PMI Kudus masih temukan darah mengandung berbagai penyakit
Selasa, 31 Januari 2023 16:17 WIB
Stok darah yang dimiliki PMI Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)
Kudus (ANTARA) - PMI Cabang Kudus, Jawa Tengah, selama melayani donor masih sering menemukan darah yang mengandung penyakit, mulai dari hepatitis, sipilis, hingga HIV.
"Selama ini, jenis penyakit berbahaya yang sering terdeteksi dari para pendonor berupa penyakit hepatitis selain pula penyakit lainnya," kata Sekretaris PMI Cabang Kudus Imam Santoso di Kudus, Selasa.
Hanya saja, kata dia, jumlah kantong darah yang ditemukan mengandung penyakit memang tidak banyak dari total 19.534 kantong darah yang diperoleh sepanjang tahun 2022.
Jumlah tersebut, imbuh dia, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya hanya 17.148 kantong.
Para pendonor yang darahnya diketahui mengandung penyakit, maka akan dipanggil untuk diberikan pembinaan dan pendampingan untuk pengobatan.
Untuk tindak lanjut pengobatan, PMI Kudus bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus.
"Kami juga merahasiakan identitas pendonor, terutama yang terdeteksi darahnya mengandung HIV karena selama ini mereka justru tidak mengetahui dirinya terpapar penyakit," ujarnya.
Darah pendonor yang terkontaminasi penyakit tidak dapat dipakai lagi, karena bisa membahayakan pasien penerima darah. Setelah terkumpul darah tersebut akan dimusnahkan dengan menggandeng pihak ketiga.
PMI Cabang Kudus, setiap harinya selalu menerima permintaan darah dari sejumlah pihak mencapai puluhan kantong, sedangkan sebulan rata-rata bisa mencapai 1.600-an kantong.
Selain melayani permintaan darah dari dalam kota, PMI juga melayani permintaan dari luar kota.
Sedangkan stok yang tersedia saat ini mencapai 315 kantong, terdiri golongan darah A sebanyak 95 kantong, golongan darah B sebanyak 148 kantong, golongan darah AB sebanyak 18 kantong, dan golongan darah O sebanyak 54 kantong.*
Baca juga: PMI Semarang siap dukung industri fraksionasi plasma nasional
"Selama ini, jenis penyakit berbahaya yang sering terdeteksi dari para pendonor berupa penyakit hepatitis selain pula penyakit lainnya," kata Sekretaris PMI Cabang Kudus Imam Santoso di Kudus, Selasa.
Hanya saja, kata dia, jumlah kantong darah yang ditemukan mengandung penyakit memang tidak banyak dari total 19.534 kantong darah yang diperoleh sepanjang tahun 2022.
Jumlah tersebut, imbuh dia, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya hanya 17.148 kantong.
Para pendonor yang darahnya diketahui mengandung penyakit, maka akan dipanggil untuk diberikan pembinaan dan pendampingan untuk pengobatan.
Untuk tindak lanjut pengobatan, PMI Kudus bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus.
"Kami juga merahasiakan identitas pendonor, terutama yang terdeteksi darahnya mengandung HIV karena selama ini mereka justru tidak mengetahui dirinya terpapar penyakit," ujarnya.
Darah pendonor yang terkontaminasi penyakit tidak dapat dipakai lagi, karena bisa membahayakan pasien penerima darah. Setelah terkumpul darah tersebut akan dimusnahkan dengan menggandeng pihak ketiga.
PMI Cabang Kudus, setiap harinya selalu menerima permintaan darah dari sejumlah pihak mencapai puluhan kantong, sedangkan sebulan rata-rata bisa mencapai 1.600-an kantong.
Selain melayani permintaan darah dari dalam kota, PMI juga melayani permintaan dari luar kota.
Sedangkan stok yang tersedia saat ini mencapai 315 kantong, terdiri golongan darah A sebanyak 95 kantong, golongan darah B sebanyak 148 kantong, golongan darah AB sebanyak 18 kantong, dan golongan darah O sebanyak 54 kantong.*
Baca juga: PMI Semarang siap dukung industri fraksionasi plasma nasional
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Edhy Susilo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Kudus targetkan naik peringkat sebagai Kota Layak Anak kategori Madya
14 February 2026 15:43 WIB
Pemkab Kudus menggelar apel kegawatdaruratan antisipasi kejadian luar biasa
12 February 2026 14:53 WIB
Polisi gelar lomba mobile legends tingkat pelajar untuk wadahi bakat terpendam siswa
12 February 2026 14:32 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Wagub Jateng: : Program speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
14 February 2026 16:28 WIB
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB