KSAD: Semua pasien positif COVID-19 di Secapa AD sembuh
Sabtu, 15 Agustus 2020 11:38 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa. ANTARA/tniad.mild.id/pri.
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menyebutkan seluruh pasien COVID-19 di Sekolah Calon Perwira (Secapa) AD saat ini sudah dinyatakan sembuh.
"Hasil lab PCR (polymerase chain reaction) dari swab lanjutan pasien di Secapa AD sampai dengan hari ini (15/8), ada empat pasien lagi yang dinyatakan negatif," kata Kasad, melalui pernyataan tertulis, di Jakarta, Minggu.
Dengan hasil terakhir yang menyatakan empat pasien sudah negatif COVID-19, kata dia, maka sudah seluruh pasien sembuh.
"Dari total (semula) 1.308 pasien positif COVID-19 di Secapa AD, pada hari ini tidak ada yang positif," kata Andika.
Sebelumnya, sebanyak 1.308 siswa Secapa AD diketahui positif COVID-19 sehingga segera dilakukan berbagai upaya penanganan, termasuk karantina dan perawatan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah terapi plasma convalescent terhadap perwira Secapa AD yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19.
Istilah terapi plasma convalescent merujuk pada pemberian plasma darah dari orang yang telah sembuh ke pasien lainnya yang dalam masa pengobatan untuk penyakit infeksi yang sama.
Plasma darah dari orang yang telah sembuh diperkirakan bisa membantu melawan SARS-CoV-2 karena memiliki antibodi yang telah dibentuk oleh pasien tersebut.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, jumlah pasien positif COVID-19 terus mengalami penurunan, seperti pada Jumat (14/8) yang tinggal menyisakan empat pasien positif COVID-19.
Saat ini, empat pasien itu telah dinyatakan negatif COVID-19 sehingga total 1.308 pasien COVID-19 telah sembuh.
Baca juga: Tujuh pasien COVID-19 di Magelang dinyatakan sembuh
Baca juga: Update COVID-19 di Indonesia: 85.798 sembuh, dan132.816 kasus positif
"Hasil lab PCR (polymerase chain reaction) dari swab lanjutan pasien di Secapa AD sampai dengan hari ini (15/8), ada empat pasien lagi yang dinyatakan negatif," kata Kasad, melalui pernyataan tertulis, di Jakarta, Minggu.
Dengan hasil terakhir yang menyatakan empat pasien sudah negatif COVID-19, kata dia, maka sudah seluruh pasien sembuh.
"Dari total (semula) 1.308 pasien positif COVID-19 di Secapa AD, pada hari ini tidak ada yang positif," kata Andika.
Sebelumnya, sebanyak 1.308 siswa Secapa AD diketahui positif COVID-19 sehingga segera dilakukan berbagai upaya penanganan, termasuk karantina dan perawatan.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah terapi plasma convalescent terhadap perwira Secapa AD yang telah dinyatakan sembuh dari COVID-19.
Istilah terapi plasma convalescent merujuk pada pemberian plasma darah dari orang yang telah sembuh ke pasien lainnya yang dalam masa pengobatan untuk penyakit infeksi yang sama.
Plasma darah dari orang yang telah sembuh diperkirakan bisa membantu melawan SARS-CoV-2 karena memiliki antibodi yang telah dibentuk oleh pasien tersebut.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, jumlah pasien positif COVID-19 terus mengalami penurunan, seperti pada Jumat (14/8) yang tinggal menyisakan empat pasien positif COVID-19.
Saat ini, empat pasien itu telah dinyatakan negatif COVID-19 sehingga total 1.308 pasien COVID-19 telah sembuh.
Baca juga: Tujuh pasien COVID-19 di Magelang dinyatakan sembuh
Baca juga: Update COVID-19 di Indonesia: 85.798 sembuh, dan132.816 kasus positif
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
UIN Walisongo dan Konsulat Jenderal Australia Surabaya perkuat kolaborasi akademik internasional
25 February 2026 11:09 WIB
AirAsia resmi buka rute internasional Semarang–Kuala Lumpur di Bandara Ahmad Yani
05 September 2025 14:51 WIB
Revitalisasi semangat juang Jenderal Soedirman awali Rakernas KA Unsoed
14 December 2024 16:18 WIB, 2024
Unsoed-UHB bantu petani Desa Winduaji melalui budi daya jamur untuk atasi stunting dan kemiskinan
01 December 2024 14:58 WIB, 2024
Kisah Warung Makan Selera Jenderal di Demak, berawal dari celetukan pelanggan
31 October 2024 10:27 WIB, 2024
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Pertolongan pertama di perjalanan: peran obat OTC dalam situasi darurat mudik Lebaran
20 March 2026 9:31 WIB