Warga diimbau hindari hoaks jelang Pilkada Kota Pekalongan
Kamis, 5 Maret 2020 17:54 WIB
Kepala Subbagian Humas Polres Pekalongan Kota AKP Suparji saat memberikan penerangan pada masyarakat terkait dengan masalah berita bohong menjelang Pilkada Serentak 2020. ANTARA/Kutnadi
Pekalongan (ANTARA) - Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Jawa Tengah, mengimbau warga menghindari berita bohong sekaligus bijaksana dalam menggunakan media sosial (medsos) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020.
Kepala Subbagian Humas Polres Pekalongan Kota AKP Suparji di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa masyarakat perlu waspada terhadap informasi yang diterima melalui medsos karena berita itu belum tentu kebenarannya.
"Masyarakat jangan mudah percaya, harus pandai, dan cerdas menyaring informasi dari mana sumber informasi itu berasal. Apalagi, maraknya masalah isu pemilihan calon wali kota dan calon wakil wali kota, " katanya.
Ia minta pada masyarakat berkomunikasi langsung dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pekalongan terkait dengan masalah penyelenggaran pilkada agar informasi yang diterima tidak menyesatkan dan menimbulkan kegaduhan.
Baca juga: KPU Semarang "Goes to School" ajak pemilih pemula gunakan hak pilih pilkada
Baca juga: KPU Purbalingga gelar sosialisasi Pilkada 2020
Baca juga: Polda Jateng siap amankan tahapan Pilkada Serentak 2020
"Kami mengajak masyarakat pandai dan bijaksana dalam bermedia sosial. Jika ada isu yang belum jelas dan meresahkan warga, kami minta jangan latah untuk disebarkan," katanya.
Jajaran Polres Pekalongan Kota akan terus meningkatkan kegiatan patroli di KPU dan Bawaslu sebagai upaya menghindari adanya informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Kami imbau masyarakat lebih cerdas dalam menyikapi informasi, video ataupun gambar yang beredar melalui media sosial. Masyarakat juga tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena jika apa yang disebarkan tidak dapat dipertanggung jawabkan maka bisa dijerat dengan UU ITE," katanya.
Ia menambahkan bagi penggiat medsos diminta tetap menjaga kamtibmas agar wilayah tetap kondusif.
Kepala Subbagian Humas Polres Pekalongan Kota AKP Suparji di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa masyarakat perlu waspada terhadap informasi yang diterima melalui medsos karena berita itu belum tentu kebenarannya.
"Masyarakat jangan mudah percaya, harus pandai, dan cerdas menyaring informasi dari mana sumber informasi itu berasal. Apalagi, maraknya masalah isu pemilihan calon wali kota dan calon wakil wali kota, " katanya.
Ia minta pada masyarakat berkomunikasi langsung dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pekalongan terkait dengan masalah penyelenggaran pilkada agar informasi yang diterima tidak menyesatkan dan menimbulkan kegaduhan.
Baca juga: KPU Semarang "Goes to School" ajak pemilih pemula gunakan hak pilih pilkada
Baca juga: KPU Purbalingga gelar sosialisasi Pilkada 2020
Baca juga: Polda Jateng siap amankan tahapan Pilkada Serentak 2020
"Kami mengajak masyarakat pandai dan bijaksana dalam bermedia sosial. Jika ada isu yang belum jelas dan meresahkan warga, kami minta jangan latah untuk disebarkan," katanya.
Jajaran Polres Pekalongan Kota akan terus meningkatkan kegiatan patroli di KPU dan Bawaslu sebagai upaya menghindari adanya informasi yang belum jelas kebenarannya.
"Kami imbau masyarakat lebih cerdas dalam menyikapi informasi, video ataupun gambar yang beredar melalui media sosial. Masyarakat juga tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena jika apa yang disebarkan tidak dapat dipertanggung jawabkan maka bisa dijerat dengan UU ITE," katanya.
Ia menambahkan bagi penggiat medsos diminta tetap menjaga kamtibmas agar wilayah tetap kondusif.
Pewarta : Kutnadi
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi periksa sembilan saksi kasus penembakan suami anggota DPRD Jateng di Pekalongan
17 February 2026 11:31 WIB
Operasional dapur umum Pemkot Pekalongan disesuaikan status kedaruratan bencana
10 February 2026 10:14 WIB