Touche Coffee ingin ramaikan industri kreatif Solo
Minggu, 25 Agustus 2019 16:49 WIB
Touche Coffee ikut meramaikan industri kreatif di Kota Solo dengan membuka kedai di kawasan Manahan, Kecamatan Banjarsari. (ANTARA: Aris Wasita)
Solo (ANTARA) - Usaha kecil dan menengah "Touche Coffee" ingin meramaikan industri kreatif di Kota Solo dengan membuka kedai di kawasan Manahan, Kecamatan Banjarsari.
"Kami ingin terlibat dalam membangun industri kreatif di Kota Solo melalui 'Touche Coffee' ini," kata Pemilik "Touche Coffee" Krisna Putra Wibowo di Solo, Minggu.
Ia mengatakan ada empat menu yang diusung oleh kedai tersebut, yaitu kopi pandan, kopi karamel, kopi aren, dan kopi coklat. Untuk menyesuaikan segmentasi pasar yang dituju, ia memastikan menjual produk dengan harga terjangkau, yaitu mulai dari Rp14.000-21.000.
"Untuk minuman yang kami jual ini kami racik sendiri, inilah yang akhirnya bisa menekan ongkos produksi," katanya.
Baca juga: Peluang pengembangan industri pengolahan kopi masih besar
Untuk memastikan konsumen menyukai produk tersebut, sebelum dijual pihaknya juga melakukan tes pasar terlebih dahulu.
"Sekitar 3-4 bulan sebelum membuka kedai ini kami tes pasar. Jadi kami tidak hanya ingin menyasar pecinta kopi tetapi juga yang tidak terlalu menggemari kopi. Ternyata respon mereka sangat baik," katanya.
Bahkan, dikatakannya, bagi mereka yang bukan pecinta kopi pun ingin kembali memesan produk-produk yang dijualnya.
Sementara itu, dari sisi pemasaran pihaknya juga lebih fleksibel.
"Sebetulnya kedai ini kami desain dengan konsep 'grab and go'. Meski demikian, kami juga menyajikan tempat nongkrong yang nyaman," katanya.
Baca juga: Petani Temanggung diminta hanya petik kopi merah
"Kami ingin terlibat dalam membangun industri kreatif di Kota Solo melalui 'Touche Coffee' ini," kata Pemilik "Touche Coffee" Krisna Putra Wibowo di Solo, Minggu.
Ia mengatakan ada empat menu yang diusung oleh kedai tersebut, yaitu kopi pandan, kopi karamel, kopi aren, dan kopi coklat. Untuk menyesuaikan segmentasi pasar yang dituju, ia memastikan menjual produk dengan harga terjangkau, yaitu mulai dari Rp14.000-21.000.
"Untuk minuman yang kami jual ini kami racik sendiri, inilah yang akhirnya bisa menekan ongkos produksi," katanya.
Baca juga: Peluang pengembangan industri pengolahan kopi masih besar
Untuk memastikan konsumen menyukai produk tersebut, sebelum dijual pihaknya juga melakukan tes pasar terlebih dahulu.
"Sekitar 3-4 bulan sebelum membuka kedai ini kami tes pasar. Jadi kami tidak hanya ingin menyasar pecinta kopi tetapi juga yang tidak terlalu menggemari kopi. Ternyata respon mereka sangat baik," katanya.
Bahkan, dikatakannya, bagi mereka yang bukan pecinta kopi pun ingin kembali memesan produk-produk yang dijualnya.
Sementara itu, dari sisi pemasaran pihaknya juga lebih fleksibel.
"Sebetulnya kedai ini kami desain dengan konsep 'grab and go'. Meski demikian, kami juga menyajikan tempat nongkrong yang nyaman," katanya.
Baca juga: Petani Temanggung diminta hanya petik kopi merah
Pewarta : Aris Wasita
Editor : Nur Istibsaroh
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Respati optimalkan penyerapan dan penyaluran tenaga kerja lewat program RSK
25 February 2026 20:47 WIB
Komunitas budaya asal Jepang kunjungi sejumlah tempat bersejarah di Solo Raya
22 February 2026 10:22 WIB
Sejumlah warga usulkan pemindahan kegiatan Gebyar Ramadan Kampung Wisata Kauman
17 February 2026 21:56 WIB
Wakil Wali Kota Surakarta pimpin kirab Festival Jenang, dipadati ribuan warga
17 February 2026 19:04 WIB
Terpopuler - Makro
Lihat Juga
Bupati Temanggung ungkap 20 persen opsen PKB untuk peningkatan infrastruktur
28 February 2026 1:42 WIB
BI Jateng gandeng Dewan Masjid Indonesia, sosialisasikan pembayaran zakat lewat QRIS
26 February 2026 7:42 WIB
Wagub : Pertumbuhan ekonomi Jateng tekan pengangguran dan angka kemiskinan
08 February 2026 5:51 WIB
HNSI Jatim ingatkan pengembangan energi pesisir harus cegah de-nelayanisasi
22 January 2026 3:13 WIB