Tiga terduga teroris JAD ditangkap di sejumlah wilayah
Rabu, 31 Maret 2021 15:33 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Rabu (31/3/2021). ANTARA/Laily Rahmawaty
Jakarta (ANTARA) - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali menangkap tiga orang terduga teroris kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di wilayah Jawa Timur dan Makassar, Sulawesi Selatan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Rabu, mengatakan satu terduga ditangkap di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan, sedangkan dua terduga ditangkap di wilayah Tulungagung dan Nganjuk, Jawa Timur.
"Data terbaru di Makassar dilakukan penangkapan lagi seorang laki-laki berinisial I umur 40 tahun," kata Rusdi dalam konferensi Pers di Gedung Humas Polri Jakarta.
Rusdi menjelaskan, terduga berinisial I ini masuk dalam kelompok kajian Vila Mutiara, yakni tempat kajian yang sama dengan pelaku bom bunuh diri di gerbang depan Gereja Katedral Makassar.
Sebelum menangkap I, Tim Densus 88 Antiteror telah menangkap tiga orang perempuan dan empat orang lainnya yang juga mengikuti kajian di Vila Mutiara.
"Sampai saat ini sudah delapan orang yang ditangkap di Makassar," ungkap Rusdi.
Pelaku bom bunuh diri yakni pasangan suami istri berinisial L dan YSF merupakan kelompok kajian Vila Mutiara yang berafiliasi dengan JAD.
Penangkapan selanjutnya dilakukan di Kabupaten Tulungagung, satu orang berinisial MM usia 45 tahun. Dan di Kabupaten Nganjuk juga seorang laki-laki berinisial LAM berusia 25 tahun.
"Mereka masuk dalam kelompok JAD di wilayah Tulungagung dan Nganjuk," ucap dia.
Rusdi menyebutkan, dari mereka diamankan sebuah senjata api, laptop atau komputer jinjing dan ponsel serta buku tentang "fiqih jihadis"
Terkait penangkapan itu, kata Rusdi, Tim Densus 88 Antiteror sedang mendalami peran dan keterkaitan para terduga teroris untuk menuntaskan permasalahan terorisme di wilayah Jawa Timur dan Makassar, serta Tanah Air pada umumnya.
Diberitakan sebelumnya, selama periode Januari hingga Maret 2021, Tim Densus 88 Antiteror telah menangkap 94 orang terduga teroris dalam operasi pencegahan dan penanggulangan terorisme di sejumlah wilayah Indonesia.
Wilayah-wilayah tersebut, seperti Makassar (Sulawesi Selatan), Bima (NTB), Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jakarta, Bekasi (Jawa Barat) dan Tangerang Selatan (Banten).
Sejumlah 94 terduga teroris tersebut termasuk empat terduga teroris yang ditangkap pascabom bunuh diri di Makassar, yakni di wilayah Bekasi, Jakarta Timur dan Tangerang Selatan.
Namun Tim Densus 88 Antiteror masih mendalami jaringan teroris yang ditangkap di wilayah Polda Metro Jaya, karena tidak berafiliasi dengan JAD maupun Jamaah Islamiah (JI).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono, Rabu, mengatakan satu terduga ditangkap di wilayah Makassar, Sulawesi Selatan, sedangkan dua terduga ditangkap di wilayah Tulungagung dan Nganjuk, Jawa Timur.
"Data terbaru di Makassar dilakukan penangkapan lagi seorang laki-laki berinisial I umur 40 tahun," kata Rusdi dalam konferensi Pers di Gedung Humas Polri Jakarta.
Rusdi menjelaskan, terduga berinisial I ini masuk dalam kelompok kajian Vila Mutiara, yakni tempat kajian yang sama dengan pelaku bom bunuh diri di gerbang depan Gereja Katedral Makassar.
Sebelum menangkap I, Tim Densus 88 Antiteror telah menangkap tiga orang perempuan dan empat orang lainnya yang juga mengikuti kajian di Vila Mutiara.
"Sampai saat ini sudah delapan orang yang ditangkap di Makassar," ungkap Rusdi.
Pelaku bom bunuh diri yakni pasangan suami istri berinisial L dan YSF merupakan kelompok kajian Vila Mutiara yang berafiliasi dengan JAD.
Penangkapan selanjutnya dilakukan di Kabupaten Tulungagung, satu orang berinisial MM usia 45 tahun. Dan di Kabupaten Nganjuk juga seorang laki-laki berinisial LAM berusia 25 tahun.
"Mereka masuk dalam kelompok JAD di wilayah Tulungagung dan Nganjuk," ucap dia.
Rusdi menyebutkan, dari mereka diamankan sebuah senjata api, laptop atau komputer jinjing dan ponsel serta buku tentang "fiqih jihadis"
Terkait penangkapan itu, kata Rusdi, Tim Densus 88 Antiteror sedang mendalami peran dan keterkaitan para terduga teroris untuk menuntaskan permasalahan terorisme di wilayah Jawa Timur dan Makassar, serta Tanah Air pada umumnya.
Diberitakan sebelumnya, selama periode Januari hingga Maret 2021, Tim Densus 88 Antiteror telah menangkap 94 orang terduga teroris dalam operasi pencegahan dan penanggulangan terorisme di sejumlah wilayah Indonesia.
Wilayah-wilayah tersebut, seperti Makassar (Sulawesi Selatan), Bima (NTB), Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jakarta, Bekasi (Jawa Barat) dan Tangerang Selatan (Banten).
Sejumlah 94 terduga teroris tersebut termasuk empat terduga teroris yang ditangkap pascabom bunuh diri di Makassar, yakni di wilayah Bekasi, Jakarta Timur dan Tangerang Selatan.
Namun Tim Densus 88 Antiteror masih mendalami jaringan teroris yang ditangkap di wilayah Polda Metro Jaya, karena tidak berafiliasi dengan JAD maupun Jamaah Islamiah (JI).
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seorang pengunjung mal di Solo diduga bunuh diri dengan melompat dari lantai 4
30 November 2025 21:37 WIB
Soal mahasiswi PPDS Undip, Dokter forensik: penetapan bunuh diri harus dari penyidik
26 August 2024 19:50 WIB, 2024
Polisi dalami dugaan perundungan pada kasus bunuh diri mahasiswi kedokteran Undip
15 August 2024 21:32 WIB, 2024
Ini klarifikasi Undip tentang penghentian Prodi Anastesi oleh Kemenkes
15 August 2024 15:13 WIB, 2024
Undip Semarang bantah perundungan pemicu mahasiswi kedokteran bunuh diri
15 August 2024 13:15 WIB, 2024
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Polres Pemalang amankan empat pencuri kelompok Cirebon-Surakarta dan Semarang
27 January 2026 18:58 WIB
Polda Jateng ungkap komplotan pengoplos elpiji subsidi beromset miliaran rupiah
23 January 2026 18:45 WIB
KPK membawa dua koper dan satu dus dokumen dari rumah dinas Bupati Pati Sudewo
22 January 2026 16:31 WIB
Korlantas Polri kolaborasi dengan Senkom Mitra Polri bangun keselamatan berlalu lintas
21 January 2026 22:07 WIB