"Itu bentuk ikhtiar mencegah terjadinya suatu penyakit jadi imunisasi bagian dari pada berobat," kata Wapres saat berbincang secara virtual dengan juru bicara pemerintah Reisa Broto Asmoro, di Jakarta, Jumat.
Wapres mengatakan pengobatan dibagi menjadi dua yakni kuratif dan preventif. Kuratif ada pengobatan jika sudah terjadi penyakit, sedangkan preventif sebelum terjadi penyakit.
"Dalam masalah pengobatan ini memang ada perintah, ada hadistnya. Berobatlah kamu, Allah tidak menetapkan penyakit kecuali ada obatnya. Setiap penyakit ada obatnya, cuma sudah ditemukan atau belum ditemukan saja. Kecuali yang tidak ada obatnya penyakit pikun," ujarnya.
Baca juga: Wapres: Patuh terhadap protokol kesehatan termasuk kategori ibadah
Baca juga: Bio Farma ungkap arahan Wapres soal kehalalan vaksin COVID-19
Dia menekankan imunisasi termasuk pencegahan. Menurutnya dalam dalil umum agama bersiaplah kamu dalam lima hal sebelum datang lima hal.
Bersiap pada masa muda sebelum kamu tua, masa sehat sebelum kamu sakit, kaya sebelum miskin, luang sebelum sibuk, hidup sebelum mati.
Hal itu, kata Wapres, adalah sebuah tindakan preventif.
"Masa sehat harus dipergunakan untuk mencegah sakit. Jadi itu barangkali dari imunisasi," kata dia.
Baca juga: Ma'ruf Amin tegaskan kehalalan tak hambat vaksin dari China
Baca juga: Wapres: Pemuka agama berperan penting cegah penularan COVID-19
Wapres: Vaksin adalah ikhtiar mencegah penyakit
Jumat, 16 Oktober 2020 19:44 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. ANTARA/HO-KIP Setwapres/aa.
Jakarta (ANTARA) - Wapres RI Ma'ruf Amin mengatakan vaksinasi atau imunisasi merupakan salah satu ikhtiar mencegah terjadinya penyakit termasuk juga dalam pandemi COVID-19.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor : Mugiyanto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wapres minta Polri tindaklanjuti sosok inisial "T" terkait judi daring
01 August 2024 14:24 WIB, 2024
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB
Pemkot Semarang imbau warga tak panik soal penonaktifan puluhan ribu peserta PBI
06 February 2026 20:58 WIB