Usai divaksin, Jokowi bertemu Sri Mulyani dan Erick Thohir
Rabu, 13 Januari 2021 16:49 WIB
Tangkapan layar Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat bertemu Presiden Joko Widodo dalam unggahan pada akun instagram @smindrawati di Jakarta, Rabu (13/1/2021). ANTARA/AstridFaidlatulHabibah
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo bertemu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membahas perkembangan pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) usai menjalani vaksinasi COVID-19.
Hal itu diungkapkan Sri Mulyani melalui unggahan fotonya bersama Presiden Joko Widodo dalam akun instagram pribadinya @smindrawati di Jakarta, Rabu
“Presiden Jokowi setelah divaksin tetap bekerja langsung menerima saya dan Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan mengenai perkembangan pembentukan Sovereign Wealth Fund Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA),” katanya.
Meski demikian, Sri Mulyani tidak menjelaskan hasil dari pertemuan antara dirinya dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Erick Thohir mengenai perkembangan pembentukan LPI.
Sri Mulyani justru menyatakan bahwa pada pertemuan tersebut Presiden Joko Widodo sempat bercerita mengenai pengalamannya saat menerima suntikan berisi vaksin Sinovac.
“Di teras Istana Merdeka Presiden menceritakan proses vaksinasi COVID-19 yang Alhamdulillah lancar ‘sama seperti suntik vaksin masa kecil’ kata beliau,” ujar Sri Mulyani melalui unggahannya.
Tak hanya itu, Presiden Joko Widodo juga tidak lupa untuk bercerita kepada Sri Mulyani mengenai dokter kepresidenan yang sempat gemetar saat menyuntikkan vaksin Sinovac ke tubuhnya.
“Beliau juga cerita yang grogi justru perawatnya yang agak gemetar sehingga kapas alkohol sampai jatuh dua kali,” katanya.
Dalam unggahan tersebut, Sri Mulyani pun tak lupa untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk turut berkontribusi menyukseskan vaksinasi COVID-19.
Menurutnya, vaksinasi harus dilakukan agar Indonesia segera kembali sehat dan aman dari COVID-19 sehingga ekonomi mampu kembali pulih.
“Sehat selalu Bapak Presiden. Kami semua siap divaksin. Ayo kita sukseskan vaksinasi COVID-19 agar Indonesia segera kembali sehat dan aman dari COVID-19 dan ekonomi kembali pulih,” tegasnya.
Baca juga: Penyuntik vaksin ke Presiden Jokowi akui gemataran
Hal itu diungkapkan Sri Mulyani melalui unggahan fotonya bersama Presiden Joko Widodo dalam akun instagram pribadinya @smindrawati di Jakarta, Rabu
“Presiden Jokowi setelah divaksin tetap bekerja langsung menerima saya dan Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan mengenai perkembangan pembentukan Sovereign Wealth Fund Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA),” katanya.
Meski demikian, Sri Mulyani tidak menjelaskan hasil dari pertemuan antara dirinya dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Erick Thohir mengenai perkembangan pembentukan LPI.
Sri Mulyani justru menyatakan bahwa pada pertemuan tersebut Presiden Joko Widodo sempat bercerita mengenai pengalamannya saat menerima suntikan berisi vaksin Sinovac.
“Di teras Istana Merdeka Presiden menceritakan proses vaksinasi COVID-19 yang Alhamdulillah lancar ‘sama seperti suntik vaksin masa kecil’ kata beliau,” ujar Sri Mulyani melalui unggahannya.
Tak hanya itu, Presiden Joko Widodo juga tidak lupa untuk bercerita kepada Sri Mulyani mengenai dokter kepresidenan yang sempat gemetar saat menyuntikkan vaksin Sinovac ke tubuhnya.
“Beliau juga cerita yang grogi justru perawatnya yang agak gemetar sehingga kapas alkohol sampai jatuh dua kali,” katanya.
Dalam unggahan tersebut, Sri Mulyani pun tak lupa untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk turut berkontribusi menyukseskan vaksinasi COVID-19.
Menurutnya, vaksinasi harus dilakukan agar Indonesia segera kembali sehat dan aman dari COVID-19 sehingga ekonomi mampu kembali pulih.
“Sehat selalu Bapak Presiden. Kami semua siap divaksin. Ayo kita sukseskan vaksinasi COVID-19 agar Indonesia segera kembali sehat dan aman dari COVID-19 dan ekonomi kembali pulih,” tegasnya.
Baca juga: Penyuntik vaksin ke Presiden Jokowi akui gemataran
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB