Kudus (ANTARA) - Harga jual cabai jenis rawit merah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat ini menembus hingga Rp90.000 per kilogram, karena pasokan sempat terganggu oleh faktor cuaca.

Menurut salah seorang pedagang di Pasar Bitingan Kudus, Tutik Asiani di Kudus, Senin, kenaikan harga jual cabai rawit merah atau dikenal cabai setan terjadi sejak bulan Mei 2022.

Ia memaparkan kenaikan harga cabai rawit tersebut terjadi secara bertahap sejak harga jual berkisar Rp30.000 per kilogram dan terus naik dalam beberapa minggu terakhir.

Kenaikan serupa juga terjadi pada cabai merah keriting yang awalnya dijual Rp25.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp80.000 per kilogram, serta cabai rawit putih yang awalnya hanya berkisar Rp15.000 per kilogram, saat ini naik menjadi Rp40.000 per kilogram.

Baca juga: Cuaca picu gagal panen petani cabai

Komoditas pangan lain yang mengalami kenaikan adalah bawang merah yang dijual Rp60.000 per kilogram dari sebelumnya hanya Rp35.000 per kilogram. Sedangkan bawang putih masih stabil dengan harga Rp30.000 per kilogram.

"Kubis yang sebelumnya hanya dijual Rp6.000 per kilogram, kini melonjak menjadi Rp12.000 per kilogram, termasuk wortel juga naik dari Rp10.000 per kilogram menjadi Rp12.000 per kilogram, dan tomat dijual Rp15.000 per kilogram," ujarnya.

Untuk komoditas minyak goreng kemasan, kata dia, masih stabil dengan harga Rp23.000 per liter, gula pasir Rp13.000 per kilogram dan telur juga masih mahal karena harganya mencapai Rp28.000 per kilogram.

Ngatini, pedagang sembako lainnya mengakui hal yang sama bahwa hampir semua komoditas yang dibutuhkan masyarakat memang naik, terutama berbagai jenis cabai.

"Informasinya karena faktor cuaca, sehingga hasil panen kurang maksimal. Karena barang terbatas, maka harganya juga terdongkrak naik," ujarnya.

Kenaikan harga jual berdampak pada omzet penjualan yang turun karena cabai merah keriting yang biasanya sehari bisa menjual 30 kilogram, saat ini turun menjadi 10 kilogram. Demikian halnya cabai setan juga turun dari sebelumnya bisa menjual 15 kilogram turun menjadi 5 kilogram.

Untuk pasokan, Ngatini memastikan tidak ada masalah, karena berapapun kebutuhannya bisa dipenuhi. Namun, transaksinya justru sepi, karena harga mahal.

Baca juga: Petani Banyumas optimistis kemarau basah tak pengaruhi hortikultura
Baca juga: Meski harga tinggi, Disdag Surakarta pastikan aman pasokan cabai
Baca juga: Harga cabai merah di Pekalongan tembus Rp60 ribu

Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2024