Logo Header Antaranews Jateng

Kota Surakarta memulai rangkaian Gebyar Ramadhan 2026

Kamis, 19 Februari 2026 21:38 WIB
Image Print
Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani membuka rangkaian Gebyar Ramadan 2026 di Solo, Jawa Tengah, Kamis (19/2/2026). ANTARA/HO-Pemkot Surakarta

Solo (ANTARA) - Kota Surakarta memulai rangkaian Gebyar Ramadan 2026 yang pembukaannya dilakukan secara resmi oleh Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani di Solo, Jawa Tengah, Kamis.

Kegiatan Ramadan ini dipusatkan di kawasan Balai Kota Surakarta dan Pasar Gede. Di hari pertama Ramadan, Pemerintah Kota Surakarta menghadirkan Ramadan Light Festival dan Kampung Ramadhan sebagai ruang kreativitas sekaligus penggerak ekonomi warga.

Kawasan Balai Kota Surakarta dihiasi ornamen tematik yang terhubung dengan rangkaian perayaan sebelumnya, mulai dari Imlek hingga Ramadhan, menciptakan suasana kota yang semarak dan sarat nilai toleransi.

"Hari pertama bulan Ramadan, Pemerintah Kota Surakarta menyambut banyak sekali aktivasi kegiatan selama bulan Ramadan, salah satunya di pusat Balai Kota ini, di Pendapi, barusan saja diselenggarakan opening untuk Ramadhan Light Festival dan juga Kampung Ramadan. Kami menggabungkan kreativitas yang sudah berjalan, mulai dari perayaan Imlek kemudian nyambung ke Ramadan," katanya.

Ia mengatakan banyak ornamen dipasang di sepanjang kawasan Balai Kota Surakarta dan Pasar Gede.

"Selain itu juga banyak UMKM yang kami berikan ruang untuk berjualan," ujar Astrid.

Pemkot Surakarta juga menyiapkan penataan khusus bagi pedagang takjil dan pelaku UMKM agar lebih tertib dan terpusat. Arahan Wali Kota Surakarta sebelumnya menekankan optimalisasi pemanfaatan aset pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan untuk mendukung geliat ekonomi selama Ramadhan.

"Penataan kawasan pedagang takjil ini untuk memastikan tidak bersebaran, tetapi lebih terpusat dan komunal sehingga lebih rapi. Kenyamanan pembeli dan penjual serta kelancaran lalu lintas tetap terjaga," tambahnya.

Ke depan, pihaknya berharap Gebyar Ramadhan tak hanya dinikmati warga lokal tetapi juga menjadi daya tarik wisata. Menurut Astrid, event-event di Kota Solo kerap menjadi perhatian pendatang dan wisatawan, terlebih Solo dikenal sebagai salah satu destinasi mudik terbesar di Indonesia.

"Harapannya, ini menjadi salah satu daya tarik wisata. Event-event di Kota Solo selalu menjadi perhatian pendatang dan wisatawan, apalagi Solo merupakan salah satu destinasi mudik terbesar. Banyak yang menganggap Solo Raya sebagai pusatnya," ungkapnya.

Melalui Gebyar Ramadan 2026, Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen menghadirkan suasana Ramadhan yang religius, kreatif, dan produktif, sekaligus memperkuat peran UMKM serta meningkatkan daya tarik Kota Solo sebagai kota budaya dan destinasi wisata unggulan.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026