Semarang (ANTARA) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah membongkar praktik tindak pidana pencucian uang hasil bisnis narkotika dengan cara disimpan di rekening sebuah Koperasi Unit Desa (KUD) di Kabupaten Jepara.

"Untuk menyamarkan agar tidak termonitor Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia, uang disimpan di KUD," kata Kepala BNN Jawa Tengah Brigjen Pol.Benny Gunawan di Semarang, Selasa.

Menurut dia, TPPU ini diungkap dari jaringan bisnis narkotika yang dikendalikan oleh Muzaidin, terpidana kasus penyalahgunaan narkotika yang saat ini mendekam di Lemabaga Pemasyarakatan Klas I Kedungpane Semarang.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas juga menetapkan tiga tersangka yang merupakan kerabat Muzaidin.

Baca juga: Napi pengendali bisnis narkotika divonis mati PN Kota Semarang

Ketiga tersangka tersebut masing-masing AM adik Muzaidi, MH adik ipar Muzaidin yang juga suami AM, dan MDAM anak Muzaidin.

Ketiganya, menurut Benny, memiliki peran masing-masing dalam jaringan narkoba itu.

"Para tersangka ini merupakan operator dan penampung uang hasil bisnis narkotika Muzaidin," katanya.

Dalam pengungkapan itu, BNN mengamankan barang bukti uang sekitar Rp1 miliar yang sebelumnya disimpan di KUD dan sejumlah bank, serta sebuah mobil dan dua sepeda motor.

Para tersangka selanjutnya akan dijerat dengan Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang tindak pidana pencucian uang serta Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang pemberantasan narkotika.

Baca juga: BNN Jateng ungkap pencucian uang bisnis narkotika
Baca juga: Napi Pengendali Bisnis Narkotika Dihukum Seumur Hidup

Pewarta : Immanuel Citra Senjaya
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2024