Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Selasa sore kembali menguat menembus di bawah level Rp14.000 per dolar AS.

Rupiah ditutup menguat 13 poin atau 0,1 persen di level Rp13.997 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.010 per dolar AS.

"Sentimen yang mendominasi pasar masih soal hubungan AS-China, tetapi ada perkembangan positif," kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Rupiah Menguat ke Rp13.283 per Dolar AS

Naskah kesepakatan damai dagang AS-China dikabarkan tinggal menunggu pemeriksaan yang sifatnya rutin dan tidak ada perubahan yang mendasar karena semua sudah disepakati.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Lawrence 'Larry' Kudlow menyebutkan, kesepakatan sudah sepenuhnya tercapai dan itulah hal yang paling penting.

Kudlow berharap Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan menandatangani perjanjian tersebut pada awal Januari. Selepas itu, AS-China akan memulai negosiasi damai dagang fase II.

"Selain itu, pasar mencerna positif terhadap rilis data neraca perdagangan di November 2019 yang mengalami defisit sebesar 1,33 miliar dolar AS," ujar Ibrahim.

Angka defisit tersebut dinilai mengalami penurunan dibanding dengan tahun 2018 yang mencapai 8,5 miliar dolar AS. Sementara pada 2019 ini, defisit dari Januari hingga November baru mencapai 3 miliar dolar AS.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat Rp14.005 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.997 per dolar AS hingga Rp14.013 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Selasa ini menunjukkan, rupiah melemah menjadi Rp14.018 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.004 per dolar AS.

Baca juga: Pernyataan terbaru Trump picu rupiah melemah

 

Pewarta : Citro Atmoko
Editor : Achmad Zaenal M
Copyright © ANTARA 2024