Hari Buku, Momentum dorong siswa gemar membaca
Rabu, 18 Mei 2022 5:34 WIB
Sosiolog dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Nanang Martono. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.
Purwokerto (ANTARA) - Sosiolog dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Nanang Martono mengatakan hari buku nasional merupakan momentum yang tepat untuk mendorong siswa agar makin gemar membaca.
"Hari buku nasional yang diperingati setiap tanggal 17 Mei merupakan momentum untuk membiasakan siswa makin sering membaca buku," katanya di Purwokerto, Banyumas, Selasa.
Menurutnya, membiasakan siswa membaca buku dapat dilakukan dengan memberi tugas membaca buku, memberi tugas meringkas buku, membuat lomba resensi buku dan lain sebagainya.
Baca juga: Menantu Trump akan terbitkan buku soal kepresidenan Trump
"Perlu ada pembiasaan membaca buku setiap hari sebelum pembelajaran dimulai," katanya.
Sementara itu, pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed bidang sosiologi pendidikan tersebut mengatakan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong terjadinya "transformasi" bentuk buku.
"Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong hadirnya buku dalam bentuk buku elektronik," katanya.
Dengan demikian, kata dia, membaca buku dan membuka gawai bisa saja sama-sama positif asalkan yang dibuka adalah buku elektronik.
"Jadi, sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, penekanannya adalah bagaimana memotivasi siswa agar mereka mau membaca buku, entah buku cetak atau buku elektronik," katanya.
Langkah ini, kata dia, dapat dilakukan kepada siswa sekolah mulai dari tingkat dasar hingga tingkat atas, bahkan kepada mahasiswa di bangku kuliah.
"Pada dasarnya sama, bagi siswa sekolah di tingkat dasar maupun tingkat atas hingga mahasiswa, guru atau dosen perlu mewajibkan siswa membaca dengan memberi tugas membaca buku, lomba menuliskan resensi buku, meringkas buku, dan banyak kegiatan lainnya yang terkait dengan upaya mendorong siswa gemar membaca," katanya.
Baca juga: Gencarkan literasi dan ikut cerdaskan bangsa, Jasa Raharja Jateng donasikan buku
Menurut Nanang, kebiasaan membaca yang dipupuk sejak dini akan menjadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari gaya hidup para siswa atau mahasiswa.
"Harapannya dengan adanya program untuk membiasakan siswa atau mahasiswa membaca buku, mereka akan menjadikan aktivitas membaca sebagai gaya hidup dan akan rutin mempraktikkan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
"Hari buku nasional yang diperingati setiap tanggal 17 Mei merupakan momentum untuk membiasakan siswa makin sering membaca buku," katanya di Purwokerto, Banyumas, Selasa.
Menurutnya, membiasakan siswa membaca buku dapat dilakukan dengan memberi tugas membaca buku, memberi tugas meringkas buku, membuat lomba resensi buku dan lain sebagainya.
Baca juga: Menantu Trump akan terbitkan buku soal kepresidenan Trump
"Perlu ada pembiasaan membaca buku setiap hari sebelum pembelajaran dimulai," katanya.
Sementara itu, pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed bidang sosiologi pendidikan tersebut mengatakan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong terjadinya "transformasi" bentuk buku.
"Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong hadirnya buku dalam bentuk buku elektronik," katanya.
Dengan demikian, kata dia, membaca buku dan membuka gawai bisa saja sama-sama positif asalkan yang dibuka adalah buku elektronik.
"Jadi, sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, penekanannya adalah bagaimana memotivasi siswa agar mereka mau membaca buku, entah buku cetak atau buku elektronik," katanya.
Langkah ini, kata dia, dapat dilakukan kepada siswa sekolah mulai dari tingkat dasar hingga tingkat atas, bahkan kepada mahasiswa di bangku kuliah.
"Pada dasarnya sama, bagi siswa sekolah di tingkat dasar maupun tingkat atas hingga mahasiswa, guru atau dosen perlu mewajibkan siswa membaca dengan memberi tugas membaca buku, lomba menuliskan resensi buku, meringkas buku, dan banyak kegiatan lainnya yang terkait dengan upaya mendorong siswa gemar membaca," katanya.
Baca juga: Gencarkan literasi dan ikut cerdaskan bangsa, Jasa Raharja Jateng donasikan buku
Menurut Nanang, kebiasaan membaca yang dipupuk sejak dini akan menjadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari gaya hidup para siswa atau mahasiswa.
"Harapannya dengan adanya program untuk membiasakan siswa atau mahasiswa membaca buku, mereka akan menjadikan aktivitas membaca sebagai gaya hidup dan akan rutin mempraktikkan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UMS tambah Doktor Ilmu Pendidikan, kembangkan buku Pancasila berorientasi Multiple Sources Learning
12 February 2026 14:46 WIB
Menggali kearifan lokal Semarang melalui Buku Pop Up Interaktif dan Praktik Pembuatan Jamu Jun
23 November 2025 19:57 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
KKN MMK Posko 3 UIN Walisongo gelar aksi ekologi, tanam ratusan bibit di Curug Sedandang Gunung Setlerep
17 February 2026 6:10 WIB
Prof A. Umar tekankan kepemimpinan visioner untuk selamatkan madrasah dari ketertinggalan
16 February 2026 5:43 WIB
Tak cukup niat baik, Prof Fahrurrozi serukan tata kelola profesional di lembaga islam
15 February 2026 17:44 WIB
Prof Fihris: Pendidikan islam harus jadi ruang aman bagi dialog, bukan arena eksklusivisme
15 February 2026 17:31 WIB
Prof. Ali Murtadho tawarkan rekonstuksi paradigma ekonomi islam integratif-humanistik
15 February 2026 11:46 WIB