Kota Magelang bebas penyakit frambusia
Kamis, 23 Februari 2023 9:36 WIB
Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz menerima Sertifikat Bebas Frambusia untuk Kota Magelang dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Selasa (21/2/2023). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang
Magelang (ANTARA) - Kota Magelang menjadi salah satu di antara 103 kabupaten dan kota yang dinyatakan bebas penyakit frambusia sehingga Wali Kota Muchamad Nur Aziz menerima Sertifikat Bebas Frambusia dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang diterima di Magelang, Kamis, menyebutkan penyerahan sertifikat tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs) Sedunia digelar di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Selasa (21/2).
Frambusia adalah infeksi kulit yang disebabkan bakteri Treponema pallidum pertenue atau biasa dikenal dengan Patek. Penyakit menular ini biasanya terjadi di negara dengan wilayah tropis yang memiliki sanitasi buruk, seperti Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Oceani.
Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengungkapkan pentingnya mempertahankan status tersebut dengan berbagai kegiatan yang terencana secara baik.
"Jangan sampai kasus Frambusia terjadi di Kota Magelang. Semoga Kota Magelang semakin baik dan jadi kota sehat," kata Aziz yang juga dokter tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr Istikomah menjelaskan penerimaan sertifikat bebas frambusia merupakan apresiasi terhadap pemerintah daerah yang telah melakukan upaya surveilans frambusia berkinerja baik dan serangkaian kegiatan pencegahan serta pengendalian penyakit menular demi menyukseskan eradikasi frambusia di Indonesia.
"Kota Magelang dinyatakan zero kasus selama beberapa tahun dan enam bulan terakhir, tapi kita optimis bahwa memang tidak ada kasus," katanya.
Pihaknya sudah melakukan upaya penemuan suspek penyakit itu, pemeriksaan, pencatatan dan pelaporan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan promosi kesehatan, serta pengendalian faktor risiko penyakit menular.
"Hal-hal tersebut di atas merupakan parameter kinerja kita dalam hal eradikasi frambusia," katanya.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan saat ini NTDs terdapat 20 di seluruh dunia, lima di antaranya di Indonesia dengan ditambah satu penyakit rabies.
"Neglected Tropical Diseases (NTDs) ini menular. Penyebabnya sama seperti yang menyebabkan penyakit menular di Indonesia itu patogen," katanya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada kepala daerah yang sudah bekerja keras dalam upaya mengurangi atau mengeliminasi NTDs di masing-masing wilayah.
"Saya terima kasih sekali buat teman-teman kepala daerah yang sudah mengurangi, mengeliminasi (NTDs, red.). Dengan ini mudah-mudahan masyarakat kita bisa hidup lebih sehat, lingkungan juga lebih sehat," ujar dia.
Rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang diterima di Magelang, Kamis, menyebutkan penyerahan sertifikat tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs) Sedunia digelar di Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Selasa (21/2).
Frambusia adalah infeksi kulit yang disebabkan bakteri Treponema pallidum pertenue atau biasa dikenal dengan Patek. Penyakit menular ini biasanya terjadi di negara dengan wilayah tropis yang memiliki sanitasi buruk, seperti Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Oceani.
Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz mengungkapkan pentingnya mempertahankan status tersebut dengan berbagai kegiatan yang terencana secara baik.
"Jangan sampai kasus Frambusia terjadi di Kota Magelang. Semoga Kota Magelang semakin baik dan jadi kota sehat," kata Aziz yang juga dokter tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang dr Istikomah menjelaskan penerimaan sertifikat bebas frambusia merupakan apresiasi terhadap pemerintah daerah yang telah melakukan upaya surveilans frambusia berkinerja baik dan serangkaian kegiatan pencegahan serta pengendalian penyakit menular demi menyukseskan eradikasi frambusia di Indonesia.
"Kota Magelang dinyatakan zero kasus selama beberapa tahun dan enam bulan terakhir, tapi kita optimis bahwa memang tidak ada kasus," katanya.
Pihaknya sudah melakukan upaya penemuan suspek penyakit itu, pemeriksaan, pencatatan dan pelaporan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dan promosi kesehatan, serta pengendalian faktor risiko penyakit menular.
"Hal-hal tersebut di atas merupakan parameter kinerja kita dalam hal eradikasi frambusia," katanya.
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan saat ini NTDs terdapat 20 di seluruh dunia, lima di antaranya di Indonesia dengan ditambah satu penyakit rabies.
"Neglected Tropical Diseases (NTDs) ini menular. Penyebabnya sama seperti yang menyebabkan penyakit menular di Indonesia itu patogen," katanya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada kepala daerah yang sudah bekerja keras dalam upaya mengurangi atau mengeliminasi NTDs di masing-masing wilayah.
"Saya terima kasih sekali buat teman-teman kepala daerah yang sudah mengurangi, mengeliminasi (NTDs, red.). Dengan ini mudah-mudahan masyarakat kita bisa hidup lebih sehat, lingkungan juga lebih sehat," ujar dia.
Pewarta : Hari
Editor : M Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
Pemkot Semarang siapkan penyelenggaraan karnaval Dugderan jelang Ramadhan
06 February 2026 19:33 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB