PGRI Jateng jajaki pendirian Rumah Sakit Guru
Minggu, 4 Agustus 2024 6:45 WIB
Ketua PGRI Jawa Tengah Dr Muhdi saat Konferensi Provinsi PGRI Jateng Masa Bhakti XXIII Tahun 2024 yang berlangsung di Balairung Universitas PGRI Semarang, Sabtu (3/8/2024). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
Semarang (ANTARA) - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah sedang menjajaki pendirian Rumah Sakit (RS) Guru sebagai bagian dari proses pengembangan aset dan usaha yang menyokong keberlangsungan organisasi.
"Selama beberapa tahun terakhir usaha dan aset PGRI Jateng terus mengalami pengembangan. Bila sebelumnya kita punya Bank Guru yang segera buka cabang di Kota Salatiga, sekarang kami juga sedang menjajaki untuk mendirikan RS Guru," kata Ketua PGRI Jateng Muhdi di Semarang, Sabtu.
Dia mengatakan hal tersebut di sela Sidang Pleno Konferensi Provinsi PGRI Jateng Masa Bhakti XXIII Tahun 2024 yang berlangsung di Balairung Universitas PGRI Semarang (Upgris)
Menurut dia, RS Guru menjadi salah satu target pengembangan organisasi dengan menimbang pentingnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk bagi guru.
Selain bisa menjadi layanan kesehatan untuk anggota dan masyarakat, kata dia, RS Guru bisa menjadi bentuk baru pengembangan usaha PGRI sebagai sebuah organisasi.
"Bila ada guru yang sakit, berobatnya ke RS Guru. Tentu bukan hal yang mustahil. Semoga pengurus baru yang terpilih nanti bisa segera merealisasikannya," kata mantan Rektor Upgris tersebut.
Selain penjajakan RS Guru, Muhdi juga menyampaikan wacana untuk merevitalisasi Gedung PGRI Jateng yang saat ini sudah terlalu tua dan kurang representatif untuk menopang perluasan lembaga-lembaga bagian organisasi.
"Gedungnya sudah kalah jauh dengan gedung PGRI di kabupaten/kota. Untuk pengembangan lembaga organisasi juga sudah tidak memungkinkan," katanya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan pentingnya guru bersiap untuk menghadapi perubahan yang cepat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, termasuk dalam sistem pendidikan.
"Menyongsong Indonesia Emas akan ada perubahan yang menurut saya sangat cepat, bahkan radikal. Ini terjadi juga di pendidikan," katanya.
Diakuinya, para guru sudah banyak belajar menghadapi perubahan, terutama saat era pandemi COVID-19 yang membuat perubahan model belajar dari biasanya sistem tatap muka menjadi dalam jaringan (daring) menggunakan koneksi internet.
Namun, Muhdi mengingatkan bahwa perubahan yang akan terjadi ke depan bisa saja menyentuh aspek substansial sehingga guru harus bersiap diri menjadi guru yang adaptif terhadap perubahan.
"Selama beberapa tahun terakhir usaha dan aset PGRI Jateng terus mengalami pengembangan. Bila sebelumnya kita punya Bank Guru yang segera buka cabang di Kota Salatiga, sekarang kami juga sedang menjajaki untuk mendirikan RS Guru," kata Ketua PGRI Jateng Muhdi di Semarang, Sabtu.
Dia mengatakan hal tersebut di sela Sidang Pleno Konferensi Provinsi PGRI Jateng Masa Bhakti XXIII Tahun 2024 yang berlangsung di Balairung Universitas PGRI Semarang (Upgris)
Menurut dia, RS Guru menjadi salah satu target pengembangan organisasi dengan menimbang pentingnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk bagi guru.
Selain bisa menjadi layanan kesehatan untuk anggota dan masyarakat, kata dia, RS Guru bisa menjadi bentuk baru pengembangan usaha PGRI sebagai sebuah organisasi.
"Bila ada guru yang sakit, berobatnya ke RS Guru. Tentu bukan hal yang mustahil. Semoga pengurus baru yang terpilih nanti bisa segera merealisasikannya," kata mantan Rektor Upgris tersebut.
Selain penjajakan RS Guru, Muhdi juga menyampaikan wacana untuk merevitalisasi Gedung PGRI Jateng yang saat ini sudah terlalu tua dan kurang representatif untuk menopang perluasan lembaga-lembaga bagian organisasi.
"Gedungnya sudah kalah jauh dengan gedung PGRI di kabupaten/kota. Untuk pengembangan lembaga organisasi juga sudah tidak memungkinkan," katanya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan pentingnya guru bersiap untuk menghadapi perubahan yang cepat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, termasuk dalam sistem pendidikan.
"Menyongsong Indonesia Emas akan ada perubahan yang menurut saya sangat cepat, bahkan radikal. Ini terjadi juga di pendidikan," katanya.
Diakuinya, para guru sudah banyak belajar menghadapi perubahan, terutama saat era pandemi COVID-19 yang membuat perubahan model belajar dari biasanya sistem tatap muka menjadi dalam jaringan (daring) menggunakan koneksi internet.
Namun, Muhdi mengingatkan bahwa perubahan yang akan terjadi ke depan bisa saja menyentuh aspek substansial sehingga guru harus bersiap diri menjadi guru yang adaptif terhadap perubahan.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemprov Jateng sebut kawasan industri jadi magnet investasi tanamkan modali
12 February 2026 20:33 WIB
Pemprov Jateng siapkan perawatan rutin jaga nyala Api Abadi Mrapen tidak meredup
12 February 2026 19:54 WIB
BPS: KEK dan kawasan industri memiliki berkontribusi tumbuhkan ekonomi Jateng
12 February 2026 19:49 WIB
Disnakertrans Jateng dan BPJS Ketenagakerjaan perkuat sinergi, serahkan santunan ke ahli waris pekerja
12 February 2026 18:38 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB