Satpol PP Solo tindak perilaku vandalisme terkait PPKM
Rabu, 25 Agustus 2021 4:59 WIB
Vandalisme yang ada di kawasan Pasar Legi Solo, Selasa (24/8/2021). ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surakarta, Jawa Tengah, menindak perilaku vandalisme berupa coretan dinding yang berisi tentang kritikan terhadap kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4.
"Sementara ini yang sudah diidentifikasi baru tiga, ada di sekitar Pasar Legi," kata Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan di Solo, Selasa.
Ia mengatakan sebetulnya aksi vandalisme serupa sudah banyak terdapat di sejumlah sudut di Kota Solo, namun demikian yang berisi tentang kritikan terhadap PPKM baru ada tiga yang ditemukan.
Menurut dia, sejauh ini belum teridentifikasi pelaku aksi vandalisme tersebut. Meski demikian, hingga Selasa sore ini coretan-coretan berupa tulisan tersebut sudah ditutupi cat. Disinggung mengenai langkah selanjutnya, menurut dia, bukan lagi wewenang Satpol PP.
"Kalau masalah kontennya kami tidak punya kewenangan untuk menyikapi. Kami hanya menyikapi orang yang coret-coret tidak pada tempatnya," katanya.
Ia mengatakan selama ini dari aksi-aksi serupa sebelumnya, Satpol PP memberikan sanksi berupa pemanggilan pelaku dan orang tua pelaku. Selanjutnya, mereka diminta untuk membeli cat dan mencat ulang lokasi yang sudah dicoreti.
"Sebetulnya kalau sanksi sesuai perda adalah pidana tiga bulan kurungan atau denda maksimum Rp50 juta, tetapi pelaku biasanya pelajar, jadi kami sanksi administrasi, kami panggil orang tua, sekolah, minta yang bersangkutan mencat ulang, dan membuat surat pernyataan," katanya.
Ia mengatakan dari beberapa kasus yang sudah terjadi, aksi vandalisme merupakan bentuk aktualisasi dari munculnya kelompok-kelompok atau geng.
"Tetapi ada juga yang pribadi. Sedangkan kalau yang di Pasar Legi ini mungkin kaitannya dengan PPKM, kan di situ berdekatan dengan lokasi cegatan, biasanya ada pasar tumpah. Ini tadi sudah kami laporkan ke Pak Heru (Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta), Sekda, dan Wakil Wali Kota," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan menerima semua kritik dan keluhan dari masyarakat. Meski demikian, ia meminta agar masyarakat tidak menjadikan PPKM sebagai beban.
"Kan setiap minggunya kami memberikan pelonggaran terus, keadaan kan membaik, artinya warga menaati aturan. Terima kasih kepada warga sudah membantu menekan angka COVID-19 di Solo, BOR (angka keterisian RS) turun, angka harian (kasus COVID-19) juga turun, warga antusias divaksin sehingga capaiannya tinggi. Ini semua berkat bantuan warga," katanya.
"Sementara ini yang sudah diidentifikasi baru tiga, ada di sekitar Pasar Legi," kata Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan di Solo, Selasa.
Ia mengatakan sebetulnya aksi vandalisme serupa sudah banyak terdapat di sejumlah sudut di Kota Solo, namun demikian yang berisi tentang kritikan terhadap PPKM baru ada tiga yang ditemukan.
Menurut dia, sejauh ini belum teridentifikasi pelaku aksi vandalisme tersebut. Meski demikian, hingga Selasa sore ini coretan-coretan berupa tulisan tersebut sudah ditutupi cat. Disinggung mengenai langkah selanjutnya, menurut dia, bukan lagi wewenang Satpol PP.
"Kalau masalah kontennya kami tidak punya kewenangan untuk menyikapi. Kami hanya menyikapi orang yang coret-coret tidak pada tempatnya," katanya.
Ia mengatakan selama ini dari aksi-aksi serupa sebelumnya, Satpol PP memberikan sanksi berupa pemanggilan pelaku dan orang tua pelaku. Selanjutnya, mereka diminta untuk membeli cat dan mencat ulang lokasi yang sudah dicoreti.
"Sebetulnya kalau sanksi sesuai perda adalah pidana tiga bulan kurungan atau denda maksimum Rp50 juta, tetapi pelaku biasanya pelajar, jadi kami sanksi administrasi, kami panggil orang tua, sekolah, minta yang bersangkutan mencat ulang, dan membuat surat pernyataan," katanya.
Ia mengatakan dari beberapa kasus yang sudah terjadi, aksi vandalisme merupakan bentuk aktualisasi dari munculnya kelompok-kelompok atau geng.
"Tetapi ada juga yang pribadi. Sedangkan kalau yang di Pasar Legi ini mungkin kaitannya dengan PPKM, kan di situ berdekatan dengan lokasi cegatan, biasanya ada pasar tumpah. Ini tadi sudah kami laporkan ke Pak Heru (Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta), Sekda, dan Wakil Wali Kota," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan menerima semua kritik dan keluhan dari masyarakat. Meski demikian, ia meminta agar masyarakat tidak menjadikan PPKM sebagai beban.
"Kan setiap minggunya kami memberikan pelonggaran terus, keadaan kan membaik, artinya warga menaati aturan. Terima kasih kepada warga sudah membantu menekan angka COVID-19 di Solo, BOR (angka keterisian RS) turun, angka harian (kasus COVID-19) juga turun, warga antusias divaksin sehingga capaiannya tinggi. Ini semua berkat bantuan warga," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Diktilitbang PP Muhammadiyah sebut lonjakan guru besar jadi bukti UMS pada mutu pendidikan tinggi
21 January 2026 13:54 WIB
Raker PP Fokal IMM bakal hadirkan Kapolri, bahas KUHAP dan penegakan hukum
23 December 2025 10:23 WIB
Ketum PP Muhammadiyah sebut pembangunan UMS bukan sekadar fisik namun juga peradaban
13 December 2025 16:02 WIB
UMS raih apresiasi LPCR PP Muhammadiyah atas kontribusi penguatan cabang dan ranting
17 November 2025 16:36 WIB
Rakornas MPKSDI PP Muhammadiyah 2025 teguhkan arah kaderisasi menuju Muhammadiyah 2050
26 October 2025 20:53 WIB
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
RSGM Soelastri edukasi soal penanganan pasien lewat seminar Painless Dentistry
21 January 2026 22:19 WIB
Diabetes melitus dominasi penyakit peserta skrining kesehatan di BPJS Semarang
15 January 2026 19:43 WIB