Tujuh pelajar Papua dikirim ke tiga universitas top di AS
Senin, 8 Maret 2021 10:13 WIB
Tujuh pelajar OAP didampingi Kepala BPSDM Provinsi Papua Aryoko Rumaropen. ANTARA News Papua/HO-Humas BPSDM Papua
Jayapura (ANTARA) - Tujuh pelajar putra terbaik Bumi Cenderawasih mendapat kesempatan kuliah di tiga universitas top di Amerika Serikat pada awal Januari 2021.
Direktur Akademi Jakarta International College (JIC) Fransica Laij dalam siaran persnya diterima di Jayapura, Senin, mengatakan ketiga universitas tersebut yakni Michigan State University, Western Michigan University, dan Louisiana State University.
"Ketujuh putra-putri asli Papua tersebut selama ini dibina dan didampingi oleh kami, nilai-nilainya sangat baik dan siap menjalani pendidikan di Amerika," katanya.
Menurut Fransica, ketujuh pelajar tersebut adalah Jessica Rumfaker, Michael Saroge, Paleria Waibusi, Raffaela Wanimbo, Ronaldo Krey, Steve Fonataba, dan Yulandia Jufuway.
Mereka diterima di ketiga universitas karena memiliki nilai akademik yang tinggi, kemampuan berbahasa Inggris dan mental yang baik.
"Anak-anak ini diterima di ketiga universitas terbaik Amerika dengan potensi-potensi yang luar biasa, kami sangat bangga karena bidang studi yang diambil sangat bermanfaat bagi Papua di masa depan, salah satunya mengambil bidang studi khusus untuk teknik perminyakan," ujarnya.
Dia menjelaskan pada masa mendatang, Papua menjadi salah satu provinsi di Tanah Air yang akan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik, hal itu dilatarbelakangi potensi putra-putri Papua dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat tinggi.
"Saya optimistis Papua memiliki SDM yang mumpuni karena pendidikan dan pengembangan SDM menjadi prioritas di mana 10 sampai 20 tahun, anak-anak ini akan menguasai sptek, saya yakin itu," katanya lagi.
Dia menambahkan patut diberi apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua karena meski di masa pandemi, program pendidikan dan pengembangan SDM tetap berjalan.
Senada dengan Fransica Laij, Direktur Perekrutan dan Penerimaan Mahasiswa JIC Patricia Rubena menambahkan selain tujuh pelajar tersebut, tahun ini terdapat 38 pelajar yang akan dikirim ke Amerika dan dibagi dalam dua gelombang yakni pada April sebanyak 23 orang dan 15 orang pada Agustus.
"Pelajar Papua yang dibina JIC merupakan putra-putri asli Papua terbaik dan mendapatkan kesempatan kuliah di berbagai universitas ternama di Amerika, Eropa, Australia dan Asia," katanya.
Menurut Patricia, pelajar yang dibina di JIC disesuaikan dengan kebutuhan Pemprov Papua dengan syarat utama memiliki kemampuan akademik, mental dan bahasa yang baik, lalu diberikan kesempatan memilih tiga universitas terbaik untuk kuliah pada berbagai universitas di dunia.
Sebelumnya, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Doren Wakerkwa mengatakan sebanyak 47 pelajar orang asli Papua (OAP) dijadwalkan awal 2021 diberangkatkan ke Amerika untuk kuliah di berbagai perguruan tinggi pada wilayah tersebut.
"Sebanyak 47 pelajar OAP itu terdiri dari 45 pelajar untuk program studi S1 (Sarjana) dan S2 (Magister) sebanyak dua orang, di mana merupakan peserta Program Beasiswa Afirmasi Siswa Unggul Papua yang dipersiapkan untuk mengambil pendidikan Sarjana di luar negeri dan telah kuliah daring hingga Semester III," kata Doren.
