Pekalongan (ANTARA) - Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah Bendan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan perawatan terhadap 10 pasien yang diduga terpapar COVID-19.

Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan RSUD Bendan Kota Pekalongan Difayana di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa ada peningkatan kasus COVID-19 karena dipengaruhi faktor kondisi cuaca dan lainnya.

"Di RSUD Bendan ini pasien yang diisolasi datang ke RSUD Bendan bukan karena keluhan COVID-19 namun keluhan kormobit. Akan tetapi, setelah dilakukan tes cepat (antigen) ternyata positif COVID-19," katanya.

Difayana mengatakan saat ini kasus COVID-19 tidak separah dulu karena pasien tidak mengalami gangguan pernafasan atau lainnya.

Namun demikian, kata dia, masyarakat tetap perlu menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan meski kasus COVID-19 sudah berstatus endemi.

Selain itu, masyarakat juga perlu melakukan vaksinasi penguat (booster) atau vaksin ketiga dan vaksin ke empat ke fasilitas pelayanan kesehatan.

"Saat ini masyarakat cenderung mengabaikan protokol kesehatan sehingga hal tersebut rawan menimbulkan penyebaran COVID-19 makin mudah," katanya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Indah Kurniawati mengatakan berdasar data di corona.pekalongankota.go.id disebutkan ada 42 kasus COVID-19.

Dari 42 kasus COVID-19 itu, kata dia, sebanyak 18 pasien dirawat dengan gejala sedang hingga berat dan 24 orang menjalani isolasi mandiri karena tanpa gejala atau gejala ringan.

"Untuk kasus meninggal ada satu orang namun karena kormobid atau penyakit penyerta," kata Indah Kurniawati.

Dikatakan, pihaknya telah mempersiapkan langkah-langkah seperti meminta rumah sakit menyiapkan ruang isolasi perawatan dan puskesmas mengaktifkan kembali kegiatan testing, tracing, dan treatment.

"Harapannya satgas jogo tonggo mulai aktif dan turut mengkampanyekan protokol kesehatan minimal 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak," katanya.


 

Pewarta : Kutnadi
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024