Dosen UMS soroti penguatan UMKM dalam negeri
Rabu, 13 Mei 2020 19:49 WIB
Pengukuhan guru besar di UMS (ANTARA/HO/Humas UMS)
Solo (ANTARA) - Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Anton Agus Setyawan menyoroti penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam negeri pada pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen UMS.
"Dalam konteks penguatan UMKM di Indonesia, kemitraan strategis dengan kerangka 'relationship marketing' bisa memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja bisnis UMKM," katanya di Solo, Rabu.
Ia mengatakan kondisi tersebut terjadi karena UMKM memiliki keterbatasan sumber daya yang bisa diatasi melalui kemitraan dengan perusahaan besar. Menurut dia, kritik yang muncul adalah apakah selamanya kekuasaan yang dominan menjadi milik perusahaan besar, karena jika itu yang terjadi maka akan muncul pola ketergantungan UMKM terhadap mitra bisnis dari perusahaan besar.
"Dalam kerangka penguatan kekuasaan UMKM inilah maka perlu ada intervensi terkait dengan kebijakan UMKM. Perusahaan besar juga bisa mempunyai ketergantungan pada
UMKM karena kebutuhan untuk menjaga kapasitas atau 'output' produksi sehingga mereka juga berkepentingan untuk memperkuat kekuasaan dari UMKM," katanya.
Menurut dia, pihak lain yang diharapkan melakukan intervensi terkait dengan peningkatan kekuasaan UMKM adalah pemerintah dan perguruan tinggi.
"Saat ini pemerintah dan perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat banyak melakukan aktivitas pelatihan dan pendampingan UMKM dalam rangka peningkatan
kapasitas dan kemampuan SDM dalam lembaga bisnis tersebut," katanya.
Meski demikian, dikatakannya, peningkatan kapasitas dan keahlian UMKM ini juga perlu dikombinasikan dengan kebijakan ekonomi yang memberikan dukungan pada jenis usaha ini.
Sementara itu, menurut dia, berbagai penelitian empirik juga menunjukkan bahwa UMKM yang tangguh dan berkualitas bisa menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi di Indonesia.
"Sebagaimana diketahui, salah satu masalah ekonomi yang sampai saat ini masih menghantui perekonomian nasional adalah kesenjangan kesejahteraan. Oleh karena itu, pemberdayaan UMKM erat kaitannya dengan mengatasi masalah ketimpangan kesejahteraan," katanya.
"Dalam konteks penguatan UMKM di Indonesia, kemitraan strategis dengan kerangka 'relationship marketing' bisa memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja bisnis UMKM," katanya di Solo, Rabu.
Ia mengatakan kondisi tersebut terjadi karena UMKM memiliki keterbatasan sumber daya yang bisa diatasi melalui kemitraan dengan perusahaan besar. Menurut dia, kritik yang muncul adalah apakah selamanya kekuasaan yang dominan menjadi milik perusahaan besar, karena jika itu yang terjadi maka akan muncul pola ketergantungan UMKM terhadap mitra bisnis dari perusahaan besar.
"Dalam kerangka penguatan kekuasaan UMKM inilah maka perlu ada intervensi terkait dengan kebijakan UMKM. Perusahaan besar juga bisa mempunyai ketergantungan pada
UMKM karena kebutuhan untuk menjaga kapasitas atau 'output' produksi sehingga mereka juga berkepentingan untuk memperkuat kekuasaan dari UMKM," katanya.
Menurut dia, pihak lain yang diharapkan melakukan intervensi terkait dengan peningkatan kekuasaan UMKM adalah pemerintah dan perguruan tinggi.
"Saat ini pemerintah dan perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat banyak melakukan aktivitas pelatihan dan pendampingan UMKM dalam rangka peningkatan
kapasitas dan kemampuan SDM dalam lembaga bisnis tersebut," katanya.
Meski demikian, dikatakannya, peningkatan kapasitas dan keahlian UMKM ini juga perlu dikombinasikan dengan kebijakan ekonomi yang memberikan dukungan pada jenis usaha ini.
Sementara itu, menurut dia, berbagai penelitian empirik juga menunjukkan bahwa UMKM yang tangguh dan berkualitas bisa menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi di Indonesia.
"Sebagaimana diketahui, salah satu masalah ekonomi yang sampai saat ini masih menghantui perekonomian nasional adalah kesenjangan kesejahteraan. Oleh karena itu, pemberdayaan UMKM erat kaitannya dengan mengatasi masalah ketimpangan kesejahteraan," katanya.
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Heru Suyitno
Copyright © ANTARA 2026
Terpopuler - Tenaga Kerja
Lihat Juga
BPJS Ketenagakerjaan Semarang Majapahit sosialisasikan manfaat program ke nelayan Demak
13 February 2026 17:08 WIB
Disnakertrans Jateng dan BPJS Ketenagakerjaan perkuat sinergi, serahkan santunan ke ahli waris pekerja
12 February 2026 18:38 WIB
BPJS Ketenagakerjaan serahkan klaim JKM ke ahli waris marbot dan pengurus masjid
12 February 2026 18:11 WIB
Sinergi BPJS Ketenagakerjaan bersama DMI lindungi penggiat masjid dan musala
11 February 2026 23:15 WIB
PT Semen Gresik gelar safety challenge dalam rangka Bulan K3 Nasional 2026
11 February 2026 13:24 WIB
Pemkab Batang - PLTU tingkatkan kemampuan teknis nelayan perbaiki mesin kapal
10 February 2026 8:04 WIB
BPJS Ketenagakerjaan - Dinsos Jateng perkuat perlindungan bagi pekerja rentan
28 January 2026 22:39 WIB
Wabup Banyumas: BPJS Ketenagakerjaan berikan perlindungan nyata bagi pekerja informal
28 January 2026 16:46 WIB