Pemkab Kudus sampaikan evaluasi prokes tempat wisata
Kamis, 5 Mei 2022 9:34 WIB
Tim pemantau kepatuhan pengelola objek wisata terhadap imbauan mematuhi protokol kesehatan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/HO-Disbudpar.
Kudus (ANTARA) - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat pemantauan di sejumlah objek wisata selama libur Lebaran belum menemukan pelanggaran protokol kesehatan, kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Mutrikah.
"Pemantauan dilakukan mulai dari tanggal 1, 3 dan 4 Mei 2022 dengan menyasar sembilan objek yang merupakan daya tarik wisata di Kabupaten Kudus," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah di Kudus, Kamis.
Dari sembilan objek wisata tersebut, kata dia, tercatat empat objek wisata tutup, sedangkan lima objek wisata lainnya masih sepi pengunjung.
Ia mencatat objek wisata yang buka tersebut memang menyediakan tempat cuci tangan dan petugas yang mengecek suhu tubuh setiap pengunjung di pintu masuk juga tersedia.
Pengelola objek wisata juga menyediakan pos pemantau prokes dan peralatan untuk menyampaikan imbauan terhadap pengunjung agar tertib prokes juga tersedia.
Sementara ketersediaan barcode pedulilindungi, kata dia, hampir semua objek wisata yang menjadi sasaran pemantauan memang menyediakan. Akan tetapi, ada yang belum diaktifkan, sehingga pengelola diminta untuk mengaktifkannya.
Rekomendasi lainnya terhadap pengelola objek wisata, yakni penambahan poster atau spanduk imbauan prokes atau memperbanyak speaker agar saat menyampaikan imbauan didengar semua pengunjung, serta memberi tanda jarak pada tempat duduk.
Dari sejumlah objek wisata, kata dia, tercatat tidak ada kegiatan pentas seni. Kalaupun ada, sesuai surat edaran sebelumnya diminta untuk meminta izin kepada Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat agar bisa dipantau.
Terkait dengan kegiatan syawalan, imbuh dia, untuk saat ini yang menggelar acara secara resmi baru tradisi Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus.
"Kami juga tidak memungkiri ada yang menggelar tradisi syawalan secara mandiri atau spontanitas dilakukan oleh masyarakat. Karena sudah menjadi tradisi, tentunya liburan Lebaran di sejumlah objek wisata ramai pengunjung," ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
"Pemantauan dilakukan mulai dari tanggal 1, 3 dan 4 Mei 2022 dengan menyasar sembilan objek yang merupakan daya tarik wisata di Kabupaten Kudus," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah di Kudus, Kamis.
Dari sembilan objek wisata tersebut, kata dia, tercatat empat objek wisata tutup, sedangkan lima objek wisata lainnya masih sepi pengunjung.
Ia mencatat objek wisata yang buka tersebut memang menyediakan tempat cuci tangan dan petugas yang mengecek suhu tubuh setiap pengunjung di pintu masuk juga tersedia.
Pengelola objek wisata juga menyediakan pos pemantau prokes dan peralatan untuk menyampaikan imbauan terhadap pengunjung agar tertib prokes juga tersedia.
Sementara ketersediaan barcode pedulilindungi, kata dia, hampir semua objek wisata yang menjadi sasaran pemantauan memang menyediakan. Akan tetapi, ada yang belum diaktifkan, sehingga pengelola diminta untuk mengaktifkannya.
Rekomendasi lainnya terhadap pengelola objek wisata, yakni penambahan poster atau spanduk imbauan prokes atau memperbanyak speaker agar saat menyampaikan imbauan didengar semua pengunjung, serta memberi tanda jarak pada tempat duduk.
Dari sejumlah objek wisata, kata dia, tercatat tidak ada kegiatan pentas seni. Kalaupun ada, sesuai surat edaran sebelumnya diminta untuk meminta izin kepada Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) setempat agar bisa dipantau.
Terkait dengan kegiatan syawalan, imbuh dia, untuk saat ini yang menggelar acara secara resmi baru tradisi Bulusan di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kudus.
"Kami juga tidak memungkiri ada yang menggelar tradisi syawalan secara mandiri atau spontanitas dilakukan oleh masyarakat. Karena sudah menjadi tradisi, tentunya liburan Lebaran di sejumlah objek wisata ramai pengunjung," ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Teguh Imam Wibowo
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sejumlah rumah sakit di Temanggung belum penuhi standar penanggulangan kebakaran
04 February 2026 8:31 WIB
Potensi kerugian akibat banjir di sejumlah desa Kudus ditaksir Rp533 miliar
19 January 2026 19:19 WIB
Dinkes: 658 orang di Kabupaten Grobogan diduga terdampak keracunan MBG di sejumlah sekolah
11 January 2026 20:48 WIB
Polda Jateng ungkap TPPU narkoba, sita uang tunai Rp3,16 miliar dan sejumlah aset
31 December 2025 19:49 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB
UMS kembangkan sistem pengelolaan limbah plastik medis di RS PKU Karanganyar
03 February 2026 16:53 WIB
RSUD Loekmono Hadi Kudus bebaskan biaya perawatan siswa keracunan naik kelas ke VIP
03 February 2026 13:11 WIB
Penyakit jantung dan kanker masih jadi penyebab kematian tertinggi, gaya hidup disebut faktor utama
02 February 2026 16:03 WIB
Dinkes: Mayoritas siswa SMAN 2 Kudus yang rawat inap sudah sembuh dan diperbolehkan pulang
02 February 2026 9:35 WIB