Kapolda Jateng kunjungi lokasi pengungsian bencana erupsi Merapi
Rabu, 11 November 2020 19:04 WIB
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi (dua dari kanan) bersama rombonggan saat meninjau tempat pengungsian bencana erupsi Merapi, di Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, Rabu (11/11/2020). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto
Klaten (ANTARA) - Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi telah melakukan kunjungan untuk mengecek dalam penanganan di lokasi pengungsian bencana erupsi Gunung Merapi di Desa Balerante Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten, Rabu.
Kapolda Jateng setiba di tempat pengungsian Desa Balerante Klaten, langsung melakukan pengecekan ruang "Closed Circuit Television" (CCTV) dan seismograf yang digunakan untuk memantau aktivitas Gunung Merapi.
Selain itu, Kapolda di ruang tersebut juga melakukan koordinasi dengan kepala BPBD Kabupaten Klaten tentang tata kelola penanganan bencana Erupsi Merapi baik jalur evakuasi, sarana prasarana evakuasi, hingga penanganan di lokasi pengungsian.
Kapolda usai mengecek alat pantau, kemudian melakukan pengecekan kondisi pengungsi, di ruang Aula Balai Desa Balerante, terdapat 88 pengungsi yang terdiri dari 10 balita, 11 anak-anak, 26 lansia, tiga ibu hamil dan menyusui, dua warga sakit, tiga disabilitas dan 33 dewasa. Mereka sudah menempati lokasi pengungsian selama 5 hari ini.
Baca juga: Polda Jateng siapkan tempat tidur lipat untuk pengungsi Merapi
Menurut Kapolda kedatangan bersama rombongan ke Klaten dalam rangka operasi Aman Nusa untuk menangani COVID-19, dan berbagai kejadian kontijensi lainnya seperti erupsi Gunung Merapi.
Kapolda mengatakan dalam penanganan pengungsi tersebut harus mengutamakan aspek protokol kesehatan, baik itu masyarakat maupun petugasnya.
"Kami tidak mau dalam bencana erupsi Merapi ini, akan timbul klaster baru. Sehingga, Kabid Dokkes sudah kami perintahkan agar bersama dinas kesehatan terkait betul-betul mengawasi masyarakat yang terdampak erupsi." kata Kapolda
Selain itu, Kapolda juga menekankan penggunaan kearifan lokal dalam penanganan erupsi Gunung Merapi. Kearifan lokal yang dimaksudkan, melibatkan masyarakat lokal untuk menjadi relawan. Hal ini, dinilai lebih menguntungkan karena masyarakat lokal sangat paham dengan kondisi lapangan.
Hal tersebut, kata Kapolda, sudah menjadi kesepakatan BPBD, relawan, dan masyarakat setempat. Contohnya di Balerante ini, Kepala Desanya paham betul kondisi desanya tentunya tetap didukung anggota TNI-Polri.
"Yang jelas Polres, Kodim dan Pemda setempat sudah siap dalam rangka menangani erupsi Merapi," kata Kapolda.
Baca juga: Tim relawan TNI-Polri evakuasi warga Klakah Boyolali ke TPPS
Menyinggung soal evakuasi ternak, Kapolda menjelaskan bahwa atas inisiatif Kapolres dan para relawan, ternak-ternak ini sudah disiapkan lokasi khusus. Di lokasi ini nantinya akan ada petugas yang jaga. Kesiapan evakuasi mandiri juga dinilai Kapolda sudah sangat baik.
Masyarakat sudah dilatihkan untuk menyiagakan kendaraan pribadinya, jika sewaktu-waktu harus evakuasi darurat termasuk kesiapan sarana evakuasi massal mandiri.
Kapolda dalam kunjungannya di lokasi pengungsian di Desa Balerante Klaten didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jateng antara lain Dirlantas, Dirsabhara, Kabid Dokkes, Karolog, Dansat Brimob, Kabid Propam dan Kabid Humas.
Bahkan, pejabat daerah yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut selain Kapolres Klaten AKBP Edi Suranta Sitepu, Kasdim 0723/Klaten Mayor Inf. Ustadi Rahmat, Kepala BPBD Kabupaten Klaten, Sip Anwar, dan sejumlah aparat pemerintahan kecamatan dan desa setempat.
Pada kesempatan tersebut Kapolda telah menyerahkan bantuan sembako untuk para pengungsi di Desa Balerante Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, dan kemudian meninggalkan lokasi menuju tempat pengungsian di Kabupaten Boyolali.
Baca juga: Merapi luncurkan guguran lava sejauh 700 meter
Baca juga: BNPB pantau kesiapsiagaan daerah hadapi potensi erupsi Merapi
Kapolda Jateng setiba di tempat pengungsian Desa Balerante Klaten, langsung melakukan pengecekan ruang "Closed Circuit Television" (CCTV) dan seismograf yang digunakan untuk memantau aktivitas Gunung Merapi.
