Semarang (ANTARA) - Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, menyebut adanya peningkatan penindakan terhadap kasus penyalahgunaan narkotika selama pelaksanaan PPKM saat pandemi COVID-19 pada beberapa waktu terakhir.
"Awalnya tidak meningkat, namun seiring perubahan pemberlakuan PPKM, penangkapan tetap ada," kata Kasat Narkoba Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan di Semarang, Kamis.
Meski demikian, Donny tidak menjelaskan secara detil peningkatan jumlah kasus yang sudah ditangani Polrestabes Semarang di sepanjang 2021 ini.
Ia menjelaskan pembatasan mobilitas yang memaksa masyarakat lebih banyak berada di rumah, diduga menjadi penyebab meningkatkan pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika ini.
"Kan banyak yang dirumah. Sebelumnya bekerja, kemudian banyak di rumah. Akhirnya lari ke situ," tambahnya.
Menurut dia, banyak pengungkapan yang dilakukan kepolisian berdasarkan transaksi pembelian narkotika melalui media sosial, khususnya obat-obatan dan psikotropika.
"Sudah banyak yang diungkap dari medsos, tapi kalau untuk yang transaksi ganja baru satu," katanya.
Ia menegaskan kepolisian akan tetap melakukan penindakan terhadap penyalahgunaan narkotika meski di masa pandemi COVID-19.
Penindakan kasus narkotika di Semarang meningkat selama PPKM
Kamis, 19 Agustus 2021 20:09 WIB
Ilustrasi. ANTARA/HO
Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lapas Semarang geledah hunian WBP minimal tiga kali dalam sepekan cegah peredaran narkoba
29 April 2026 12:39 WIB
Pabrik narkoba di Mijen terungkap, peredaran jutaan obat terlarang berhasil digagalkan
15 April 2026 8:24 WIB
Polda Metro Jaya sebut oknum polisi terlibat kasus pabrik narkoba di Semarang
14 April 2026 14:13 WIB