Sleman (ANTARA) - Pencarian siswa SMPN 1 Turi Sleman  Yogyakarta yang terseret banjir di aliran Sungai Sempor, Wonokerto, Turi saat kegiatan Pramuka Jumat sore, terkendala lokasi yang gelap.

"Kondisi sudah malam dan gelap, kami harus menggunakan lampu penerangan untuk mencari para korban lainnya," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sleman Joko Supriyanto di lokasi, Jumat malam.

Selain kondisi gelap, proses evakuasi juga terkendala kondisi hujan masih terus mengguyur lokasi kejadian.

Di lokasi juga telah tiba Bupati Sleman Sri Purnomo yang turut memantau perkembangan pencarian para korban.

Baca juga: 257 siswa SMPN 1 Turi terseret banjir Sungai Sempor

Saat ini, proses pencarian ditunda untuk sementara karena Bupati Sleman Sri Purnomo, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Sleman Joko Supriyanto dan tim gabungan masih berkoordinasi.

Joko Supriyanto mengatakan pihaknya memerlukan beberapa tambahan lampu penerangan.

"Kami membutuhkan lampu sorot untuk penerangan di area DAM Sungai Sempor," katanya.

Joko belum dapat memastikan saat ini jumlah korban yang selamat ataupun meninggal.


Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo dalam siaran pers mengatakan siswa hanyut yang sudah ditemukan berjumlah enam orang. Empat orang diketemukan meninggal dunia, dua di antaranya sudah teridentifikasi atas nama Nur Azizah dan Arisma.

Mereka yang tergabung dalam kegiatan pramuka merupakan kelas 7 dan 8 dari SMP Negeri 1 Turi. Sebanyak 257 orang mengikuti kegiatan penyusuran Sungai Sempor tanpa melihat kondisi cuaca.

"Saat ini kondisi masih simpang siur terkait dengan data jumlah murid yang mengalami insiden," katanya.

 

Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024