Gibran kejar revitalisasi pasar tradisional Solo
Jumat, 26 Maret 2021 13:37 WIB
Gibran dan Aria Bima berbincang di sela kegiatan Mider Projo. ANTARA/Aris Wasita
Solo (ANTARA) - Pemerintah Kota Surakarta mengejar program revitalisasi sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Solo sebagai salah satu upaya untuk memulihkan ekonomi pascapandemi COVID-19.
"Mengenai revitalisasi pasar ini kami kejar terus. Pasar Legi targetnya bisa buka pada bulan September," kata Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka pada kegiatan mider projo di Pasar Kadipolo Solo, Jumat.
Ia mengatakan pada tahun depan revitalisasi juga akan dilakukan di Pasar Jongke. Dengan langkah tersebut, pihaknya berharap pasar tradisional bisa bertambah ramai.
"Apalagi ini kan pedagang-pedagang pasar sudah divaksin semua. Pasar Kembang sudah, Pasar Klewer, bahkan para pedagang di Pasar Gede juga memperoleh vaksin dosis kedua. Tujuannya adalah biar roda ekonomi muternya tambah cepat, pemulihan ekonomi juga tambah cepat," katanya.
Baca juga: Pemerintah revitalisasi 5.252 pasar rakyat hingga 2019
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima yang juga mengikuti kegiatan "mider projo" tersebut mengatakan revitalisasi pasar dilakukan sebagai upaya untuk mengubah pasar yang dulunya terkesan becek, kumuh, dan kotor menjadi lebih bersih dan tidak lagi terkesan kumuh.
"Sebenarnya ini bagian dari kegiatan saya di periode-periode sebelumnya, revitalisasi pasar tradisional merupakan program yang selalu dititipkan ke saya. Mengenai program revitalisasi pasar tradisional itu sudah menjadi program dari pemerintahan sebelumnya, bahkan sejak Pak Jokowi (saat masih menjadi Wali Kota Surakarta)," katanya.
Baca juga: Pasar Wiradesa akan direvitalisasi
Meski demikian, langkah revitalisasi tersebut juga diimbangi dengan pengendalian ekspansi pasar modern di wilayah tersebut.
"Pemkot Surakarta yang saya ketahui sejak dulu bagaimana revitalisasi pasar diimbangi dengan ekspansi pasar modern yang terkendali," katanya.
Ia mengatakan langkah tersebut juga diperlukan untuk memberikan ruang kepada pasar tradisional yang sebagian besar menaungi pedagang usaha kecil, menengah, mikro, dan gurem agar tetap dicintai oleh masyarakat Solo.
"Oleh karena itu, perlu betul-betul diperhatikan pembangunan fisiknya dan perubahan perilaku pedagangnya, apalagi situasi pascapandemi COVID-19. Ada perubahan perilaku konsumen, yang harus diikuti oleh perilaku pedagang pasar," katanya.
"Mengenai revitalisasi pasar ini kami kejar terus. Pasar Legi targetnya bisa buka pada bulan September," kata Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka pada kegiatan mider projo di Pasar Kadipolo Solo, Jumat.
Ia mengatakan pada tahun depan revitalisasi juga akan dilakukan di Pasar Jongke. Dengan langkah tersebut, pihaknya berharap pasar tradisional bisa bertambah ramai.
"Apalagi ini kan pedagang-pedagang pasar sudah divaksin semua. Pasar Kembang sudah, Pasar Klewer, bahkan para pedagang di Pasar Gede juga memperoleh vaksin dosis kedua. Tujuannya adalah biar roda ekonomi muternya tambah cepat, pemulihan ekonomi juga tambah cepat," katanya.
Baca juga: Pemerintah revitalisasi 5.252 pasar rakyat hingga 2019
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima yang juga mengikuti kegiatan "mider projo" tersebut mengatakan revitalisasi pasar dilakukan sebagai upaya untuk mengubah pasar yang dulunya terkesan becek, kumuh, dan kotor menjadi lebih bersih dan tidak lagi terkesan kumuh.
"Sebenarnya ini bagian dari kegiatan saya di periode-periode sebelumnya, revitalisasi pasar tradisional merupakan program yang selalu dititipkan ke saya. Mengenai program revitalisasi pasar tradisional itu sudah menjadi program dari pemerintahan sebelumnya, bahkan sejak Pak Jokowi (saat masih menjadi Wali Kota Surakarta)," katanya.
Baca juga: Pasar Wiradesa akan direvitalisasi
Meski demikian, langkah revitalisasi tersebut juga diimbangi dengan pengendalian ekspansi pasar modern di wilayah tersebut.
"Pemkot Surakarta yang saya ketahui sejak dulu bagaimana revitalisasi pasar diimbangi dengan ekspansi pasar modern yang terkendali," katanya.
Ia mengatakan langkah tersebut juga diperlukan untuk memberikan ruang kepada pasar tradisional yang sebagian besar menaungi pedagang usaha kecil, menengah, mikro, dan gurem agar tetap dicintai oleh masyarakat Solo.
"Oleh karena itu, perlu betul-betul diperhatikan pembangunan fisiknya dan perubahan perilaku pedagangnya, apalagi situasi pascapandemi COVID-19. Ada perubahan perilaku konsumen, yang harus diikuti oleh perilaku pedagang pasar," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Surakarta sebut pentingnya adaptasi di tengah perkembangan zaman
31 January 2026 22:02 WIB
Polres Pemalang amankan empat pencuri kelompok Cirebon-Surakarta dan Semarang
27 January 2026 18:58 WIB
BPJS Kesehatan Surakarta jalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Karanganyar
27 January 2026 18:31 WIB
Pemkot Surakarta kembali buka proses seleksi calon pimpinan BLUD Kawasan Wisata Balekambang
08 January 2026 16:54 WIB
Undip-Poltekkes Surakarta-Thailand kembangkan telapak kaki palsu Indonesia
30 December 2025 21:42 WIB
Kolaborasi Dikdasmen dan FAI UMS, guru ISMUBA Surakarta didorong melek teknologi
27 December 2025 16:32 WIB