Ada lomba membatik motif Nusantara
Kamis, 18 Juli 2024 6:55 WIB
Puluhan peserta sedang mengikuti lomba membatik motif nusantara yang diselenggarakan oleh Museum Batik Pekalongan, Rabu (17/7/2024). (ANTARA/Kutnadi)
Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Ke-18 Museum Batik Pekalongan menyelenggarakan lomba membatik dengan motif Nusantara.
"Para peserta kami berikan kain yang masih kosong, kemudian membuat motif batik sesuai kreativitas masing-masing dengan melakukan pelekatan malam menggunakan canting," kata Kepala Museum Batik Pekalongan Nurhayati Sinaga di Pekalongan, Rabu.
Menurut dia, lomba membatik dengan tema Pusaka Dwipantara diikuti oleh 50 peserta dengan batas usia 18 tahun hingga 50 tahun.
Pemkot, kata dia, terus berupaya lebih mengenalkan bagaimana proses pembuatan batik menjadi sebuah karya yang cantik.
"Akan tetapi, untuk mendapatkan sebuah karya yang cantik ini tidak mudah karena membutuhkan ketelitian, ketekunan, dan kreativitas tinggi," katanya.
Nurhayati Sinaga mengatakan pada lomba ini, peserta akan melakukan proses membatik dengan pelekatan malam tidak sampai ke pewarnaan karena keterbatasan waktu.
Namun, kata dia, antusias masyarakat luar biasa karena pada hari pertama pendaftaran kuota peserta penuh dan hari ini semua peserta hadir tepat waktu.
"Kami berharap dengan adanya lomba membatik ini, Museum Batik bisa mencapai satu harapan yang sederhana namun masih sulit untuk dilakukan yaitu batik bisa lestari sepanjang masa," katanya.
"Para peserta kami berikan kain yang masih kosong, kemudian membuat motif batik sesuai kreativitas masing-masing dengan melakukan pelekatan malam menggunakan canting," kata Kepala Museum Batik Pekalongan Nurhayati Sinaga di Pekalongan, Rabu.
Menurut dia, lomba membatik dengan tema Pusaka Dwipantara diikuti oleh 50 peserta dengan batas usia 18 tahun hingga 50 tahun.
Pemkot, kata dia, terus berupaya lebih mengenalkan bagaimana proses pembuatan batik menjadi sebuah karya yang cantik.
"Akan tetapi, untuk mendapatkan sebuah karya yang cantik ini tidak mudah karena membutuhkan ketelitian, ketekunan, dan kreativitas tinggi," katanya.
Nurhayati Sinaga mengatakan pada lomba ini, peserta akan melakukan proses membatik dengan pelekatan malam tidak sampai ke pewarnaan karena keterbatasan waktu.
Namun, kata dia, antusias masyarakat luar biasa karena pada hari pertama pendaftaran kuota peserta penuh dan hari ini semua peserta hadir tepat waktu.
"Kami berharap dengan adanya lomba membatik ini, Museum Batik bisa mencapai satu harapan yang sederhana namun masih sulit untuk dilakukan yaitu batik bisa lestari sepanjang masa," katanya.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Pekalongan Kota tingkatkan patroli di lokasi rawan cegah gangguan kamtibmas
10 March 2026 14:14 WIB
Pekalongan optimalkan 27 lampu pengatur lalu lintas tekan kepadatan arus kendaraan
10 March 2026 14:13 WIB
Pemkot Pekalongan tingkatkan pemeriksaan kelaikan angkutan bus untuk Lebaran
08 March 2026 13:15 WIB
KPK akan periksa suami dan anak Fadia Arafiq, terkait aliran dana dugaan korupsi
06 March 2026 14:09 WIB
Terpopuler - Seni dan Budaya
Lihat Juga
Komite Seni Budaya Nusantara puji pentas wayang kulit Ketua DPRD Jateng Sumanto
02 March 2026 12:29 WIB
Balefest 2025 Suarasa Balekambang siap hibur masyarakat pada pergantian tahun
08 December 2025 19:39 WIB