BPBD Temanggung: Masyarakat harus waspadai tanah longsor
Rabu, 12 Januari 2022 16:57 WIB
Salah satu rumah korban longsor di Desa Tleter, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. ANTARA/Heru Suyitno
Temanggung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, meminta masyarakat pada puncak musim hujan ini untuk selalu waspada terhadap bencana tanah longsor, terutama yang tinggal di daerah perbukitan.
"Kami mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk tetap berhati-hati dan selalu waspada, karena dalam beberapa hari terakhir curah hujan cukup tinggi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Toifur Hadi di Temanggung, Rabu.
Ia menyampaikan sejak dua hari lalu terjadi bencana tanah longsor di beberapa titik di Kecamatan Kaloran, Pringsurat, dan Kecamatan Kedu.
Toifur menyebutkan di Kecamatan Kaloran terjadi longsor di Dusun Kemloko Desa Tempuran dan Dusun Batursari Desa Tleter
.
Ia menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Kaloran pada Selasa (11/1) sore mengakibatkan senderan tebing depan rumah Purwoto (60) di Dusun Batursari longsor menimpa dua rumah di bawahnya milik Juweni (35) dan Rubadiah (65).
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun keluarga Juweni dan Rubadiah kini mengungsi di tempat saudaranya," katanya.
Ia mengatakan di Dusun Kemloko, Desa Tempuran Kecamatan Kaloran, hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah bergerak dan menimbulkan retakan di tebing belakang rumah panjang 30 meter dan mengancam empat rumah milik taslikah (60), Sapuan (65), Musilin (50), dan Asmaun (60).
"Warga melakukan upaya penanganan dengan penebangan pohon bambu untuk mengurangi risiko longsor," katanya.
Kemudian di Desa Karangwuni Kecamatan Pringsurat juga terjadi tanah longsor di empat titik mengakibatkan beberapa rumah rusak milik Sastro Wignyo (62) dan Harun (63).
"Meskipun sebagian rumah rusak, kondisinya masih bisa ditempati tetapi perlu waspada jika terjadi longsor susulan," katanya.
Toifur menuturkan di Dusun Bendosari, Desa Bandunggede Kecamatan Kedu pada Selasa sore juga terjadi tanah longsor menimpa sebagian rumah Suandi (70) dan Nur Rohman (43). Longsor tersebut mengakibatkan kedua rumah tersebut rusak sedang di bagian dapur.
"Kami mengimbau warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk tetap berhati-hati dan selalu waspada, karena dalam beberapa hari terakhir curah hujan cukup tinggi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Toifur Hadi di Temanggung, Rabu.
Ia menyampaikan sejak dua hari lalu terjadi bencana tanah longsor di beberapa titik di Kecamatan Kaloran, Pringsurat, dan Kecamatan Kedu.
Toifur menyebutkan di Kecamatan Kaloran terjadi longsor di Dusun Kemloko Desa Tempuran dan Dusun Batursari Desa Tleter
.
Ia menjelaskan hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kecamatan Kaloran pada Selasa (11/1) sore mengakibatkan senderan tebing depan rumah Purwoto (60) di Dusun Batursari longsor menimpa dua rumah di bawahnya milik Juweni (35) dan Rubadiah (65).
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun keluarga Juweni dan Rubadiah kini mengungsi di tempat saudaranya," katanya.
Ia mengatakan di Dusun Kemloko, Desa Tempuran Kecamatan Kaloran, hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan tanah bergerak dan menimbulkan retakan di tebing belakang rumah panjang 30 meter dan mengancam empat rumah milik taslikah (60), Sapuan (65), Musilin (50), dan Asmaun (60).
"Warga melakukan upaya penanganan dengan penebangan pohon bambu untuk mengurangi risiko longsor," katanya.
Kemudian di Desa Karangwuni Kecamatan Pringsurat juga terjadi tanah longsor di empat titik mengakibatkan beberapa rumah rusak milik Sastro Wignyo (62) dan Harun (63).
"Meskipun sebagian rumah rusak, kondisinya masih bisa ditempati tetapi perlu waspada jika terjadi longsor susulan," katanya.
Toifur menuturkan di Dusun Bendosari, Desa Bandunggede Kecamatan Kedu pada Selasa sore juga terjadi tanah longsor menimpa sebagian rumah Suandi (70) dan Nur Rohman (43). Longsor tersebut mengakibatkan kedua rumah tersebut rusak sedang di bagian dapur.
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Pemkab catat 30 kali terjadi longsor susulan di Bukit Gunung Beser Pekalongan
23 January 2026 17:47 WIB
Potensi kerugian akibat banjir di sejumlah desa Kudus ditaksir Rp533 miliar
19 January 2026 19:19 WIB
Perjalanan 23 KA Daop 4 Semarang masih dibatalkan dampak banjir di Pekalongan
19 January 2026 9:00 WIB