Direktur Akademi Jakarta International College (JIC) Fransica Laij dalam siaran persnya diterima di Jayapura, Senin, mengatakan ketiga universitas tersebut yakni Michigan State University, Western Michigan University, dan Louisiana State University.
"Ketujuh putra-putri asli Papua tersebut selama ini dibina dan didampingi oleh kami, nilai-nilainya sangat baik dan siap menjalani pendidikan di Amerika," katanya.
Menurut Fransica, ketujuh pelajar tersebut adalah Jessica Rumfaker, Michael Saroge, Paleria Waibusi, Raffaela Wanimbo, Ronaldo Krey, Steve Fonataba, dan Yulandia Jufuway.
Mereka diterima di ketiga universitas karena memiliki nilai akademik yang tinggi, kemampuan berbahasa Inggris dan mental yang baik.
"Anak-anak ini diterima di ketiga universitas terbaik Amerika dengan potensi-potensi yang luar biasa, kami sangat bangga karena bidang studi yang diambil sangat bermanfaat bagi Papua di masa depan, salah satunya mengambil bidang studi khusus untuk teknik perminyakan," ujarnya.
Dia menjelaskan pada masa mendatang, Papua menjadi salah satu provinsi di Tanah Air yang akan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik, hal itu dilatarbelakangi potensi putra-putri Papua dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat tinggi.
"Saya optimistis Papua memiliki SDM yang mumpuni karena pendidikan dan pengembangan SDM menjadi prioritas di mana 10 sampai 20 tahun, anak-anak ini akan menguasai sptek, saya yakin itu," katanya lagi.
Dia menambahkan patut diberi apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua karena meski di masa pandemi, program pendidikan dan pengembangan SDM tetap berjalan.
Senada dengan Fransica Laij, Direktur Perekrutan dan Penerimaan Mahasiswa JIC Patricia Rubena menambahkan selain tujuh pelajar tersebut, tahun ini terdapat 38 pelajar yang akan dikirim ke Amerika dan dibagi dalam dua gelombang yakni pada April sebanyak 23 orang dan 15 orang pada Agustus.
"Pelajar Papua yang dibina JIC merupakan putra-putri asli Papua terbaik dan mendapatkan kesempatan kuliah di berbagai universitas ternama di Amerika, Eropa, Australia dan Asia," katanya.
Menurut Patricia, pelajar yang dibina di JIC disesuaikan dengan kebutuhan Pemprov Papua dengan syarat utama memiliki kemampuan akademik, mental dan bahasa yang baik, lalu diberikan kesempatan memilih tiga universitas terbaik untuk kuliah pada berbagai universitas di dunia.
Sebelumnya, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua Doren Wakerkwa mengatakan sebanyak 47 pelajar orang asli Papua (OAP) dijadwalkan awal 2021 diberangkatkan ke Amerika untuk kuliah di berbagai perguruan tinggi pada wilayah tersebut.
"Sebanyak 47 pelajar OAP itu terdiri dari 45 pelajar untuk program studi S1 (Sarjana) dan S2 (Magister) sebanyak dua orang, di mana merupakan peserta Program Beasiswa Afirmasi Siswa Unggul Papua yang dipersiapkan untuk mengambil pendidikan Sarjana di luar negeri dan telah kuliah daring hingga Semester III," kata Doren.
Pewarta : Hendrina Dian Kandipi
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Mengabdi, mengajar, dan menebar makna: kiprah mahasiswa UMS di daerah 3T Papua
25 March 2026 16:47 WIB
Aceh dan Papua Barat sama-sama raih emas perdana dari kempo PON Bela Diri Kudus
22 October 2025 8:31 WIB
Rektor UMS dan Gubernur Papua Selatan: sinergi hadirkan pendidikan tinggi bermutu di Merauke
13 October 2025 19:55 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
PG-PAUD UMS gelar Outbound Ceria, latih mahasiswa hadapi dunia nyata pendidikan anak
09 May 2026 12:47 WIB