Selain itu, Kapolda di ruang tersebut juga melakukan koordinasi dengan kepala BPBD Kabupaten Klaten tentang tata kelola penanganan bencana Erupsi Merapi baik jalur evakuasi, sarana prasarana evakuasi, hingga penanganan di lokasi pengungsian.
Kapolda usai mengecek alat pantau, kemudian melakukan pengecekan kondisi pengungsi, di ruang Aula Balai Desa Balerante, terdapat 88 pengungsi yang terdiri dari 10 balita, 11 anak-anak, 26 lansia, tiga ibu hamil dan menyusui, dua warga sakit, tiga disabilitas dan 33 dewasa. Mereka sudah menempati lokasi pengungsian selama 5 hari ini.
Baca juga: Polda Jateng siapkan tempat tidur lipat untuk pengungsi Merapi
Menurut Kapolda kedatangan bersama rombongan ke Klaten dalam rangka operasi Aman Nusa untuk menangani COVID-19, dan berbagai kejadian kontijensi lainnya seperti erupsi Gunung Merapi.
Kapolda mengatakan dalam penanganan pengungsi tersebut harus mengutamakan aspek protokol kesehatan, baik itu masyarakat maupun petugasnya.
"Kami tidak mau dalam bencana erupsi Merapi ini, akan timbul klaster baru. Sehingga, Kabid Dokkes sudah kami perintahkan agar bersama dinas kesehatan terkait betul-betul mengawasi masyarakat yang terdampak erupsi." kata Kapolda
Selain itu, Kapolda juga menekankan penggunaan kearifan lokal dalam penanganan erupsi Gunung Merapi. Kearifan lokal yang dimaksudkan, melibatkan masyarakat lokal untuk menjadi relawan. Hal ini, dinilai lebih menguntungkan karena masyarakat lokal sangat paham dengan kondisi lapangan.
Hal tersebut, kata Kapolda, sudah menjadi kesepakatan BPBD, relawan, dan masyarakat setempat. Contohnya di Balerante ini, Kepala Desanya paham betul kondisi desanya tentunya tetap didukung anggota TNI-Polri.
"Yang jelas Polres, Kodim dan Pemda setempat sudah siap dalam rangka menangani erupsi Merapi," kata Kapolda.
Baca juga: Tim relawan TNI-Polri evakuasi warga Klakah Boyolali ke TPPS
Menyinggung soal evakuasi ternak, Kapolda menjelaskan bahwa atas inisiatif Kapolres dan para relawan, ternak-ternak ini sudah disiapkan lokasi khusus. Di lokasi ini nantinya akan ada petugas yang jaga. Kesiapan evakuasi mandiri juga dinilai Kapolda sudah sangat baik.
Masyarakat sudah dilatihkan untuk menyiagakan kendaraan pribadinya, jika sewaktu-waktu harus evakuasi darurat termasuk kesiapan sarana evakuasi massal mandiri.
Kapolda dalam kunjungannya di lokasi pengungsian di Desa Balerante Klaten didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jateng antara lain Dirlantas, Dirsabhara, Kabid Dokkes, Karolog, Dansat Brimob, Kabid Propam dan Kabid Humas.
Bahkan, pejabat daerah yang ikut hadir dalam kegiatan tersebut selain Kapolres Klaten AKBP Edi Suranta Sitepu, Kasdim 0723/Klaten Mayor Inf. Ustadi Rahmat, Kepala BPBD Kabupaten Klaten, Sip Anwar, dan sejumlah aparat pemerintahan kecamatan dan desa setempat.
Pada kesempatan tersebut Kapolda telah menyerahkan bantuan sembako untuk para pengungsi di Desa Balerante Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, dan kemudian meninggalkan lokasi menuju tempat pengungsian di Kabupaten Boyolali.
Baca juga: Merapi luncurkan guguran lava sejauh 700 meter
Baca juga: BNPB pantau kesiapsiagaan daerah hadapi potensi erupsi Merapi
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Sumarwoto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DWP dan Kemenkum Jateng kunjungi Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih Semarang
23 December 2025 15:05 WIB
Ralat - Ratu Maxima dari Belanda kunjungi salah satu pabrik garmen di Sragen
26 November 2025 10:16 WIB
Wapres Gibran sebut penanganan banjir Semarang butuh sinergi pusat dan daerah
02 November 2025 20:02 WIB
Komisi II DPRD Kabupaten Tegal kunjungi industri, ingatkan kesejahteraan naker
16 October 2025 9:49 WIB
The Rockefeller Foundation kunjungi dapur sehat SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta
10 October 2025 15:25 WIB
Terpopuler - Bencana Alam
Lihat Juga
Pemkab catat 30 kali terjadi longsor susulan di Bukit Gunung Beser Pekalongan
23 January 2026 17:47 WIB
Potensi kerugian akibat banjir di sejumlah desa Kudus ditaksir Rp533 miliar
19 January 2026 19:19 WIB
Perjalanan 23 KA Daop 4 Semarang masih dibatalkan dampak banjir di Pekalongan
19 January 2026 9:00 WIB