Menteri: Makan ikan tingkatkan kekebalan
Jumat, 5 Juni 2020 19:47 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. ANTARA/M Razi Rahman
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengingatkan kepada berbagai kalangan masyarakat tentang pentingnya memakan ikan yang berkualitas sebagai upaya meningkatkan imunitas di tengah pandemi COVID-19.
"Di tengah wabah COVID-19 ini, kita berupaya membantu mencukupi kebutuhan gizi untuk meningkatkan imunitas masyarakat melalui penyerahan bantuan produk perikanan," kata Menteri Edhy dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.
Menteri Edhy mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ikan atau karantina, mutu, dan keamanan hasil perikanan.
Selain itu juga esensial memberikan pencerahan bagi masyarakat mengenai potensi dan nilai lebih produk perikanan sebagai alternatif pangan yang aman dan bermutu.
Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) KKP Rina mengatakan, penyelenggaraan Bulan Mutu Karantina 2020 ini bertepatan dengan merebaknya pandemi di Indonesia.
Rina mengemukakan, di samping berdampak secara ekonomi khususnya bagi masyarakat yang bekerja di sektor nonformal, COVID-19 juga mengancam kesehatan masyarakat sehingga ikan berperan penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi masyarakat di tengah wabah ini.
Menurut dia, BKIPM terus mengawal Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan memanfaatkan teknologi komunikasi digital yang tersedia.
"Kita ingin menyebarkan pesan kepada masyarakat, pemangku kebijakan, maupun komponen bangsa lainnya bahwa produk perikanan penting untuk menjaga asupan protein, gizi, dan memperkuat imunitas dalam menghadapi wabah COVID-19," ujarnya.
Selain memaparkan berbagai kandungan nutrisi dan manfaat ikan, Rina juga mengajak seluruh peserta untuk tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran COVID-19 melalui pengecekan suhu, penggunaan masker, ketertiban mencuci tangan, dan pelaksanaan jaga jarak.
Sebagaimana diwartakan, Pemerintah terus berupaya untuk menyerap produk perikanan tangkap dengan memanfaatkan teknologi guna memasarkan produk perikanan di tengah kondisi pasar yang turun akibat pandemi COVID-19.
Dengan cara itu, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Safri Burhanuddin optimis industri perikanan Indonesia bisa segera bangkit.
"Kita salah satu negara dengan potensi perikanan yang luar biasa. Memang saat ini kondisi pasar turun, tapi kalau kita memanfaatkan tekonologi, seharusnya tidak masalah. Pasar online luas, kita melihat potensi dari perikanan. Ini peluang yang besar untuk kita manfaatkan bersama," katanya.
Baca juga: Sejak dini, kenalkan Gemarikan
Baca juga: Bupati: tingkat konsumsi ikan di Magelang rendah
"Di tengah wabah COVID-19 ini, kita berupaya membantu mencukupi kebutuhan gizi untuk meningkatkan imunitas masyarakat melalui penyerahan bantuan produk perikanan," kata Menteri Edhy dalam siaran pers di Jakarta, Jumat.
Menteri Edhy mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ikan atau karantina, mutu, dan keamanan hasil perikanan.
Selain itu juga esensial memberikan pencerahan bagi masyarakat mengenai potensi dan nilai lebih produk perikanan sebagai alternatif pangan yang aman dan bermutu.
Kepala Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) KKP Rina mengatakan, penyelenggaraan Bulan Mutu Karantina 2020 ini bertepatan dengan merebaknya pandemi di Indonesia.
Rina mengemukakan, di samping berdampak secara ekonomi khususnya bagi masyarakat yang bekerja di sektor nonformal, COVID-19 juga mengancam kesehatan masyarakat sehingga ikan berperan penting untuk mencukupi kebutuhan nutrisi masyarakat di tengah wabah ini.
Menurut dia, BKIPM terus mengawal Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan memanfaatkan teknologi komunikasi digital yang tersedia.
"Kita ingin menyebarkan pesan kepada masyarakat, pemangku kebijakan, maupun komponen bangsa lainnya bahwa produk perikanan penting untuk menjaga asupan protein, gizi, dan memperkuat imunitas dalam menghadapi wabah COVID-19," ujarnya.
Selain memaparkan berbagai kandungan nutrisi dan manfaat ikan, Rina juga mengajak seluruh peserta untuk tetap mematuhi protokol pencegahan penyebaran COVID-19 melalui pengecekan suhu, penggunaan masker, ketertiban mencuci tangan, dan pelaksanaan jaga jarak.
Sebagaimana diwartakan, Pemerintah terus berupaya untuk menyerap produk perikanan tangkap dengan memanfaatkan teknologi guna memasarkan produk perikanan di tengah kondisi pasar yang turun akibat pandemi COVID-19.
Dengan cara itu, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Safri Burhanuddin optimis industri perikanan Indonesia bisa segera bangkit.
"Kita salah satu negara dengan potensi perikanan yang luar biasa. Memang saat ini kondisi pasar turun, tapi kalau kita memanfaatkan tekonologi, seharusnya tidak masalah. Pasar online luas, kita melihat potensi dari perikanan. Ini peluang yang besar untuk kita manfaatkan bersama," katanya.
Baca juga: Sejak dini, kenalkan Gemarikan
Baca juga: Bupati: tingkat konsumsi ikan di Magelang rendah
Pewarta : M Razi Rahman
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK dalami peran Azis Syamsuddin dan Fahri Hamzah dalam perkara Edhy Prabowo
16 June 2021 13:49 WIB, 2021
KPK sita uang tunai Rp52,3 miliar dari bank terkait suap ekspor benih lobster
15 March 2021 12:50 WIB, 2021
Mantan Menteri Kelautan: Jangankan dihukum mati, lebih dari itu pun saya siap
22 February 2021 19:09 WIB, 2021
Periksa Edhy Prabowo, KPK sita tas dan baju bermerek yang dibeli di AS
15 January 2021 10:32 WIB, 2021
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Wagub Jateng: : Program speling dekatkan layanan dokter spesialis ke desa
14 February 2026 16:28 WIB
Pemkab Kudus beri jaminan pengobatan gratis bagi peserta PBI JK APBN nonaktif
09 February 2026 14:12 WIB