Pemimpin harus berani ambil risiko demi keselamatan warganya
Selasa, 15 Juni 2021 15:59 WIB
Seorang warga berjalan di kawasan yang menerapkan lockdown skala mikro di Kelurahan Gandasari, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, Selasa (8/6/2021). Pemerintah setempat menerapkan lockdown skala mikro setelah 57 warga di RW03 Kelurahan Gandasari, Jatiuwung, terkonfirmasi positif COVID-19 yang tertular saat libur lebaran. ANTARA FOTO/Fauzan/nz
Semarang (ANTARA) - Para pemimpin harus berani membuat pilihan terhadap pilihan-pilihan terburuk yang ada untuk mencegah situasi yang lebih buruk di masa pandemi Covid-19 di Tanah Air saat ini, demi melindungi warganya, kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat.
"Bila memang pilihannya harus me-lockdown (mengunci) suatu wilayah untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas, para pemimpin harus berani melakukannya demi keselamatan seluruh warga," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Selasa.
Ia menyampaikan hal itu saat hadir sebagai narasumber secara daring dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Selasa (15/6).
Hadir dalam acara tersebut Lisda Hendrajoni, S.E., M.MTr (Anggota DPR RI, Fraksi NasDem daerah pemilihan Sumatera Barat), H. Solsafad, A.Md., S.Pd.I (Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat), Dr. Mursal, M.A (Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat), Mohammad Abdi, S.E.,M.M
(Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat), Deri Rizal, S.HI., M.H (Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat), dan jajaran dosen serta seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto dan Sekjen Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla hadir secara daring.
Selain itu hadir para anggota Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Barat, Nasyiatul Aisyiah Sumatera Barat, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Barat.
Menurut Lestari, krisis kebangsaan yang terjadi saat ini antara lain dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti dampak globalisasi, revolusi industri 4.0 dan pandemi Covid-19.
Saat ini di sejumlah daerah di Indonesia terjadi tren peningkatan kasus positif Covid-19, yang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat untuk mengatasinya.
Berbagai upaya dalam membangkitkan nilai-nilai kebangsaan, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, mendesak dilakukan untuk mengakselerasi langkah menghadapi perubahan di berbagai sektor dan pengendalian Covid-19 di Tanah Air.
Rerie yakin upaya membangkitkan nilai-nilai kebangsaan mampu dilakukan oleh para pemuda dan masyarakat Sumatera Barat.
Karena berdasarkan catatan sejarah, ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, masyarakat Sumatera Barat selalu berperan aktif dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tetap berdiri tegak.
Pada 22 Desember 1948 – 13 Juli 1949, Bukittinggi menyelamatkan eksistensi pemerintahan Republik Indonesia.
Saat Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan Agoes Salim ditangkap Belanda pada 19 Desember 1948, dibentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ibu kotanya Bukittinggi.
Rerie sangat berharap para pemuda dapat
berperan aktif dalam mengantisipasi dampak berbagai perubahan yang berpotensi menimbulkan krisis kebangsaan.***
"Bila memang pilihannya harus me-lockdown (mengunci) suatu wilayah untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas, para pemimpin harus berani melakukannya demi keselamatan seluruh warga," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Semarang, Selasa.
Ia menyampaikan hal itu saat hadir sebagai narasumber secara daring dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, Selasa (15/6).
Hadir dalam acara tersebut Lisda Hendrajoni, S.E., M.MTr (Anggota DPR RI, Fraksi NasDem daerah pemilihan Sumatera Barat), H. Solsafad, A.Md., S.Pd.I (Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat), Dr. Mursal, M.A (Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat), Mohammad Abdi, S.E.,M.M
(Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat), Deri Rizal, S.HI., M.H (Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat), dan jajaran dosen serta seluruh civitas akademika Universitas Muhammadiyah.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Sunanto dan Sekjen Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla hadir secara daring.
Selain itu hadir para anggota Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Barat, Nasyiatul Aisyiah Sumatera Barat, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sumatera Barat.
Menurut Lestari, krisis kebangsaan yang terjadi saat ini antara lain dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti dampak globalisasi, revolusi industri 4.0 dan pandemi Covid-19.
Saat ini di sejumlah daerah di Indonesia terjadi tren peningkatan kasus positif Covid-19, yang membutuhkan penanganan yang cepat dan tepat untuk mengatasinya.
Berbagai upaya dalam membangkitkan nilai-nilai kebangsaan, menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, mendesak dilakukan untuk mengakselerasi langkah menghadapi perubahan di berbagai sektor dan pengendalian Covid-19 di Tanah Air.
Rerie yakin upaya membangkitkan nilai-nilai kebangsaan mampu dilakukan oleh para pemuda dan masyarakat Sumatera Barat.
Karena berdasarkan catatan sejarah, ujar anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, masyarakat Sumatera Barat selalu berperan aktif dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar tetap berdiri tegak.
Pada 22 Desember 1948 – 13 Juli 1949, Bukittinggi menyelamatkan eksistensi pemerintahan Republik Indonesia.
Saat Soekarno, Hatta, Sjahrir, dan Agoes Salim ditangkap Belanda pada 19 Desember 1948, dibentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dengan ibu kotanya Bukittinggi.
Rerie sangat berharap para pemuda dapat
berperan aktif dalam mengantisipasi dampak berbagai perubahan yang berpotensi menimbulkan krisis kebangsaan.***
Pewarta : Zaenal
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Satnarkoba Polres Wonosobo sambangi sekolah ajak pelajar berani tolak narkoba
18 November 2025 8:52 WIB
Bawaslu Semarang : ASN harus berani tolak ajakan politik praktis kepala daerah
09 June 2023 7:33 WIB, 2023
Y20 Indonesia ajak pemuda berani tunjukkan jiwa kepemimpinan dan gagasan
21 October 2022 8:25 WIB, 2022
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Wagub Jateng: : Program speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
14 February 2026 16:28 WIB
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB