Surabaya (ANTARA) - Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Polisi Latif Usman mengungkapkan hasil tes urine menunjukkan bahwa sopir bus PO Ardiansyah, Ade Firmansyah, yang terlibat kecelakaan di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya - Mojokerto (Sumo) pada Senin (16/5), positif mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. 

"Kemarin kami dalami keterangan dari pengemudi, ternyata ada indikasi yang bersangkutan menggunakan sabu-sabu. Itu dari hasil tes urine sementara yang dilakukan terhadap pengemudi," kata Kombes Latif di Surabaya, Selasa. 

Baca juga: Korban kecelakaan bus di Tol Sumo bertambah jadi 14 orang

Ditlantas Polda Jatim hari ini mengambil sampel darah sopir bus PO Ardiansyah tersebut untuk dikirim ke laboratorium forensik guna memastikan kandungan obat terlarang yang dikonsumsi sopir itu. 

Polda Jatim juga tengah mendalami tempat sopir PO Ardiansyah menggunakan narkoba jenis sabu-sabu tersebut. 

"Inilah yang kami dalami. Kami serahkan ke reskrim atau resnarkoba untuk mendalami. Dia memakai di mana dan kapan penggunaannya," ujarnya seperti dikutip dari jatim.antaranews.com.

"Kan ada waktu-waktu selama perjalanan di Surabaya, di Wonosobo sampai Yogyakarta ini. Ada sempat dia berhenti dan ada satu jam dia tidak ikut acara di Dieng, yaitu satu jam di tempat makan. Apakah itu," katanya, menjelaskan.

Menurut ia, sopir bus PO Ardiansyah yang kecelakaan di Tol Sumo tidak mengakui telah menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. Namun, dari hasil tes urine yang bersangkutan positif menggunakan sabu-sabu. 

"Kalau sopir kan enggak mengakui. Kalau ini kan hasil dari tes urine sementara," katanya. 

Sebelumnya, Bus PO Ardiansyah bernomor polisi S 7322 UW mengalami kecelakaan di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya - Mojokerto, Senin (16/5) pagi pukul 06.15 WIB dan mengakibatkan 14 orang meninggal dunia. 

Baca juga: Korban tewas Bus Kramat Djati di Tol Sumo bertambah

Pewarta : Willy Irawan
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2024