BSI jamin dana dan data nasabah aman
Kamis, 29 April 2021 15:12 WIB
Regional CEO Region Office VIII BSI Semarang Iman Hidayat Sunarto (kiri) bersama Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah 3 Jawa Tengah dan DIY Aman Santoso (tengah) usai memberi keterangan kepada media di Semarang, Kamis (29/4). (\ANTARA/Achmad Zaenal M
Semarang (ANTARA) - Bank Syariah Indonesia (BSI) Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta menjamin keamanan dana dan data nasabah aman selama proses migrasi dan integrasi layanan BSI yang merupakan merger Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, dan BNI Syariah.
"Nasabah tak usah panik. Dana maupun data nasabah aman selama proses integrasi ke layanan BSI," kata Regional CEO Region Office VIII BSI Semarang Iman Hidayat Sunarto, Kamis.
Proses integrasi operasional cabang, layanan, dan produk dilakukan mulai 15 Februari hingga 30 Oktober 2021 sehingga masih cukup waktu proses migrasiya. Dalam periode tersebut, nasabah secara bertahap akan dihubungi untuk melakukan migrasi ke BSI.
Menurut dia, nasabah bisa melakukan migrasi rekening dengan dua cara, yaitu secara daring (online) atau dengan menggunakan aplikasi BSI Mobile maupun hadir langsung kantor cabang BSI.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah 3 Jawa Tengah dan DIY Aman Santoso menyatakan mendukung migrasi tersebut sehingga nasabah tetap dapat melakukan transaksi yang dapat memajukan industri keuangan syariah.
Imam Hidayat menyatakan saat ini BSI di wilayah kerjanya memiliki sekitar 2,2 juta nasabah. Ia menyatakan layanan produk masih didominasi sektor consumer, sedangkan untuk UKM dan mikro masih harus dipacu pertumbuhannnya.
"Nasabah tak usah panik. Dana maupun data nasabah aman selama proses integrasi ke layanan BSI," kata Regional CEO Region Office VIII BSI Semarang Iman Hidayat Sunarto, Kamis.
Proses integrasi operasional cabang, layanan, dan produk dilakukan mulai 15 Februari hingga 30 Oktober 2021 sehingga masih cukup waktu proses migrasiya. Dalam periode tersebut, nasabah secara bertahap akan dihubungi untuk melakukan migrasi ke BSI.
Menurut dia, nasabah bisa melakukan migrasi rekening dengan dua cara, yaitu secara daring (online) atau dengan menggunakan aplikasi BSI Mobile maupun hadir langsung kantor cabang BSI.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah 3 Jawa Tengah dan DIY Aman Santoso menyatakan mendukung migrasi tersebut sehingga nasabah tetap dapat melakukan transaksi yang dapat memajukan industri keuangan syariah.
Imam Hidayat menyatakan saat ini BSI di wilayah kerjanya memiliki sekitar 2,2 juta nasabah. Ia menyatakan layanan produk masih didominasi sektor consumer, sedangkan untuk UKM dan mikro masih harus dipacu pertumbuhannnya.
Pewarta : Zaenal
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mantan Direktur Syariah Bank Jateng didakwa kasus dugaan korupsi Rp27,7 miliar
07 May 2026 19:13 WIB
Kudus kirim 9 ton bahan bakar alternatif dari residu sampah ke PT Semen Indonesia
29 April 2026 10:15 WIB
Direktur Bank Jateng Anna Kusumarita raih The Most Outstanding Women in Banking Industry 2026
24 April 2026 16:26 WIB
Bank Jateng bangun gedung 4 lantai di Semarang, bidik keragaman potensi ekonomi
23 April 2026 11:09 WIB