Pekalongan targetkan 1.500 bidang tanah bersertifikat pada 2020
Senin, 30 September 2019 10:07 WIB
Kepala Kantor BPN Kota Pekalongan Sri Yanti Achmad menyerahkan nasi tumpeng pada Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Sri Ruminingsih pada acara Peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional 2019. (ANTARA/Kutnadi)
Pekalongan (ANTARA) - Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menargetkan 1.000 sampai 1.500 bidang tanah sudah bersertifikat pada 2020.
"Kami menargetkan seluruh bidang tanah di Kota Pekalongan sudah terdaftar semua pada 2020. Estimasinya, masih ada sekitar 1.500 bidang tanah yang belum bersertifikat," kata Kepala Kantor Wilayah BPN Kota Pekalongan Sri Yanti Achmad di Pekalongan, Senin.
"Target sertifikat memang tinggal sedikit, kami memperkirakan sekitar 1.500 yang belum bersertifikat. Kami mengimbau masyarakat bisa mengurus sendiri pengurusan sertifikat bidang tanahnya," ia menambahkan.
Baca juga: Jokowi: Tak perlu malu sertifikat untuk agunan
Ia menjelaskan, tahun ini BPN menjalankan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di kelurahan Sapuro Kebulen, Gamer, Setono, Kalibaros, Banyurip, dan Kuripan Kertoharjo.
"Kita targetkan tahun depan semuanya sudah selesai. Yang sudah bersertifikat sekarang sudah sekitar 98 persen. Cuma memang jumlah bidang tanah bisa berubah meski luas wilayah di daerah masih tetap," katanya.
Ia mengatakan program PTSL 2019 ditargetkan mencakup 2.000 hingga 3.000 bidang tanah dan sampai saat ini program tersebut telah mencakup 1.403 bidang tanah.
"Pekan pertama September 2019 sudah selesai 100 persen dan siap kita bagikan pada pemilik tanah. Sekarang kita tinggal penataan bidangnya saja," kata Sri.
Baca juga: BPN Boyolali rampungkan 35.306 sertifikat PTSL
Baca juga: Jokowi janjikan 9 juta sertifikat tanah tuntas 2019
"Kami menargetkan seluruh bidang tanah di Kota Pekalongan sudah terdaftar semua pada 2020. Estimasinya, masih ada sekitar 1.500 bidang tanah yang belum bersertifikat," kata Kepala Kantor Wilayah BPN Kota Pekalongan Sri Yanti Achmad di Pekalongan, Senin.
"Target sertifikat memang tinggal sedikit, kami memperkirakan sekitar 1.500 yang belum bersertifikat. Kami mengimbau masyarakat bisa mengurus sendiri pengurusan sertifikat bidang tanahnya," ia menambahkan.
Baca juga: Jokowi: Tak perlu malu sertifikat untuk agunan
Ia menjelaskan, tahun ini BPN menjalankan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di kelurahan Sapuro Kebulen, Gamer, Setono, Kalibaros, Banyurip, dan Kuripan Kertoharjo.
"Kita targetkan tahun depan semuanya sudah selesai. Yang sudah bersertifikat sekarang sudah sekitar 98 persen. Cuma memang jumlah bidang tanah bisa berubah meski luas wilayah di daerah masih tetap," katanya.
Ia mengatakan program PTSL 2019 ditargetkan mencakup 2.000 hingga 3.000 bidang tanah dan sampai saat ini program tersebut telah mencakup 1.403 bidang tanah.
"Pekan pertama September 2019 sudah selesai 100 persen dan siap kita bagikan pada pemilik tanah. Sekarang kita tinggal penataan bidangnya saja," kata Sri.
Baca juga: BPN Boyolali rampungkan 35.306 sertifikat PTSL
Baca juga: Jokowi janjikan 9 juta sertifikat tanah tuntas 2019
Pewarta : Kutnadi
Editor : Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kantor Pertanahan Temanggung targetkan pemetaan bidang tanah 500 hektare PTSL
01 February 2026 12:27 WIB
BBWS Pemali Juana gunakan APBN untuk penanganan tanah ambles tiga lokasi di Blora
29 January 2026 22:00 WIB
BPBD Purbalingga kerahkan alat berat percepat pemulihan infrastruktur pascabencana
29 January 2026 16:14 WIB
Polres Pemalang kerahkan anjing pelacak bantu pencarian korban tanah longsor
28 January 2026 16:44 WIB
Akses ke Desa Tempur Jepara sudah terbuka dan pasokan listrik kembali menyala
12 January 2026 11:09 WIB