Peternak berharap tak lagi over suplai di 2020
Selasa, 3 Desember 2019 20:50 WIB
Ilustrasi - Pedagang ayam di Pasar Gede Solo. Naik turunnya harga ayam hidup di tingkat peternak masih jadi PR pemerintah. ANTARA/Aris Wasita.
Solo (ANTARA) - Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Indonesia berharap suplai berlebihan bibit ayam tidak lagi terjadi pada tahun 2020 seiring dengan langkah antisipasi yang dilakukan oleh pemerintah.
"Harapannya pemerintah sudah bisa belajar dari tahun ini, di mana fenomena over suplai berdampak pada anjloknya harga jual ayam hidup di tingkat peternak," kata Ketua Pinsar Indonesia Jawa Tengah Parjuni di Solo, Selasa.
Ia mengatakan akibat terpuruknya harga ayam hidup tersebut, pada tahun ini tidak sedikit peternak ayam ras mandiri mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Baca juga: Peternak merugi akibat anjloknya harga ayam
Melihat fluktuasi harga ayam akhir-akhir ini, dikatakannya, pada bulan Oktober hingga awal November harga ayam ras hidup sempat mencapai harga Rp1.000" >16.000/kg.
Meski demikian, pascaaksi damai yang dilakukan para peternak di Jakarta pada Rabu (27/11), harga ayam sudah berangsur naik menjadi Rp17.500/kg.
Sebelumnya, pihaknya telah mengusulkan dilakukannya pemangkasan jumlah bibit hingga 15 juta ekor/pekan kepada pemerintah.
"Harapannya pada tahun 2020 bisa disetujui untuk menjaga kapasitas produksi ayam secara nasional," katanya.
Baca juga: Disperindag Jateng fasilitasi peternak ayam kurangi stok
Menurut dia, fluktuasi harga ayam ini harus ditangani dengan cepat mengingat waktu produksi yang tidak lama, yaitu 35 hari panen.
"Ketika ada persoalan tidak segera ditangani maka akan makin menumpuk dan makin rusak," katanya.
Mengenai kondisi tahun 2020, pihaknya memperkirakan jumlah bibit yang beredar akan meningkat.
"Kalau tahun ini produksi ayam sekitar 68 juta-70 juta/pekan. Itu pun kami minta pemangkasan terus karena kekuatan pasar hanya sekitar 57 juta-58 juta ekor/pekan secara nasional," katanya.
Untuk tahun depan, diperkirakan potensi produksi ayam pada setiap pekannya bisa mencapai 75 juta-80 juta ekor.
Baca juga: Untuk beli air, peternak Gunung Kidul mulai jual hewan ternak
"Harapannya pemerintah sudah bisa belajar dari tahun ini, di mana fenomena over suplai berdampak pada anjloknya harga jual ayam hidup di tingkat peternak," kata Ketua Pinsar Indonesia Jawa Tengah Parjuni di Solo, Selasa.
Ia mengatakan akibat terpuruknya harga ayam hidup tersebut, pada tahun ini tidak sedikit peternak ayam ras mandiri mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Baca juga: Peternak merugi akibat anjloknya harga ayam
Melihat fluktuasi harga ayam akhir-akhir ini, dikatakannya, pada bulan Oktober hingga awal November harga ayam ras hidup sempat mencapai harga Rp1.000" >16.000/kg.
Meski demikian, pascaaksi damai yang dilakukan para peternak di Jakarta pada Rabu (27/11), harga ayam sudah berangsur naik menjadi Rp17.500/kg.
Sebelumnya, pihaknya telah mengusulkan dilakukannya pemangkasan jumlah bibit hingga 15 juta ekor/pekan kepada pemerintah.
"Harapannya pada tahun 2020 bisa disetujui untuk menjaga kapasitas produksi ayam secara nasional," katanya.
Baca juga: Disperindag Jateng fasilitasi peternak ayam kurangi stok
Menurut dia, fluktuasi harga ayam ini harus ditangani dengan cepat mengingat waktu produksi yang tidak lama, yaitu 35 hari panen.
"Ketika ada persoalan tidak segera ditangani maka akan makin menumpuk dan makin rusak," katanya.
Mengenai kondisi tahun 2020, pihaknya memperkirakan jumlah bibit yang beredar akan meningkat.
"Kalau tahun ini produksi ayam sekitar 68 juta-70 juta/pekan. Itu pun kami minta pemangkasan terus karena kekuatan pasar hanya sekitar 57 juta-58 juta ekor/pekan secara nasional," katanya.
Untuk tahun depan, diperkirakan potensi produksi ayam pada setiap pekannya bisa mencapai 75 juta-80 juta ekor.
Baca juga: Untuk beli air, peternak Gunung Kidul mulai jual hewan ternak
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Prakiraan cuaca Semarang hari ini, dipengaruhi sirkulasi siklonik di Samudra Hindia
12 February 2026 7:58 WIB
BMKG: Waspadai hujan sedang hingga lebat disertai petir di Jateng bagian selatan
28 January 2026 16:47 WIB
Potensi kerugian akibat banjir di sejumlah desa Kudus ditaksir Rp533 miliar
19 January 2026 19:19 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Hery Gunardi beberkan strategi perbankan hadapi ketidakpastian ekonomi global
07 March 2026 19:31 WIB
Bupati Temanggung ungkap 20 persen opsen PKB untuk peningkatan infrastruktur
28 February 2026 1:42 WIB
BI Jateng gandeng Dewan Masjid Indonesia, sosialisasikan pembayaran zakat lewat QRIS
26 February 2026 7:42 WIB