615 pekerja perusahaan di Temanggung dirumahkan akibat COVID-19
Rabu, 8 April 2020 14:56 WIB
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Temanggung, Agus Sarwono. ANTARA/Heru Suyitno
Temanggung (ANTARA) - Sedikitnya 615 pekerja dari tiga perusahaan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dirumahkan karena terdampak krisis penyakit virus corona (COVID-19), kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Temanggung, Agus Sarwono.
Agus di Temanggung, Rabu, menyebutkan sejumlah pekerja yang dirumahkan tersebut, yakni dari Prima Rajawali 7 orang, Cipta Usaha Mandiri 255 orang, dan Duta Sumpit 353 orang,
"Hingga saat ini belum ada perusahaan di Temanggung yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), namun beberapa perusahaan telah merumahkan pekerjanya karena kondisi perusahaan sepi," katanya.
Baca juga: 3.000 pekerja di Semarang dirumahkan
Ia menuturkan para pekerja yang dirumahkan tersebut diusulkan ke pemerintah pusat melalui provinsi dalam program kartu prakerja. Kemudian usulan nanti akan diverifikasi oleh pusat.
"Sesuai hasil rapat koordinasi saat ini ada program peluncuran kartu prakerja maka yang kami utamakan bagi pekerja yang di-PHK kebetulan di Temanggung belum ada, maka yang dirumahkan sejumlah 615 kami usulkan untuk bisa mendapatkan program tersebut," katanya.
Ia menuturkan program kartu prakerja ini kegiatannya adalah pelatihan yang berbasis daring (online).
"Mereka yang kami usulkan itu harus mempunyai alamat lengkap, NIK, nomor telepon seluler, dan email, karena nanti pelatihannya adalah online, tidak ada pertemuan kumpul jadi satu tidak ada," katanya.
Agus menyampaikan nanti prakerja tersebut mendapatkan insentif Rp600 ribu/bulan selama 4 bulan, namun sampai saat ini teknisnya seperti apa pihaknya belum tahu.
Baca juga: 1.222 pekerja di Banyumas dirumahkan akibat COVID-19
Baca juga: 32.192 pekerja migran Indonesia pulang dari negara terdampak COVID-19
Agus di Temanggung, Rabu, menyebutkan sejumlah pekerja yang dirumahkan tersebut, yakni dari Prima Rajawali 7 orang, Cipta Usaha Mandiri 255 orang, dan Duta Sumpit 353 orang,
"Hingga saat ini belum ada perusahaan di Temanggung yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), namun beberapa perusahaan telah merumahkan pekerjanya karena kondisi perusahaan sepi," katanya.
Baca juga: 3.000 pekerja di Semarang dirumahkan
Ia menuturkan para pekerja yang dirumahkan tersebut diusulkan ke pemerintah pusat melalui provinsi dalam program kartu prakerja. Kemudian usulan nanti akan diverifikasi oleh pusat.
"Sesuai hasil rapat koordinasi saat ini ada program peluncuran kartu prakerja maka yang kami utamakan bagi pekerja yang di-PHK kebetulan di Temanggung belum ada, maka yang dirumahkan sejumlah 615 kami usulkan untuk bisa mendapatkan program tersebut," katanya.
Ia menuturkan program kartu prakerja ini kegiatannya adalah pelatihan yang berbasis daring (online).
"Mereka yang kami usulkan itu harus mempunyai alamat lengkap, NIK, nomor telepon seluler, dan email, karena nanti pelatihannya adalah online, tidak ada pertemuan kumpul jadi satu tidak ada," katanya.
Agus menyampaikan nanti prakerja tersebut mendapatkan insentif Rp600 ribu/bulan selama 4 bulan, namun sampai saat ini teknisnya seperti apa pihaknya belum tahu.
Baca juga: 1.222 pekerja di Banyumas dirumahkan akibat COVID-19
Baca juga: 32.192 pekerja migran Indonesia pulang dari negara terdampak COVID-19
Pewarta : Heru Suyitno
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPBD Kudus mencatat ratusan pengungsi mulai terdampak banjir pulang ke rumah
23 January 2026 20:14 WIB
Ratusan pelajar Pekalongan bidik UIN Walisongo di gelaran Expo Campus GENIUS 2026
07 January 2026 20:16 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Wali Kota Surakarta sebut pentingnya adaptasi di tengah perkembangan zaman
31 January 2026 22:02 WIB
Pemprov Jateng sediakan layanan pemulihan psikologis bagi penyintas bencana
31 January 2026 19:29 WIB
Pemerintah beri diskon 50 persen untuk iuran BPJS Ketenagakerjaan sektor transportasi
31 January 2026 16:58 WIB