Ridwan terbangun ketika Bus Sriwijaya terjun bebas ke sungai
Kamis, 26 Desember 2019 11:15 WIB
Ridwan, korban selamat kecelakaan bus Sriwijaya rute Bengkulu-Palembang Sumatera Selatan. ANTARA/Helti Marini Sipayung
Bengkulu (ANTARA) - Seorang korban selamat dari kecelakaan bus Sriwijaya di tikungan Lematang Indah Kecamatan Dempo Tengah Kota Pagar Alam bernama Ridwan tiba di Rumah Sakit Umum Kota Bengkulu, Rabu siang.
Ridwan warga Jalan Enggano Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu bercerita bahwa saat kejadian ia masih tertidur pulas. Ia terbangun saat mendengar suara ibu-ibu yang berteriak.
"Saat itu saya terbangun dan mobil sedang terjun bebas ke sungai," kata Ridwan, Kamis.
Baca juga: 35 orang tewas, evakuasi kecelakaan maut Bus Sriwijaya dihentikan
Tidak lama kemudian bus tersebut langsung jatuh ke air dan dirinya berupaya memecahkan kaca bus dan bisa ke luar tapi terbawa arus sungai.
Setelah itu dirinya berpegangan dengan batu dan ranting selama satu jam hingga dievakuasi oleh tim SAR.
Ia mengatakan bahwa sebelumnya bus nahas itu telah mengalami dua kejadian yang tidak baik sebelum terjun ke sungai.
Pertama, bus menyerempet mobil minibus di daerah Empat Lawang, kedua ban bus masuk parit lalu terjun ke sungai hingga mengakibatkan puluhan nyawa hilang.
Atas kejadian tersebut Ridwan mengalami memar di sekujur tubuhnya dan menerima lima jahitan di kaki sebelah kiri.
Baca juga: Kakorlantas: Kontrol perusahaan lemah sebabkan kecelakaan maut bus masuk jurang
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bengkulu Susilawaty menyebutkan bahwa Pemkot Bengkulu sebelumnya memberangkatkan 10 unit ambulans dan hari ini dua mobil lagi untuk membantu evakuasi para korban.
"Ada paramedis yang ikut sehingga di perjalanan korban luka-luka mendapatkan pertolongan," ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa masyarakat Kota Bengkulu yang menjadi korban yang meninggal dunia dan luka-luka ada lebih kurang 20 orang.
Saat ini dua korban selamat tiba di rumah sakit Kota Bengkulu dan tiga korban lainnya sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit tersebut.
Baca juga: Tiga korban tewas kecelakaan maut Bus Sriwijaya belum diketahui identitasnya
Ridwan warga Jalan Enggano Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu bercerita bahwa saat kejadian ia masih tertidur pulas. Ia terbangun saat mendengar suara ibu-ibu yang berteriak.
"Saat itu saya terbangun dan mobil sedang terjun bebas ke sungai," kata Ridwan, Kamis.
Baca juga: 35 orang tewas, evakuasi kecelakaan maut Bus Sriwijaya dihentikan
Tidak lama kemudian bus tersebut langsung jatuh ke air dan dirinya berupaya memecahkan kaca bus dan bisa ke luar tapi terbawa arus sungai.
Setelah itu dirinya berpegangan dengan batu dan ranting selama satu jam hingga dievakuasi oleh tim SAR.
Ia mengatakan bahwa sebelumnya bus nahas itu telah mengalami dua kejadian yang tidak baik sebelum terjun ke sungai.
Pertama, bus menyerempet mobil minibus di daerah Empat Lawang, kedua ban bus masuk parit lalu terjun ke sungai hingga mengakibatkan puluhan nyawa hilang.
Atas kejadian tersebut Ridwan mengalami memar di sekujur tubuhnya dan menerima lima jahitan di kaki sebelah kiri.
Baca juga: Kakorlantas: Kontrol perusahaan lemah sebabkan kecelakaan maut bus masuk jurang
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bengkulu Susilawaty menyebutkan bahwa Pemkot Bengkulu sebelumnya memberangkatkan 10 unit ambulans dan hari ini dua mobil lagi untuk membantu evakuasi para korban.
"Ada paramedis yang ikut sehingga di perjalanan korban luka-luka mendapatkan pertolongan," ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa masyarakat Kota Bengkulu yang menjadi korban yang meninggal dunia dan luka-luka ada lebih kurang 20 orang.
Saat ini dua korban selamat tiba di rumah sakit Kota Bengkulu dan tiga korban lainnya sedang dalam perjalanan menuju ke rumah sakit tersebut.
Baca juga: Tiga korban tewas kecelakaan maut Bus Sriwijaya belum diketahui identitasnya
Pewarta : Helti Marini S
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri Wahyu Sakti Trenggono pingsan saat penghormatan korban kecelakaan pesawat ATR
25 January 2026 12:37 WIB
Tim Rescue Dompet Dhuafa ikut operasi pencarian korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh
22 January 2026 10:22 WIB
Terpopuler - Insiden
Lihat Juga
Polres Jepara selidiki kasus kematian enam orang usai mengkonsumsi miras oplosan
11 February 2026 12:55 WIB
Sejumlah rumah sakit di Temanggung belum penuhi standar penanggulangan kebakaran
04 February 2026 8:31 WIB
Dinkes Kudus mencatat hanya tersisa dua siswa SMA Negeri 2 yang masih rawat inap
03 February 2026 11:30 WIB
SPPG Purwosari Kudus minta maaf dan tanggung jawab atas dugaan keracunan makanan MBG
29 January 2026 16:28 WIB