Pemkab Kudus anggarkan Rp48,05 miliar untuk penanganan COVID-19
Rabu, 8 April 2020 20:46 WIB
Pemkab Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menambah alokasi anggaran untuk penanganan penyakit virus corona (COVID-19) dari semula hanya Rp13 miliar menjadi Rp48,05 miliar.
"Anggaran sebesar itu akan digunakan untuk beberapa program mulai dari pencegahan dan penanganan COVID-19, jaring pengaman sosial hingga penanganan dampak ekonomi," kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Eko Djumartono di Kudus, Rabu.
Ia mengungkapkan untuk pencegahan dan penanganan COVID-19 dialokasikan sebesar Rp16,55 miliar yang dikelola oleh Dinas Kesehatan yang bersumber dari dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT).
Baca juga: Update COVID-19 : 222 sembuh dan 2.956 kasus positif di Indonesia
Sementara alokasi anggaran untuk jaring pengaman sosial dan penanganan dampak ekonomi, berasal dari anggaran belanja tidak terduga tahun anggaran 2020.
Untuk jaring pengaman sosial yang dikelola Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dialokasikan sebesar Rp26 miliar. Jenis kegiatannya diserahkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Jika wabah COVID-19 berakhir, maka Pemkab Kudus akan membantu pemulihan ekonomi masyarakat melalui anggaran penanganan dampak ekonomi sebesar Rp5,5 miliar," ujarnya.
Anggaran tersebut, lanjut dia, untuk membantu pelaku usaha yang mulai kembali beroperasi pascawabah COVID-19, namun menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam hal permodalan.
Untuk itu, lanjut dia, perlu dibantu untuk mendorong usaha mereka kembali bangkit.
Baca juga: Kampanyekan penggunaan masker, Ganjar imbau warga membuat sendiri jika kesulitan
"Anggaran sebesar itu akan digunakan untuk beberapa program mulai dari pencegahan dan penanganan COVID-19, jaring pengaman sosial hingga penanganan dampak ekonomi," kata Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus Eko Djumartono di Kudus, Rabu.
Ia mengungkapkan untuk pencegahan dan penanganan COVID-19 dialokasikan sebesar Rp16,55 miliar yang dikelola oleh Dinas Kesehatan yang bersumber dari dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (DBHCHT).
Baca juga: Update COVID-19 : 222 sembuh dan 2.956 kasus positif di Indonesia
Sementara alokasi anggaran untuk jaring pengaman sosial dan penanganan dampak ekonomi, berasal dari anggaran belanja tidak terduga tahun anggaran 2020.
Untuk jaring pengaman sosial yang dikelola Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dialokasikan sebesar Rp26 miliar. Jenis kegiatannya diserahkan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
"Jika wabah COVID-19 berakhir, maka Pemkab Kudus akan membantu pemulihan ekonomi masyarakat melalui anggaran penanganan dampak ekonomi sebesar Rp5,5 miliar," ujarnya.
Anggaran tersebut, lanjut dia, untuk membantu pelaku usaha yang mulai kembali beroperasi pascawabah COVID-19, namun menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam hal permodalan.
Untuk itu, lanjut dia, perlu dibantu untuk mendorong usaha mereka kembali bangkit.
Baca juga: Kampanyekan penggunaan masker, Ganjar imbau warga membuat sendiri jika kesulitan
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Klaim jaminan BPJAMSOSTEK Pekalongan per November capai Rp161,05 miliar
23 December 2020 18:46 WIB, 2020
Pelapor plagiarisme tuntut Rektor Unnes bayar ganti rugi Rp5,05 miliar
10 March 2020 14:22 WIB, 2020
Pilkada 2017 - Laporan Dana Kampanye Haryanto-Arifin Capai Rp1,05 Miliar
14 February 2017 7:30 WIB, 2017
Kasus baru COVID-19 di Indonesia bertambah 12.001 kini jadi 1.078.314 orang
31 January 2021 17:50 WIB, 2021
Kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 14.518 kini jadi 1.066.313 orang
30 January 2021 17:44 WIB, 2021
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Peradi SAI Semarang diharapkan bantu pemda selenggarakan bantuan hukum gratis
06 June 2026 20:55 WIB
RSUD Banyumas luncurkan layanan Cathlab terintegrasi pembiayaan BPJS Kesehatan
06 June 2026 20:24 WIB
Kodim Kudus target bisa bangun empat jembatan penghubung guna perkuat akses pendidikan
06 June 2026 20:21 WIB