 SR tersebut tidak berpotensi tsunami.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Hendro Prayitno di Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa mengatakan rumah rusak yang terdampak gempa tersebut ada di Dusun Bendorejo, Desa Ngadiluwih, Kecamatan Matesih.
Rumah tersebut rusak di bagian dinding atas. Lapisan semen rumah ambrol akibat gempa. Meski demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Ia mengatakan BPBD Karanganyar langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga. Menurut dia, petugas BPBD langsung mengecek, mendata, dan melakukan tindakan.
"Jadi saat itu, pemilik rumahnya yang bernama Hartoyono sedang berada di depan televisi, tiba-tiba terjadi guncangan dan bergegas keluar rumah," katanya.
Setelah kembali ke dalam rumah, Hartoyono baru mengetahui ada beberapa bagian di rumahnya yang rusak. Terkait hal itu, dikatakannya, pemilik rumah sudah berkoordinasi dengan warga sekitar untuk melakukan kerja bakti membenahi kerusakan tersebut.
Meski demikian, pihak BPBD tetap melaporkan kejadian tersebut kepada bupati.
"Hari ini kami koordinasi dengan Baznas berupaya membantu warga terdampak," katanya.
Sebelumnya, pada keterangan yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dengan kekuatan 5.8 SR tersebut tidak berpotensi tsunami.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS dorong daya saing UMKM Witpari Karanganyar lewat produksi modern dan pemasaran digital
08 February 2026 16:03 WIB
Polres Karanganyar pastikan keamanan menu SPPG YKB lewat pemeriksaan food safety
03 February 2026 18:17 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
BPJS Kesehatan Surakarta jalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Karanganyar
27 January 2026 18:31 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Pemprov Jateng kaji geologi lahan huntara korban tanah gerak di Kabupaten Tegal
10 February 2026 11:31 WIB
Gubernur pastikan korban tanah gerak di Desa Padasari Tegal dapat hunian tetap
06 February 2026 21:31 WIB
Wapres minta warga terdampak tanah bergerak di Kabupaten Tegal tinggalkan rumah
06 February 2026 21:26 WIB
Wapres Gibran dan Gubernur Jateng kunjungi pengungsi korban tanah gerak di Tegal
06 February 2026 14:06 WIB
Pemkab Tegal: Pergerakan tanah masih bersifat dinamis berdampak ratusan rumah
04 February 2026 21:01 WIB