Polisi selidiki kasus pencurian di SMPN 1 Ampel
Selasa, 25 Februari 2020 22:35 WIB
Polisi saat melakukan olah tempat kejadian kasus pencurian di SMP Negeri 1 Ampel, Boyolali Selasa (25-2-2020). ANTARA/Bambang Dwi Marwoto
Boyolali (ANTARA) - Polres Boyolali, Jawa Tengah, masih menyelidiki kasus pencurian di SMP Negeri 1 Ampel, Selasa, dengan kerugian seratusan juta rupiah.
Kepala Polres Boyolali AKBP Rachmad Nur Hidayat melalui Kepala Polsek Ampel AKP Margono menduga pelaku yang membobol pintu masuk ruang di SMPN 1 Apel Boyolali tersebut melakukan aksi pada hari Senin (24/2) hingga Selasa dini hari.
Margono mengatakan bahwa kasus pencurian itu pertama kali diketahui oleh seorang petugas pembersihan sekolah, Sri Maryati (33), warga Dukuh/Desa Candi RT 02/RW 06 Kecamatan Ampel Boyolali, sekitar pukul 05.00 WIB.
Saksi Sri Maryati kaget saat melihat ruangan sekolah berantakan, kelihatan diacak-acak orang.
Saksi kemudian memberi tahu petugas lainnya, Suyatno (33). Kedua saksi lantas masuk ke ruang guru sekolah untuk mengecek. Mereka melihat sejumlah barang tidak ada di tempatnya.
Baca juga: Cegah kasus pencurian, Polres Banjarnegara imbau perkantoran aktifkan CCTV
Baca juga: Polisi ungkap kasus pencurian tangkap pasutri
Polsek Ampel setelah mendapat laporan, langsung ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk kepentingan penyelidikan.
Margono menduga pelaku lebih dari satu orang. Mereka masuk ke sekolah dengan cara memanjat pagar tembok. Pelaku kemudian menjebol teralis besi dengan mencongkel gemboknya.
"Pelaku masuk ke dalam ruang guru dan menggasak barang-barang berharga milik sekolahan dan uang sekolah," katanya.
Menurut dja, dari laporan sekolah barang yang hilang ada tujuh laptop dan 12 LCD proyektor serta uang tunai Rp4 juta. Total kerugian sekolah ditaksir Rp137 juta.
"Kami masih mendalami kasus ini. Kami berharap kasus pencurian di sekolah itu segera terungkap dengan menangkap pelakunya," kata AKP Margono.
Kepala Polres Boyolali AKBP Rachmad Nur Hidayat melalui Kepala Polsek Ampel AKP Margono menduga pelaku yang membobol pintu masuk ruang di SMPN 1 Apel Boyolali tersebut melakukan aksi pada hari Senin (24/2) hingga Selasa dini hari.
Margono mengatakan bahwa kasus pencurian itu pertama kali diketahui oleh seorang petugas pembersihan sekolah, Sri Maryati (33), warga Dukuh/Desa Candi RT 02/RW 06 Kecamatan Ampel Boyolali, sekitar pukul 05.00 WIB.
Saksi Sri Maryati kaget saat melihat ruangan sekolah berantakan, kelihatan diacak-acak orang.
Saksi kemudian memberi tahu petugas lainnya, Suyatno (33). Kedua saksi lantas masuk ke ruang guru sekolah untuk mengecek. Mereka melihat sejumlah barang tidak ada di tempatnya.
Baca juga: Cegah kasus pencurian, Polres Banjarnegara imbau perkantoran aktifkan CCTV
Baca juga: Polisi ungkap kasus pencurian tangkap pasutri
Polsek Ampel setelah mendapat laporan, langsung ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk kepentingan penyelidikan.
Margono menduga pelaku lebih dari satu orang. Mereka masuk ke sekolah dengan cara memanjat pagar tembok. Pelaku kemudian menjebol teralis besi dengan mencongkel gemboknya.
"Pelaku masuk ke dalam ruang guru dan menggasak barang-barang berharga milik sekolahan dan uang sekolah," katanya.
Menurut dja, dari laporan sekolah barang yang hilang ada tujuh laptop dan 12 LCD proyektor serta uang tunai Rp4 juta. Total kerugian sekolah ditaksir Rp137 juta.
"Kami masih mendalami kasus ini. Kami berharap kasus pencurian di sekolah itu segera terungkap dengan menangkap pelakunya," kata AKP Margono.
Pewarta : Bambang Dwi Marwoto
Editor : Kliwon
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab catat 30 kali terjadi longsor susulan di Bukit Gunung Beser Pekalongan
23 January 2026 17:47 WIB
Terpopuler - Hukum dan Kriminal
Lihat Juga
Polda Jateng ungkap komplotan pengoplos elpiji subsidi beromset miliaran rupiah
23 January 2026 18:45 WIB
KPK membawa dua koper dan satu dus dokumen dari rumah dinas Bupati Pati Sudewo
22 January 2026 16:31 WIB
Korlantas Polri kolaborasi dengan Senkom Mitra Polri bangun keselamatan berlalu lintas
21 January 2026 22:07 WIB