Replikasi Kios TPID mampu kendalikan harga komoditas
Rabu, 26 Juni 2024 13:08 WIB
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra. (ANTARA/HO-BI Jateng)
Semarang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menilai bahwa replikasi terhadap kios Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di sejumlah daerah mampu mengendalikan harga komoditas, terutama beras.
Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra, di Semarang, Selasa, menyebutkan kios pertama didirikan BI Jateng bersama TPID Kota Semarang di Pasar Kanjengan dengan nama Kios Pangan Aman Tersedia Untuk Warga Kita (Pandawa Kita).
"Pak Pj (Penjabat Gubernur Jateng, red.) mengeluarkan surat kepada seluruh kabupaten/kota di Jateng untuk mereplikasi yang kami lakukan di Kota Semarang," katanya, saat "Update Informasi dan Perkembangan Ekonomi Regional Jateng".
Menurut dia, mekanisme yang diterapkan Kios Pandawa Kita adalah dengan memotong rantai distribusi beras yang selama ini berlapis-lapis sehingga harga komoditas bisa dijual dengan harga yang lebih rendah.
"Jadi, kami membuat 'offtaker' melalui BUMP (badan usaha milik petani). BUMP itu berisi gabungan petani dan kelompok tani yang juga membelinya (beras, red.) dari petani di Jateng," katanya.
Saat ini, kata dia, kios Pandawa Kita sudah direplikasi di delapan kabupaten/kota di Jateng sehingga total ada sembilan kios TPID yang beroperasi untuk mengendalikan harga komoditas.
Tidak hanya beras, kios TPID juga menyediakan berbagai komoditas pangan strategis yang selama ini menjadi penyumbang inflasi, seperti minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam.
"Saat ini (kios TPID, red.) sudah di-'copy paste' di delapan kabupaten/kota lain. Dan ada tiga lainnya yang sedang dalam pembentukan lagi," kata Rahmat.
Sebelumnya, Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana baru saja meresmikan Kios Sinergi Inflasi Makin Harmonis (Si-Manis) Mart di Pasar Bulu, Semarang, Kamis (20/6) lalu, sebagai salah satu upaya menjaga laju inflasi.
Program Si-Manis Mart merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Provinsi Jateng dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Satgas Pangan, Bank Indonesia, Bulog, BPS, dan BUMD.
Si-Manis Mart menjual sejumlah komoditas pangan strategis, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, hingga cabai dengan harga lebih terjangkau.
Di daerah lain, seperti Kabupaten Magelang juga ada kios serupa yang diberi nama Toko Kendali Inflasi (Token) di Pasar Muntilan yang merupakan kolaborasi TPID, BI Jateng, dan Pemkab Magelang.
Setelah Pasar Muntilan, Pemkab Magelang berharap BI kembali memfasilitasi replikasi Token yang rencananya akan dibuka di dua pasar, yakni Pasar Salaman dan Pasar Grabag, Kabupaten Magelang.
Kepala Perwakilan BI Jateng Rahmat Dwisaputra, di Semarang, Selasa, menyebutkan kios pertama didirikan BI Jateng bersama TPID Kota Semarang di Pasar Kanjengan dengan nama Kios Pangan Aman Tersedia Untuk Warga Kita (Pandawa Kita).
"Pak Pj (Penjabat Gubernur Jateng, red.) mengeluarkan surat kepada seluruh kabupaten/kota di Jateng untuk mereplikasi yang kami lakukan di Kota Semarang," katanya, saat "Update Informasi dan Perkembangan Ekonomi Regional Jateng".
Menurut dia, mekanisme yang diterapkan Kios Pandawa Kita adalah dengan memotong rantai distribusi beras yang selama ini berlapis-lapis sehingga harga komoditas bisa dijual dengan harga yang lebih rendah.
"Jadi, kami membuat 'offtaker' melalui BUMP (badan usaha milik petani). BUMP itu berisi gabungan petani dan kelompok tani yang juga membelinya (beras, red.) dari petani di Jateng," katanya.
Saat ini, kata dia, kios Pandawa Kita sudah direplikasi di delapan kabupaten/kota di Jateng sehingga total ada sembilan kios TPID yang beroperasi untuk mengendalikan harga komoditas.
Tidak hanya beras, kios TPID juga menyediakan berbagai komoditas pangan strategis yang selama ini menjadi penyumbang inflasi, seperti minyak goreng, gula pasir, dan telur ayam.
"Saat ini (kios TPID, red.) sudah di-'copy paste' di delapan kabupaten/kota lain. Dan ada tiga lainnya yang sedang dalam pembentukan lagi," kata Rahmat.
Sebelumnya, Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana baru saja meresmikan Kios Sinergi Inflasi Makin Harmonis (Si-Manis) Mart di Pasar Bulu, Semarang, Kamis (20/6) lalu, sebagai salah satu upaya menjaga laju inflasi.
Program Si-Manis Mart merupakan bentuk kolaborasi Pemerintah Provinsi Jateng dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Satgas Pangan, Bank Indonesia, Bulog, BPS, dan BUMD.
Si-Manis Mart menjual sejumlah komoditas pangan strategis, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, hingga cabai dengan harga lebih terjangkau.
Di daerah lain, seperti Kabupaten Magelang juga ada kios serupa yang diberi nama Toko Kendali Inflasi (Token) di Pasar Muntilan yang merupakan kolaborasi TPID, BI Jateng, dan Pemkab Magelang.
Setelah Pasar Muntilan, Pemkab Magelang berharap BI kembali memfasilitasi replikasi Token yang rencananya akan dibuka di dua pasar, yakni Pasar Salaman dan Pasar Grabag, Kabupaten Magelang.
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim Pengabdian UMS gelar parenting di KB/TK Ummahaat Aisyiyah Cemani, Grogol
27 January 2026 12:21 WIB
Tim Pengabdian UMS serahkan media pembelajaran kit listrik dinamis ke SMP Muhammadiyah 1 Kartasura
26 January 2026 13:07 WIB
Tim Rescue Dompet Dhuafa ikut operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh
22 January 2026 10:22 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB