Mahasiswa Unsoed temukan metode analisis jamin keaslian bawang merah Brebes
Kamis, 19 Oktober 2023 16:17 WIB
Aktivitas laboratorium ekstraksi minyak atsiri oleh mahasiswa Farmasi Unsoed peneliti keaslian bawang merah asal brebes. ANTARA/HO-Unsoed
Purwokerto (ANTARA) - Mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan yang tergabung dalam Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berhasil menemukan metode analisis untuk menjamin keaslian bawang merah asal Brebes.
"Hal ini diprakarsai oleh adanya kasus penipuan bawang merah asal Brebes di pasaran yang diketahui memiliki aroma yang lebih kuat sehingga harga jualnya lebih tinggi dibandingkan varietas lain," kata Ketua Tim PKM Farmasi Yana Setyani Pradina dalam keterangan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.
Dia mengatakan harga jual yang tinggi itu mendorong penjual untuk menggantinya dengan bawang merah lain yang harganya lebih rendah, sehingga penjual akan memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Menurut dia, kasus penipuan bawang merah asal Brebes yang sering terjadi di pasaran dikhawatirkan dapat merugikan para pelaku industri makanan secara luas.
Oleh karena itu, kata dia, Tim PKM Farmasi dengan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, mengembangkan suatu metode inovatif, yakni berupa analisis gas chromatography - Flame Ionization Detector (GC-FID) fingerprinting yang dikombinasikan dengan kemometrik untuk menjamin keaslian bawang merah asal Brebes.
"Penelitian kami lakukan di Laboratorium Kimia Analisis Farmasi bersama dengan anggota tim yang terdiri atas Adelia Puteri, Gina Fauzia Rachma, Nazwa Balqis, dan Gerli Puspita Anggraini," ungkapnya.
Yana mengatakan penelitian tersebut dibimbing secara intensif oleh salah seorang dosen di bidang Kimia Analisis Farmasi, yakni Dr.nat.techn.apt. Hendri Wasito, M.Sc.
Baca juga: Pengamat: Sosok Mahfud MD merupakan pilihan rasional PDI Perjuangan
Dalam penelitian tersebut, kata dia, Tim PKM Farmasi mengekstrak minyak atsiri dalam bawang merah asal Brebes serta beberapa varietas bawang merah lainnya.
Menurut dia, minyak atsiri yang dihasilkan kemudian dianalisis dengan instrumen kromatografi gas sehingga dihasilkan data kromatogram yang cukup kompleks.
"Teknik kemometrik berupa principal component analysis (PCA), partial least square discriminant analysis (PLS-DA), dan hierarchical clustering analysis (HCA) digunakan dalam analisis data kromatogram," jelasnya.
Ia mengatakan hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas beberapa bawang merah termasuk di dalamnya adalah varietas bawang merah Brebes membentuk clustering atau pengelompokan.
"Begitu juga dengan varietas Bima Brebes dapat terpisah dengan varietas lainnya secara lebih jelas," tegasnya.
Dengan demikian, kata dia, analisis kemometrik dalam penelitian itu menunjukkan keberhasilan dalam memvisualisasikan data kromatogram untuk proses autentikasi bawang merah asal Brebes.
Dengan alternatif metode analisis yang dilakukan dalam penelitian tersebut, lanjut dia, juga diharapkan mampu menjadi pedoman kontrol kualitas bagi para pelaku industri pangan, sehingga dapat terhindar dari kerugian biaya akibat penipuan bahan baku, khususnya bawang merah asal Brebes yang lebih berkualitas.
Baca juga: Pakar: Susun peta jalan yang komprehensif menuju kedaulatan pangan
Baca juga: Mahasiswa Unsoed manfaatkan umbi gembolo jadi yoghurt sinbiotik
Baca juga: Mahasiswa Unsoed ciptakan Super Hydrophobic sand mulch gantikan mulsa plastik
"Hal ini diprakarsai oleh adanya kasus penipuan bawang merah asal Brebes di pasaran yang diketahui memiliki aroma yang lebih kuat sehingga harga jualnya lebih tinggi dibandingkan varietas lain," kata Ketua Tim PKM Farmasi Yana Setyani Pradina dalam keterangan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis.
Dia mengatakan harga jual yang tinggi itu mendorong penjual untuk menggantinya dengan bawang merah lain yang harganya lebih rendah, sehingga penjual akan memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Menurut dia, kasus penipuan bawang merah asal Brebes yang sering terjadi di pasaran dikhawatirkan dapat merugikan para pelaku industri makanan secara luas.
Oleh karena itu, kata dia, Tim PKM Farmasi dengan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, mengembangkan suatu metode inovatif, yakni berupa analisis gas chromatography - Flame Ionization Detector (GC-FID) fingerprinting yang dikombinasikan dengan kemometrik untuk menjamin keaslian bawang merah asal Brebes.
"Penelitian kami lakukan di Laboratorium Kimia Analisis Farmasi bersama dengan anggota tim yang terdiri atas Adelia Puteri, Gina Fauzia Rachma, Nazwa Balqis, dan Gerli Puspita Anggraini," ungkapnya.
Yana mengatakan penelitian tersebut dibimbing secara intensif oleh salah seorang dosen di bidang Kimia Analisis Farmasi, yakni Dr.nat.techn.apt. Hendri Wasito, M.Sc.
Baca juga: Pengamat: Sosok Mahfud MD merupakan pilihan rasional PDI Perjuangan
Dalam penelitian tersebut, kata dia, Tim PKM Farmasi mengekstrak minyak atsiri dalam bawang merah asal Brebes serta beberapa varietas bawang merah lainnya.
Menurut dia, minyak atsiri yang dihasilkan kemudian dianalisis dengan instrumen kromatografi gas sehingga dihasilkan data kromatogram yang cukup kompleks.
"Teknik kemometrik berupa principal component analysis (PCA), partial least square discriminant analysis (PLS-DA), dan hierarchical clustering analysis (HCA) digunakan dalam analisis data kromatogram," jelasnya.
Ia mengatakan hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas beberapa bawang merah termasuk di dalamnya adalah varietas bawang merah Brebes membentuk clustering atau pengelompokan.
"Begitu juga dengan varietas Bima Brebes dapat terpisah dengan varietas lainnya secara lebih jelas," tegasnya.
Dengan demikian, kata dia, analisis kemometrik dalam penelitian itu menunjukkan keberhasilan dalam memvisualisasikan data kromatogram untuk proses autentikasi bawang merah asal Brebes.
Dengan alternatif metode analisis yang dilakukan dalam penelitian tersebut, lanjut dia, juga diharapkan mampu menjadi pedoman kontrol kualitas bagi para pelaku industri pangan, sehingga dapat terhindar dari kerugian biaya akibat penipuan bahan baku, khususnya bawang merah asal Brebes yang lebih berkualitas.
Baca juga: Pakar: Susun peta jalan yang komprehensif menuju kedaulatan pangan
Baca juga: Mahasiswa Unsoed manfaatkan umbi gembolo jadi yoghurt sinbiotik
Baca juga: Mahasiswa Unsoed ciptakan Super Hydrophobic sand mulch gantikan mulsa plastik
Pewarta : KSM
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KAI Purwokerto siapkan 50.995 tempat duduk antisipasi lonjakan penumpang saat libur Imlek
12 February 2026 13:50 WIB
KAI inspeksi Daop 5 Purwokerto pastikan kesiapan Angkutan Lebaran 2026 lintas selatan
10 February 2026 18:55 WIB
OJK Purwokerto: UMKM masih jadi penopang kinerja jasa keuangan di Banyumas Raya
29 January 2026 13:24 WIB
Akademisi Unsoed: Kuatkan destana di sekitar Gunung Slamet untuk hadapi ancaman bencana
28 January 2026 16:49 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
UIN Walisongo kukuhkan 10 guru besar, komitmen sebagai kampus unggul dan bereputasi global
1 jam lalu
KKN MMK Posko 4 UIN Walisongo terapkan praktek pembuatan biopori di MI Ma'arif Serangsari
13 February 2026 8:48 WIB
UIN Walisongo Semarang hadir di Edufair MAN Temanggung, sosialisasikan keunggulan dan jalur masuk
13 February 2026 8:35 WIB
Forum akademik FEB UMS bahas pembangunan ekonomi, kesejahteraan, dan kualitas pekerjaan di era global
12 February 2026 19:40 WIB
SMA Baitul Quran Subang kunjungi UIN Walisongo, kagumi konsep Unity of Science
12 February 2026 16:15 WIB
UMS kembangkan konten jurnalistik karosel edukatif berakar pada identitas nusantara
12 February 2026 14:52 WIB
UMS siap akselerasi transformasi perguruan tinggi berdampak berkelanjutan
11 February 2026 18:15 WIB
LLDIKTI VI dorong pendidikan tinggi Jawa Tengah yang adaptif dan berdampak
11 February 2026 16:47 WIB