Purbalingga (ANTARA) - Kepolisian Resor Purbalingga, Jawa Tengah akan memperketat pengawasan protokol kesehatan di objek wisata guna mengantisipasi lonjakan COVID-19 saat libur Natal dan Tahun Baru.

"Dalam menghadapi libur Natal dan Tahun Baru Polres Purbalingga bersama seluruh jajaran Satgas COVID-19 akan memperketat pengawasan protokol kesehatan di objek wisata," kata Kapolres Purbalingga AKBP Era Johny Kurniawan di Purbalingga, Kamis.

Pihaknya tidak akan melakukan penyekatan arus kendaraan bagi para pemudik atau pengunjung yang datang dari luar daerah.

Baca juga: Warga diminta perkuat prokes saat libur akhir tahun

Tidak adanya penyekatan tersebut, kata dia, sesuai dengan arahan dari Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melalui surat telegram yang ditujukan kepada kepala satuan wilayah polda, polres dan polsek, terkait pengamanan Natal dan Tahun Baru.

"Tidak ada penyekatan namun akan dilakukan pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan, salah satunya akan berfokus pada pengetatan pengawasan penerapan protokol kesehatan di tempat wisata," katanya.

Pihaknya berharap tidak akan terjadi pelanggaran protokol kesehatan di objek-objek wisata.

"Nantinya petugas akan menyampaikan dan menyosialisasikan prokes di masing-masing tempat wisata. Kami juga menyediakan gerai vaksinasi 'mobile' yang bisa digunakan masyarakat Purbalingga maupun masyarakat dari luar daerah yang belum vaksin," katanya.

Dia menambahkan, akan ada 300 personel yang terdiri atas unsur kepolisian serta TNI dan instansi terkait lainnya dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru.

"Sebanyak 300 personel dari berbagai unsur disiagakan dalam pengamanan Natal dan Tahun Baru ini," katanya.

Pihaknya berharap seluruh masyarakat Purbalingga akan berperan aktif dalam pencegahan penyebaran COVID-19 dengan cara memperkuat disiplin penerapan protokol kesehatan.

Sementara itu, seperti diwartakan sebelumnya Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi juga meminta seluruh warga di wilayah setempat untuk memperkuat penerapan protokol kesehatan saat libur Natal dan Tahun Baru.

"Sehubungan dengan pandemi yang belum berakhir ditambah adanya varian baru COVID-19 yakni Omicron tentunya menjadi kewaspadaan semua pihak untuk memperkuat protokol kesehatan saat momen libur akhir tahun ini," katanya.

Bupati menjelaskan bahwa pada libur Natal dan Tahun Baru diperkirakan ada peningkatan mobilitas masyarakat sehingga perlu langkah antisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus COVID-19.

"Salah satunya adalah dengan memperkuat protokol kesehatan dan mempercepat program vaksinasi COVID-19," katanya.

Baca juga: Borobudur terima wisatawan libur Natal dengan prokes ketat